Menjelang 6 Juli 2008 Part 2
June 23, 2008
Lanjutan dari posting ini.
Ternyata, 1 Menit itu tak pernah ada. Tulisan ini terjawab sudah:
Selalu saja kutakut untuk membuat sebuah keputusan untuk mengakhiri penantian panjang. Padahal 1000 hari lebih telah berlalu.
Tetap sama. Alasan yang sama dengan ketika dulu aku mulai meragukan kekuatan penantian ini. Ku takut… kuhanya butuh waktu 1 menit lebih lama, ketika aku memutuskan berhenti dari penantian lalu 1 menit sesudahnya engkau datang.
Sungguh tak ingin ku menyesal. Hingga diam, tak memilih dari kebimbangan telah menjadi sebuah keputusan yang berarti penantian panjang. Namun tetap saja, ku takut ini semua hanya butuh waktu 1 menit lebih lama.
Hingga akhirnya kau datang.
dan ternyata waktu untuk bertemu denganmu itu tak pernah ada lagi. Memori Kawan Lama pun t’lah terjawab pasti.
Hari ini aku bertemu seorang kawan lama. Sejenak, namun cukup untuk menggali semua memori yang pernah terjalin antara kami berdua. Begitu banyak tawa canda mengalir lepas hingga tak terasa terkadang airmata menetes.
Satu jam pertemuan itu, jika arlojiku tak melebihi atau mengurangi. Hingga akhirnya dia melanjutkan kembali perjalananan panjangnya dan aku beranjak kembali menuju kehidupan sosial sehari-hariku.
Semoga masih ada cukup waktu untuk bertemu denganmu sekali lagi, suatu waktu nanti. Pikirku.
Dan, hingga pada akhirnya Cinta Sejati, di dalam hati ini, kelak takkan pernah ada yang tahu. Adakah akan berhenti atau justru takkan pernah sanggup untuk mati.
Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Semua harus tetap berjalan, tak peduli penuh penyesalan dan kesedihan. Mungkin aku menanti, mungkin cinta telah mati, atau mungkin cinta sejati, tapi saat sendiri kehidupan harus terus dijalani dengan sepenuh hati.
Undangan itu, bukan berarti ku tak lagi mencintaimu. Bukan pula berarti ku tak mencintai dengan ia yang inisial namanya dirangkai dengan inisial namaku. Dulu pun aku tak mengerti, bahwa cinta sejati bisa tetap tersimpan, sambil terus berjalan menyongsong masa depan.
Pada akhirnya, cinta sejati hanya dapat dirasakan oleh yang mengalami. Sebab hati punya kita sendiri, sebab hidup harus terus dijalani.
Serta, mungkin sikapku dalam tulisan ini pun akhirnya harus saya ubah.
Menulislah… Walau terkadang menulis hanya kan bangkitkan sedikit kenangan masa lalu dengannya, janga berhenti!.
Ceritakanlah pada dunia, meski mungki sebagian diantara mereka tertawa. Meski sebagian diantara mereka menganggap hidupmu terlalu menderita. Atau mungkin sebagaian diantara mereka menganggap dirimu bodoh hanya karna terlalu setia pada satu cinta.
Apapun itu… menulislah. Meski mungkin kau tak pandai menggunakan kata-kata berkilau makna. Meski mungkinTuhan tak pernah melahirkanmu dengan talenta Pujangga. Menulislah, biarkan semuanya abadi dalam kata-kata.
Hari ini mungkin kau bersedih ketika menuliskannya, saat itu semua hanya kenang dan penantian. Mungkin nanti kau akan tersenyum penuh bahagia, mengenang semua proses kehidupan yang telah membuatmu dewasa. Dalam menghargai cinta. Dalam menghargai kehidupan dan bertahan di dalamnya.
Dan kelak, ketika aku harus merasakan lagi seluruh kerinduan tentangmu, mungkin hanya Puisi Merindukanmu ini yang mampu kuatkanku. Bahwa aku pernah merasakan kerinduan yang jauh lebih redam daripada nanti.
