Terucap satu kata syukur saat kau hadir
Menemani hari-hari meski tak slalu
Ada setia terwujud rasa saling percaya
Walau tak jumpa tetap kan cinta
Berjalan dengan waktu, kayuh hidup berdua
Sisipkan makna untuk masa depan
Goreskan setitik harapan tentang cinta
Hidup ini adalah untukmu
Bukan kutak pedulikanmu, bila ku tak slalu ada
Ini juga untukmu demi masa di hari nanti
Yakinlah…aku cinta
Bukan berarti kutak setia jika kau cemburu
Atas semua langkah demi masa dihari nanti
Yakinlah…aku setia
Maknai hari saat kuhadir dihadapmu
Lihatlah! Sorot mata ini tanpa dusta
Rasakanlah! Jiwa ini tak ingin kau lari
Kuingin denganmu sampai nanti

kenzt.. gw suka puisi2 lw,pa lagi yang sesekali dan kekasih sejati,,gw mu nanya leh gak? apa cinta itu tak harus memiliki? apa kita harus bertahan dari ketidak jujurannya??? makasi ya…
Makasih VP telah menyukai puisi-puisi yang aku buat.
Nah, kalo pertanyaanmu itu memang betul ditujukan ke aku, maka jawabanku adalah cinta memang tidak harus memiliki. Seperti halnya tidak cinta pun bisa memiliki.
Apa kita harus bertahan dari ketidakjujuran?
Apa untungnya bertahan dari ketidakjujuran? bukankah dengan kejujuran semuanya akan berjalan lebih indah, lebih nyaman? memang nikmat kejujuran tidak selalu datang seketika, tapi jelas kejujuran adalah yang terbaik. Jika ingin jujur, maka kamu harus menjauhkan diri dulu dari ekspektasi bahwa kejujuranmu akan diterima begitu saja. Inti dari kejujuran bukanlah diterima atau tidak kejujuran itu, melainkan sudah disampaikan atau belum kejujuran itu.
Gimana, dah cukup belum dapet pandangan dari aku? sorry, kalo kurang berkenan dengan jawaban yang aku berikan. Semoga juga kamu bertanya tanpa sebuah ekspektasi (agar tidak kecewa ketika jawabanku diluar ekspektasi itu).
Hallo kenzt gue datang lagi nich. numpang nebeng puisi lagi yach.nich puisinya
KAU BERARTI
Kau mengibaratkanku sebagai laut
yang mampu dan sanggup menampung apapun,
Kau juga pernah mengajarku betapa besarnya pengaruh cinta pada dunia
Kau pun pernah mengabarkanku, bahwa aku punya arti di hatimu
Dan memberiku pelajaran-pelajaran yang sangat berarti mengisi jiwa dan hati
Dan kini, aku benar sadar
Dirimu sangat berpengaruh pada kehidupanku
Kini kupunya senyum itu lagi, ku punya kebebasan, keceriaan dan tentunya kebahagian sejati
Terima kasihku padamu
Aku hanya memohon, jaga dan tetaplah kau dihatiku,
Jadikan aku selalu seperti laut itu, yang punya cinta yang mempengaruhi dunia
Dan, pengakuanmu bahwa aku juga akan tetap di hatimu
@Asta:
Dari semua yang udah kamu tulis disini, puisi diatas yang paling aku sukai…. ga tau kenapa….
mungkin karna loe emang lagi punya perasaan yang sama pada puisi di atas.
thnks atas sedikit pujiannya, tp yg pasti klo dibandingin dengan puisi2 karya loe, karya gue belum apa2
@Asta:
Kok jadi saling muji gini yah…??? anw, thanx…
bukan saling muji, tpi ini kenyataan kok. puisi2 loe T O P Banget, anggap aja gue lg belajar banyak dari loe. ok
@Asta:
Iya deh…. BTW sebenernya dari kemaren kamu udah aku buatin user account Ta’, cuman lupa ngemail. Abis ini aku mail deh.