Apa Kau Mencintaiku

Ada sebuah permintaan dari pengunjung blog Puisi Cinta AB agar saya menulis puisi berjudul “Apa Kau Mencintaiku“. Request tersebut dapat anda simak dalam posting berjudul Cinta Untukku. Karena kebetulan saya lagi nganggur, dan kebetulan malam ini saya tidak bisa keluar kemana-mana (gara-gara hujan dan saya hanya memiliki sepeda motor yang bisa mengantar ke tempat tujuan), jadilah saya mencoba untuk menuliskan puisi sesuai permintaan Leli tersebut. Karena Leli hanya memberikan Judul Puisi saja, maka saya mencoba untuk membuat isinya sesuai dengan yang terbersit di pikiran saya saja. Semoga Leli dan anda semua yang membacanya suka. :D

Apa Kau Mencintaiku

Di luar…langit hujan malam ini
Dengan laptop usang, ku coba untuk menuliskan sebait puisi
Mencoba mengenang yang terjadi
Dari sebuah ingatan, yang mungkin t’lah tercampur emosi

Mungkin kau tak ingat aku lagi
Hanya tinggal kenangan, yang tak jelas adakah memiliki arti
Namun aku tak pernah berhenti
Walau ku tahu harapan…takkan menjadi nyata di hidup ini

Tiba-tiba hatiku bertanya,
Adakah habis malam ini kan datang esok pagi ?
Sebab aku ingin kau menjawab,
Adakah aku dulu sungguh-sungguh ada dalam hati ?

Kuingat…semua berlalu begitu cepat
Seperti pagi menjelang dan mendung datang bersamaan
Tanpa sebuah alasan, tanpa sebuah pesan
Cinta yang kau ucap, esok pagi di telan mendungnya awan

Mungkin aku tak pantas lagi bertanya
Meski sejuta hasrat ingin kau dapat menjawabnya
“Adakah dulu, kau sungguh mencintaiku?”
“Adakah kini, tak lagi ada aku di hatimu?”

45 komentar untuk “Apa Kau Mencintaiku”

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru