Arsip tulisan May, 2008

1108 Hari

Tak terasa 1108 hari lamanya. Bukan sebuah angka yang cantik memang, terlebih jika biasanya sang penyair, pujangga, atau pengarang lagu, lebih memilih angka 1000 hari. Nah berhubung saya bukan seorang penyair, pujangga, atopun pengarang lagu, yah gpp lah saya ambil angka 1108 hari ajah. Biar ga dianggep plagiat (meskipun secara ide / konsep juga plagiat –> konsep ngga’ bisa disebut plagiat loh).

1108 hari
Sendiri
Menanti
Tak pasti

1108 hari
Renungi
Cinta sejati
Tak henti

1108 hari
Sendiri…
Sendiri…
masih sendiri


Ode Untuk Ade

Tulisan ini buat seseorang di seberang pulau sana. Sebagai balasan atas pesan pendek tadi sore. Sori kalo bahasanya agak kacau, coz emang ga pake pilih-pilih kata lagi…. :D

Usah Menungguku

Kau katakan… kau menunggu
waktuku tiba lebih dulu
Meski aku tak mau, tetap kau ingin begitu

Kau nyatakan seolah tak habis rasaku
Meski kuyakin kau tahu
Bahwa hati kecilku mengharapkanmu

Jika memang t’lah tiba waktumu
Menikahlah lebih dulu…!
Usah menungguku
Sebab aku mungkin kan memilih tuk sendiri dulu

Kirimkan saja undangan itu !
Sebab mungkin aku takkan mengirim sesuatu
Mungkin itu dapat hentikan penantian panjangku

Walau takkan pernah menghapuskan rasa yang tulus


Kau Cantik Hari Ini

Entah kenapa, dini hari ini tiba-tiba pengen dengerin lagunya Lobow yang berjudul Kau Cantik Hari Ini.  Simak deh liriknya.Buat bonus,Kenzt kasih videoklipnya juga, ngambil dari YouTube.

httpv://www.youtube.com/watch?v=Yvb5zkfoHNE

Lama sudah tak kulihat
Kau yang dulu ku mau
Kadang ingat kadang tidak
Bagaimana dirimu ?

Reff:
Kau cantik hari ini
dan aku suka…
Kau lain sekali
dan aku suka…

Entah ada angin apa
Kau berdiri di sana
Berhenti aliran darahku
Kau menatap mataku

Kau cantik hari ini
dan aku suka
Kau lain sekali
dan aku suka

Takkan ku biarkan lagi
Menghilang dari kehidupanku

Back to reff (2x)

Ah sayangnya tuh lagu cuman lagu aja. Beda sama kenyataan yang terjadi di kehidupan sehari-hariku…. :(


1 Menit Lebih Lama

Selalu saja kutakut untuk membuat sebuah keputusan untuk mengakhiri penantian panjang. Padahal 1000 hari lebih telah berlalu.

Tetap sama. Alasan yang sama dengan ketika dulu aku mulai meragukan kekuatan penantian ini. Ku takut… kuhanya butuh waktu 1 menit lebih lama, ketika aku memutuskan berhenti dari penantian lalu 1 menit sesudahnya engkau datang.

Sungguh tak ingin ku menyesal. Hingga diam, tak memilih dari kebimbangan telah menjadi sebuah keputusan yang berarti penantian panjang. Namun tetap saja, ku takut ini semua hanya butuh waktu 1 menit lebih lama.

Hingga akhirnya kau datang.


Page 2 of 712345...Last »