Ketika aku merindukanmu…
Kutuliskan semua rasa yang ada
Kucoba rangkai menjadi bait-bait puisi indah
Seadanya rasa ini, sedalamnya hatiku
Ketika aku merindukanmu…
Tak terasa tetes airmata jatuh di pipiku
Dikala tak sedikitpun dapat kutemui adamu
Lirih pun tak kudengar suara manismu
Ketika aku merindukanmu…
Aku ingin waktu berputar ke masa lalu
Saat dimana aku ada disampingmu
Ketika dirimu belum pergi dari kehidupanku
Ketika aku merindukanmu…
Langit yang biru pun terasa kelabu
Panas mentari tak mampu hangatkan jiwaku
Tak ada rasa indah dalam kehidupanku
Ketika aku merindukanmu…
Berjuta angan inginkan kembali kehadiranmu
Walau harus berjalan jauh menjemputmu
Kurela demi bahagianya hatiku
Ketika aku merindukanmu…
Semua langkah tanpamu terasa kaku
Tak ada tawa terlahir serenyah bersamamu
Hidup sepenuhnya terasa pilu
Ketika aku merindukanmu…
Ingin rasanya aku menuruti semua egoku
Raih bahagiaku, mungkin acuhkan bahagiamu
Syukurku, ketika merindukanmu tak ku lakukan itu
Ketika aku merindukanmu…
Kutatap langit, kulihat engkau menatapku
Kutatap air, kuingat kenangan bersamamu
Kutatap hidupku, begitu kosong tanpamu
Ketika aku merindukanmu…
Aku bersedih kala teringat dia disampingmu
Begitu ingin kuhapuskan kerinduan ini
Namun hati masih ingin mengharapkan kembalimu
Ketika aku merindukanmu…
Berjuta tanya menyeruak dipikiranku
Adakah juga kau rasakan kerinduan padaku
Tak terbersitkah keinginan bertemu lagi denganku
Ketika aku merindukanmu…
Tak sedikitpun kusesali pertemuan awal itu
Tak ada hasrat untuk memisahkanmu
Tak ada rasa ingin membelenggu jiwamu
Ketika aku merindukanmu…
Ratusan malam kuhabiskan menunggu
Banyak mimpi kutabur di taman hatiku
Berharap esok kau berdiri di depan pintu hatiku
Ketika aku merindukanmu…
Terkadang datang ragu, coba tepiskan indahmu
Terkadang kupeluk bayangmu yang semu
Kutatap fotomu, berharap engkau melihatku
Ketika aku merindukanmu…
Berjuta penyesalan hadir atas semua khilafku
Berandai dapat kuperbaiki masa lalu
Seandainya dapat, kutata ulang kehidupanku
Ketika aku merindukanmu…
Terselip tanya “adakah kau menyesal mengenalku ?”
Terselip tanya “tak bisakah kau miliki saja diriku ?”
Terselip tanya “begitu mudahkah hapuskan diriku dari kehidupanmu ?”
Ketika aku merindukanmu…
Setengahnya kumerasa malu, karna mungkin hanya aku
Di sampingmu bukan diriku, mungkinkah dipikirmu ada diriku
Hingga dihatimu, masih bisa merindukan sosok lemahku
Ketika aku merindukanmu…
Hanya ungkapan rasa ini yang kumampu
Meski takkan pernah dapat menjadi obat bagiku
Sedikitnya melepaskan sedikit rasa dari hatiku
Ketika aku merindukanmu…
Kurelakan semua rasa sayang ini menunggu
Kubiarkan diri ini mengenang memori masa lalu
Kuyakinkan hatiku jangan memilih tuk ragu
Ketika aku merindukanmu…
Harapan tumbuh, serasa ku mampu sendiri dulu
Kubiarkan hati putih tanpa debu cinta yang lain
Mencoba buktikan betapa setianya diriku
Ketika aku merindukanmu…
Kuberikan semua rasa sayang yang tulus untukmu
Kuhapus ingatan tentang ketaksempurnaanmu
Kuyakinkah hati sesungguhnya kita adalah satu
Ketika aku merindukanmu…
Kusadari betapa lemahnya diriku tanpamu
Kuteringat betapa kasarnya diriku dulu
Betapa ingin memohon dirimu kembali padaku
Ketika aku merindukanmu…
Kucoba merangkai semua imaji bahwa kau pun merindu
Kucoba bermimpi kau pun memimpikan keberadaanku
Kucoba menunggu, buktikan takdir dan inginku
Ketika aku merindukanmu…
Tak kuasa logika atas semua rasa dalam hatiku
Tak kuasa raga atas keberadaan jiwa lemahku
Tulus mencintaimu, dari ketidaksempurnaanmu
Ketika aku merindukanmu…
Kupintakan dirimu sehat s’lalu hingga batas waktu
Berkhayal kelak dapat kulihat kembali sosok indahmu
dan kudengar lagi… suara manja dan manismu
Ketika aku merindukanmu…
Kuterpaku dengan kata-kata cinta dan setia
Tulus dan tanpa harus dirasa oleh berdua
Hingga sering membuatku menjadi rapuh
Ketika aku merindukanmu…
Menjadi seperti inilah diriku
Terlihat jelas seluruh isi hati dan pikiranku
Hanya karena aku merindukanmu…
Kurasakan putih dan tulusnya cinta
Indahnya memberi, teguhnya rasa
Bagaimana hati mencoba setia
Ketika aku merindukanmu…
Rindu hanyalah satu-satunya kata di hatiku




















hei aq indah,slam knal ya??aq ska bgt puisi2 km….bnyak puisi km yang mwkili prasaan q.aq pun jg sperti km yg selalu menunggu n mrindukan dia,walau pun sekarang ini dia sudah menikah dgn wnita plihan orang tuanya,,dan puisi km ini sangat buat aq mngerti dgn apa yang km rasa
aku pengen nangis baca tulisan itu,,,,,,kayanya sediiiiiiih banget rasanya aku ikut ngerasain apa yang kamu rasakan,,,,apa memang cinta itu selalu menyakitkan ya mas??? aku selalu ngerasa sperti itu karna cinta yang hadir dalam hidupku selalu menyakiti aku…….mudah-mudahan kau temukan cinta sejatimu dirumah yang baru,,,tek perlu bersedih untuk masa lalu yang pernah hadir…………
Mas kenzt, aku pengen minta pendapat dari Mas kenzt,
apa penantianku ini salah..?? & apa aku harus tetap menantinya..?? menanti zae yang sangat aku cintai, zae yang dulu pernah bersamaku, zae yang dulu memberikan cahaya’y padaku,, hari itu,hari setelah hari ultahku zae bilang dia juga msh sayang padaku, tp kbr’y jarang aku dengar sikap’y buat aku bingung.. sampai saat ini pun aku msh menanti seorang zae-zae.. karena ak takut suatu saat nanti dia datang di saat aku telah berhenti menanti & punya khidupan yang baru.. aku ga mau semua itu terjadi..
perjalananku hampir sama dengan Mas kenzt.. makanya aku suka bgt sama puisi2 Mas kenzt.. maknanya dalem bgt n’ puisinya aku bgt..
( zae-zae 26Juni86 )
@Indah:
Terima kasih Indah… Sangat jarang seseorang mampu berada dalam sudut yang sama persis dengan apa yang Kenzt rasakan dalam setiap penulisan puisi prosa diatas.
@Shanty:
Tidak… Cinta ngga’ menyakitkan Shan… Cinta itu indah, dan aku sama sekali tidak merasakan sakit hari ini ataupun hari kemarin ketika tulisan-tulisan di AnggrekBiru.Com itu lahir. Cinta hanya terlalu susah untuk dimengerti manakala hati dan kenyataan menampakkan permukaan yang berbeda.
Jangan pernah membuat Orang di masa lalu tampak buruk, hanya karna kita merasa sakit hati setelah berpisah. Mungkin mencintai yang harus kamu lalui berkali-kali dengan orang berbeda adalah sebuah proses panjang menemukan cinta sejati. Hingga akhirnya semua sakit itu hilang, berganti dengan satu senyum kebahagiaan.
indah dibalas pada July 29th, 2008 9:26 pm:
mas…slah g klo aq tetep sayang dia meski dia udah pnya istri?dan dia jg msh sayang aq??dia suruh aq tetep ad bwt dia…dan seharusnya mei lalu aq udah nkah dgn dia tapi dia pergi krna org tuanya
sakiiit bgt….!!!dan sekarang dia balik lg mnuin aq di bali…aq seneng bgt tp saat aq inget dia udah nikah aq ngerasa sakiiit………dan ternyata menunggu itu bener2 menyakitkan…baru kali ini aq jatuh cinta dan baru kali ini aq ngerasain sakit yang amat sangat
@26 Februari:
He..he.. tenang aja, banyak kok yang punya kisah sama dengan kamu. Atau aku.
