Puisi
Puisi… kutulis dan kurangkai
Saat inspirasi dan sebentuk emosi
Menggerakkan otak dan jemari
Memilih diksi mencari analogi
Meski bukan penyair ku tetap bersyair
Meski bukan pujangga tetap kubersuara
Tak pernah peduli apa mereka bilang
Syair dan Puisi bagiku kebebasan
Puisi… kau caci dan kau puji
Sesuai batas mengarti dan imaji
Terimakasih… ku kan menulis lagi
Meski kosong puji dan caci
Adakah Engkau Mencintaiku
Puisi berjudul Adakah Engkau Mencintaiku ini ditulis oleh seorang wanita bernama Neela dalam komentarnya untuk Puisi Kenzt yang berjudul Apa Kau Mencintaiku. KenzT publikasikan ulang agar rekan-rekan semua bisa membacanya dan mengapresiasikannya. Simak deh….
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU
beribu hari ku lalui bersama mu….
namun kau tak pernah peduli kan hadirku….
berjuta masa ku menemani raga mu…
namun bathinmu tak pernah ingin kan ku…
hingga ambang batas rasa cintaku….
ku langkahkan kaki menjauhi mu….
namun tetap tak kau relakan….
apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu???
cinta atau kah sebatas keinginan dan ke egoisan???
ku terdiam sejenak tuk memutuskan…
namun cinta ku pada mu tetap berkobar…
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di dekat mu…
hari pun silih berganti…
namun kau tetap seperti yang dulu…
acuh dan tak peduli pada cintaku…
dan hingga batas waktu ini…
slalu dan kan slalu kUpertanyakan…
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU
Petualang
Puisi berikut ini Kenzt tulis tanggal 24 September 2008. Puisi satu ini niatnya bercerita tentang seorang wanita penuh cinta putih yang ditinggal oleh seorang Lelaki. Wanita ini memang sempat meragu dengan kasih sayang sang Lelaki tersebut namun rasa cinta yang dimiliki mengalahkan keraguan batinnya. Akhirnya, wanita tersebut hanya bisa menuliskan puisi seperti di bawah ini.
Coba disimak deh! Semoga apa yang Kenzt maksudkan diatas udah bisa tersampaikan lewat tumpukan kata-kata berikut ini. baca puisinya disini
Wajah Baru Antologi.NET
Rekan, kali ini Kenzt hanya ingin menginformasikan bahwa Situs Antologi.NET sudah mengalami perubahan wajah, menjadi lebih segar dan nikmat dipandang mata.
Ada juga perubahan lainnya, yaitu kini seluruh penulis yang ingin berkontribusi di Antologi.NET tidak perlu lagi mendaftar sebagai member dan juga yang sudah terdaftar sebagai member, tidak perlu lagi login hanya untuk mengirim karyanya. Kenzt sudah sediakan satu menu Kirim Tulisan sebagaimana prosedur yang sama dengan di Puisiku.NET.
Singkat kata, kini ada 2 pilihan tempat yang sama baiknya untuk mencurahkan karya tulisan kamu yaitu di Antologi.NET serta Puisiku.NET.
Selamat menulis !
Aku Memilihmu
Update, 13 Oktober 2008:
Situs Puisi AnggrekBiru.Com mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, untuk seluruh rekan-rekan yang menyukai puisi berjudul Aku Memilihmu ini. Terima kasih juga untuk seluruh rekan yang turut mempublikasi ulang puisi satu ini di blog masing-masing, membuat pengelola AnggrekBiru.Com menjadi makin semangat untuk terus berkarya menghasilkan puisi-puisi cinta lainnya.
Aku memilihmu…
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman
Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia
Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa
Entahlah
Kali ini Kenzt cuman ingin menampilkan lagi, puisi lama Kenzt yang dulu sebenernya udah pernah dimuat di AnggrekBiru.Com versi 2006 (sebelum database terhapus pada tengah 2007). Sementara satu dulu, lain waktu kalo gada inspirasi untuk nulis, Kenzt muat lagi yang lainnya. Read more
Di Odecya.Com
Barusan, saya berencana untuk nulis satu puisi lagi di AnggrekBiru.Com ini. Eh, ngga’ taunya setelah selesai, kayaknya puisi tersebut lebih layak kalo dimasukkan ke Odecya.
Jadinya, puisi baru Kenzt tersebut bisa kamu baca di Odecya. Judulnya “Meski Tak Puitis“.







