1000 Hari

1000 hari menjelang nyaris melahirkan 1000 hari pengharapan. Aku masih banyak terdiam, aku masih larut dalam kenangan.Seolah tak percaya bahwa kau pergi, aku berdiam diri menanti. 1000 hari memang bukan waktu yang lama, namun 1000 hari juga bukan jawabnya.

Atau mungkin 1000 hari lagi ?


13 komentar untuk “1000 Hari”

  1. anggrek says:

    jika masih sebuah ada sebuah kenang akan hati yang telah hilang……
    bolehkah anggrek tetap teniang ,dalam jiwa seorang perasa…..
    bukan apa yang datang saat kita mencari
    tapi apa yang hilang saat ia memberi………………….

    ai aku anggrek puisi kamu bagus
    salam kenal ya……….

  2. anggrek says:

    memilih 1000 hari menungg
    jika datang apa lakumu?

    menunggu 1000 hari untuk bicara
    jika berjumpa kata apa yang kan terucap?

    seperti peri menunggu orang berdosa untuk ditolong
    seperti orang yang menolong orang yang membalas
    lalu apa yang kan kau rasa nanti……….

    kenapa 1000
    hari jika mampu 10000000
    hari …….

    kenapa kau merasa ia akan datang untuk mengatakan sayang

    lakukan apa yang tidak akan kau rasa maka kau akan menemukan jawabnya………..

  3. Kenzt says:

    1000 hari hanyalah satuan waktu dimana asa masih dapat berkawan dengan waktu. Semua masih terasa realistis untuk dinanti. Jika 1000 hari sudah terlalui dan ia masih tak dapat kutemui, memulai penantian 1000 hari lagi mungkin masih dijalani…

    Salam kenal juga, senang dikomentari seperti itu…

Beri komentar