Apa Kau Mencintaiku

Ada sebuah permintaan dari pengunjung blog Puisi Cinta AB agar saya menulis puisi berjudul “Apa Kau Mencintaiku“. Request tersebut dapat anda simak dalam posting berjudul Cinta Untukku. Karena kebetulan saya lagi nganggur, dan kebetulan malam ini saya tidak bisa keluar kemana-mana (gara-gara hujan dan saya hanya memiliki sepeda motor yang bisa mengantar ke tempat tujuan), jadilah saya mencoba untuk menuliskan puisi sesuai permintaan Leli tersebut. Karena Leli hanya memberikan Judul Puisi saja, maka saya mencoba untuk membuat isinya sesuai dengan yang terbersit di pikiran saya saja. Semoga Leli dan anda semua yang membacanya suka. :D

Apa Kau Mencintaiku

Di luar…langit hujan malam ini
Dengan laptop usang, ku coba untuk menuliskan sebait puisi
Mencoba mengenang yang terjadi
Dari sebuah ingatan, yang mungkin t’lah tercampur emosi

Mungkin kau tak ingat aku lagi
Hanya tinggal kenangan, yang tak jelas adakah memiliki arti
Namun aku tak pernah berhenti
Walau ku tahu harapan…takkan menjadi nyata di hidup ini

Tiba-tiba hatiku bertanya,
Adakah habis malam ini kan datang esok pagi ?
Sebab aku ingin kau menjawab,
Adakah aku dulu sungguh-sungguh ada dalam hati ?

Kuingat…semua berlalu begitu cepat
Seperti pagi menjelang dan mendung datang bersamaan
Tanpa sebuah alasan, tanpa sebuah pesan
Cinta yang kau ucap, esok pagi di telan mendungnya awan

Mungkin aku tak pantas lagi bertanya
Meski sejuta hasrat ingin kau dapat menjawabnya
“Adakah dulu, kau sungguh mencintaiku?”
“Adakah kini, tak lagi ada aku di hatimu?”


43 komentar untuk “Apa Kau Mencintaiku”

  1. Alan says:

    Di kegelapan aku sndri..tiada lagi engkau disisi.
    Tp msh terbersit di memori ku tntang engkau..kau yg bgtu tega membuat smua ini…ku ingin kau kembli..rina..

  2. clara says:

    membekas di hati karangan clara

    hanya kenangan yang ku ingat bersamamu
    hanya kata-kata mutiara yang terucap dari bibir manismu
    mengapa kau pergi meninggalkan diriku?
    di saat aq mencintaimu, di saat aku menyayangimu dan di saat hatiku hanya untukmu, kau malah berkata, “jangan kau ganggu aku lagi, karna habis lembaran aku akan menikah dengan wanita lain, maafkan aku.”
    aku bingung harus bicara apa lagi, hanya air mata yang menetes dan penyesalan.
    dan hatiku berkata, mana janjimu kalau tidak akan pernah meninggalkanmu? dan mana janjimu kalau tidak gampang kena bujuk rayu seorang wanita? aku ingin melupakan semua tentangmu. tapi kenapa aku belum bisa melupakanmu?
    apa karena aku terlalu mencintaimu sehingga aku di lema akan cintamu? saat ini hatiku hancur, sakit dan terluka.
    kenapa dulu aku terlalu mempercayaimu? kenapa dulu kau membawa cinta kepadaku kalau hanya untuk menyakiti dan mempermainkan perasaanku???
    ku pikir kamu adalah masa depanku dan bisa membuat aku bahagia tapi aku salah dirimu gampang kena bujuk rayu seorang wanita. aq sendiri yang menggobati rasa perih di hatiku. tapi sudah 1 bulan kenapa aku belum bisa melupakanmu?
    apa dengan kata maaf bisa menyembuhkan luka di hatiku? mengapa kau luka hatiku separah ini? apa salahku kepadamu sehingga kau membenci diriku dan kau maki-maki diriku? kalo aq masih banyak salah dan kekuarangan aku pasti bisa berubah.
    tapi aku yakin ini semua sudah terlambat dan dirimu telah menikah dengan wanita lain. aku sendiri yang menggobati rasa perih di hatiku.
    dan mengapa dulu aku selalu membanggakan dirimu kepada teman-teman dan orang tuaku?
    aku menyesal telah mencintaimu aku menyesal telah percaya kata-kata manismu.

    hanya 1 pesanku untuknya, kalau kamu menyesal jangan pernah temui diriku dan kalau kamu dapat karma jangan salahkan diriku.
    aq masih ingat janji dan sumpah kamu demi Tuhan.
    hanya tuhan yang tau dan hanya tuhan yang dapat membalasnya

    motto : maafkan diriku yang tak bisa membahagiakan dirimu
    semoga dirimu bahagia dengan dia
    makasih untuk semuanya

    kejadian tanggal 24 september 2008

    yang pngn kenalan hubungi gw 08561324559

  3. wahyu kurniawan says:

    sudah…aku pergi
    bukan kau tak mempunyai arti
    bukan karna ku tak tahan lagi brada disini
    bukan juga karna takut mrereka memaki
    hanya saja ku tak ingin ada yang makin tersakiti,,

    kelak kita kan mengerti…

    kuharap kisah kLian kan abadi
    namun biarkan aku bersembunyi sembari menanti
    dan kan tetap ku sisakan sekeping hati
    bila kaLian tak abadi

  4. xittie says:

    aku mengenalmu dari kata..
    bukan dari mata..
    aku menyayangimu dengan jiwa…
    bukan dengan raga..
    aku merindukanmu dengan rasa..
    bukan dengan hampa..
    aku mengasihimu dengan cinta..
    bukan dengan dusta…

  5. idiot says:

    saat hatiku kosong
    kau isi dengan cinta
    tapi mengapa kau berbohong
    dan hanya tebarkan luka
    kau kira aku bahagia
    melihat kau bersamanya
    mungkin aku hanya orang k-3
    yang kini tiada bahagia
    dan mungkin ini takdirku
    untuk tak bisa rasakan cinta
    tapi aku tetap menuggu
    pendamping diriku yang setia
    mungkin tiada gunaku berduka
    sebab dia takkan kembali
    tapi aku tetap akan berdo’a
    semoga harapanku aakn terjadi

  6. keisha says:

    kau bilang aku wanita yang terhebat yang pernah kau kenal
    tapi apa yang kau lakukan?
    sungguh diluar dugaanku,kau meninggalkan aku begitu saja
    penghianaaaaaaaaaaanatttttttttt

  7. Wahyu says:

    Letih aku jalani hidup
    menapaki cinta di atas bayang memumu
    mungkin jika jantung ini berhenti berdetak
    aku akan melupakan semua kenangan bersama mu
    sa’at ini aku bahagia karna mampu membencimu dengan rasa yang tak pernah aku punya walau
    terkadang q merindukan wajahmu yang amat indah di mata ku
    aku mencintai mu namun rasa ini tertutup dendam yang pernah kau lakukan pada ku,namun ijinkan aku mencintaimu meski untuk tak aku miliki
    Retihan
    Hati
    Serpihan
    Luka

  8. Me' says:

    Kalau dengan mencintai saja aku sudah bahagia..
    Aku akan rela melakukannya..
    Tanpa menuntut..
    Tanpa meminta lebih..
    Kalau dengan mencintai saja..
    Itu membuat hati kamu bahagia..
    Aku tak akan pernah bisa berhenti..
    Melakukannya..

Beri komentar