1000 Hari

December 22, 2007

1000 hari menjelang nyaris melahirkan 1000 hari pengharapan. Aku masih banyak terdiam, aku masih larut dalam kenangan.Seolah tak percaya bahwa kau pergi, aku berdiam diri menanti. 1000 hari memang bukan waktu yang lama, namun 1000 hari juga bukan jawabnya.

Atau mungkin 1000 hari lagi ?

Sebar tulisan diatas melalui:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • StumbleUpon
  • E-mail this story to a friend!
  • MisterWong
  • Print this article!
  • Technorati
  • TwitThis
Dukung AnggrekBiru.Com dengan memberikan rating di ajang Best of The Blogs. Berikan dukungan disini. Lalu silakan klik "Rate This"

Ingin mengungkapkan sesuatu berkait tulisan diatas?





Comments

Ada 13 komentar tuk “1000 Hari”

  1. Nuri on January 2nd, 2008 1:04 pm

    Aku suka puisi2 kmu… ^_^

  2. Kenzt on January 4th, 2008 1:40 am

    @Nuri:
    Aku suka dengan komentar kamu…. :)

  3. Semerah on January 9th, 2008 2:08 am

    puisi nya lumayan bagus…???

    tapi ga ada kejelasan dan akan mempersuli orang yang tidak mengerti…???? Karena disini ada dua tema anta peri selamanya atau kan kembali lagi…

    apakah menceritakan seseorang yang meninggalkan kita buat selamanya…

  4. Semerah on January 9th, 2008 2:10 am

    maksud yang u tulis..???

  5. †E†™ on April 8th, 2008 5:03 pm

    PUISI GA JLAS!!!
    ELEK MAW MUNTAH NIE AK BACA!!
    YG NULIS PASTI ELEK!!

  6. Erix on April 8th, 2008 5:04 pm

    TAEK!

  7. Kenzt on April 8th, 2008 7:29 pm

    @Erix:
    Mengapa anda komentar dengan 2 nama berbeda, tapi tetap menggunakan email yang sama?

    Saya sebenarnya bisa saja tidak approve komentar anda yang mengisyaratkan keberadaan ‘otak’ anda yang sama sekali bukan otak manusia, namun mengingat waktu yang sudah anda luangkan untuk ‘menjelek-jelekkan’ diri anda sendiri (dgn anda nulis seperti itu, otomatis hanya menunjukkan pada dunia bahwa anda tidak mempunyai kemampuan berbahasa yang baik agar dapat bertutur sopan)

    Semoga anda memiliki Tuhan, yang dapat mengingatkan anda di suatu waktu, bahwa menyakiti orang lain sama sekali tidak ada untungnya.

    Inilah menariknya dunia web, semua bisa bebas berkomentar, tanpa bisa diketahui (anonimitas). Hanya Allah SWT yang tahu.

    Ada lagi yang mau mencoba memanfaatkan anonimitas untuk berbuat buruk?

  8. eko on April 8th, 2008 10:35 pm

    @erik
    taek juga loe! emang loe bisa buat puisi, oh mungkin dia nggk bisa nulis, dipikirannya hanya ada tai semuanya.. mudah2n kamu nggk makan tai.(emosi banget)

  9. asta on April 9th, 2008 12:52 am

    dia bner2 ga ada perasaan, krna berani brkomentar seperti itu, mungkin dia ga pnya hati bahkan cinta. komentarnya kyak orng ga pernah diajar etika.

    kenzt, tenang aja, kami tetap akan mendukung web loe, n slalu nunggu puisi2 loe yang keren2 itu. SEMANGAT YACH!!!

    GOOD LUCK

  10. Kenzt on April 9th, 2008 2:07 pm

    @Eko & Asta:
    Makasih buat kalian berdua…. mungkin kehadiran Erix bisa jadi penyeimbang kalian berdua yg isinya muji mulu…. he…he…he..

    Itulah dunia, bahkan saat kita tidak berusaha melukai orang lain pun, kita masih bisa dilukai…. Hanya kebesaran hati yang menjadi pembedanya. Hanya orang-orang yg memilih untuk tidak dewasa yg dapat dgn mudah berkata tanpa berpikir sejenak sebelumnya.

  11. anggrek on April 12th, 2008 12:18 pm

    jika masih sebuah ada sebuah kenang akan hati yang telah hilang……
    bolehkah anggrek tetap teniang ,dalam jiwa seorang perasa…..
    bukan apa yang datang saat kita mencari
    tapi apa yang hilang saat ia memberi………………….

    ai aku anggrek puisi kamu bagus
    salam kenal ya……….

  12. anggrek on April 12th, 2008 12:27 pm

    memilih 1000 hari menungg
    jika datang apa lakumu?

    menunggu 1000 hari untuk bicara
    jika berjumpa kata apa yang kan terucap?

    seperti peri menunggu orang berdosa untuk ditolong
    seperti orang yang menolong orang yang membalas
    lalu apa yang kan kau rasa nanti……….

    kenapa 1000
    hari jika mampu 10000000
    hari …….

    kenapa kau merasa ia akan datang untuk mengatakan sayang

    lakukan apa yang tidak akan kau rasa maka kau akan menemukan jawabnya………..

  13. Kenzt on April 12th, 2008 1:41 pm

    1000 hari hanyalah satuan waktu dimana asa masih dapat berkawan dengan waktu. Semua masih terasa realistis untuk dinanti. Jika 1000 hari sudah terlalui dan ia masih tak dapat kutemui, memulai penantian 1000 hari lagi mungkin masih dijalani…

    Salam kenal juga, senang dikomentari seperti itu…