Haruskah menanti? jika memang menanti itu kamu rasa adalah menanti seorang yg tepat, kenapa harus berlalu?
Apapun pilihan kamu, kehidupan harus terus berjalan. Dan jika kamu sudah memilih, ketahuilah semua kemungkinan dari pilihan-pilihan tersebut, agar tidak melahirkan kekecewaaan.
mm .. sedih banged baca puisinya. Tapi bagusnya itu bisa dituangkan dalam bentuk puisi. Bait demi bait bisa mencerminkan keluh kesah hati juga kerinduan. Apalagi banyak temen temen yang menguatkan hati ..
Hidup emang berat, tapi kalau kita bisa melihatnya positif dan ikhlas, mudah2an jalan yang lebih baik yang telah dipersiapkan Tuhan akan membentang di depan kita.
Dan itu yang menguatkan kita untuk lebih ringan melangkah khan ..
Lam kenal ya ..
thankz mas Kenzt atas opininya,,,,,,,,
sometimes emang ku ngerasa semua kisah cinta yang aku lewati tu salah,,,hadir disaat yang salah dan orang yang salah,,,,pi sekarang aku tau bahwa aku gak bisa begitu aja nyalahin cinta yang hadir dihatiku dan orang yang datang dalam hidupku……semua emang udah digariskan sperti itu….
aku hanya berharap suatu saat aku akan menemukan senyum kebahagiaan yang selalu aku impikan itu dan menghabiskan sisa waktuku dengan orang yang tulus menyayangi aku……..aku akan menunggu sperti AnggrekBiru ini…….
cinta…???
memang terlalu sulit untuk didefinisikan, setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang cinta, mungkin sudah tidak terlalu penting bagi kita apa makna sesungguhnya dari cinta, kita sudah cukup hidup dari perwujudan cinta yaitu bahagia, derita, rindu dalam penantian bahkan sakit hati yang berujung dendam. mungkin seperti itu dalam pengertian orang2 dan mengungkapkan cinta bisa lewat apa saja, setangkai mawar merah muda atau sebatang coklat. demikian juga halnya memutuskan cinta bisa lewat selembar surat. akan tetapi tidak ada salahnya jika semua itu kita ganti dengan sepenggal puisi yang sederhana yang sekaligus dapat dijadikan kenangan terindah…
bukan begitu kah kenzt….?????
mari kita hidup untuk cinta, meskipun terkadang cinta membuat kita menderita. bagi seorang pecinta sejati tidak ada kata menyerah untuk cinta. jadikan diri kita sebagai pecinta sejati..
berjuanglah selalu untuk seseorang yang kamu nanti kenzt…
seneng banget baca tulisan yang punya nyawa.
maknanya juga daleeem abizzz…
tak akan habis waktu bercerita tentang cinta.
saat kita merasakannya,kita tak akan peduli pada selainnya.
jangan pernah bhnti,Kenzt…
berilah ruh pada tiap kata2mu..
AKU JACK aku terharu dnga puisi puisi mu kenzt krna aku pernah mraskan bagai mana manis pahit nya cinta aku salaut pada mu yg terga menerima semua ini , aku cuma bisa berkata terus maju suatu hidup ini pasti berubah dan kenzt pasti menemukan cinta sejati mu ,Selamat berjuang….!
Kenzt dibalas pada July 2nd, 2008 3:29 pm:
Thanx Jack…
Nih Jack siapa yah?
sepertinya mas kenzt lelaki yg bijaksana . Kalau dengan merindukannya mas kenzt merasa lebih tegar maka rindukanlah ia sebisamu..
salam kenal ya..
Kenzt dibalas pada July 2nd, 2008 3:31 pm:
thanx yah Situ…
maz kentz gimana dong cara cari inspirasinya biar pas buanget