Bunda bercerita tentang cinta dan kehidupan. Seorang anak duduk terdiam, mendengarkan dan menerawang. Waktu lalu tak pernah kembali datang menunggu di masa depan. Hingga akhirnya pengalaman menjadi satu sosok guru yang begitu berarti.
Sejenak terkagum, sejenak mengerti, dan sejenak mencoba memahami. Saat akhirnya hanya satu kesimpulan yang bisa didapati, “Ternyata cinta tak pernah memiliki harga mati”.






lumayan sie…tapi menurut aku puisi itu terlalu singkat,dan kata-katanya juga kurang menyentuh,lebih diperbaiki lagi ya…and maaf bukannya aku sok pintar dan maaf juga kalau kata-kataku menyinggung penulis.salam kenal dariku…..
IKHLAS MELEPASKAN DIRIMU KASIH
wahai bunga di depan rumah ku
apakah ku petik dirimu, sedangkan kamu sudah di hisap sarimu,
ingin ku siram lagi, tapi, aku tak berkuasa, berusahallah dirimu untuk melupakan aku. sedang dirimu sudah ada yang nyiram pagi dan sore
memang kasih sayang berbeda antara aku sama dia
sungguh aku takberdaya untuk kembali padamu,
aku pergi jauh tak akan kembali dalam pelukkan kamu
ku ucap terimakasih pada kamu telah setia pada ku cintamu