Berhenti Sejenak

Berhenti, walau sejenak. Sekedar merenung, melamun, dan menyusun. Tidak pernah salah suatu introspeksi diri. Tidak pernah salah suatu imajinasi. Tidak pernah pula salah yang namanya ambisi.

Manusia tak sempurna…

Hingga manusia harus selalu berhenti sejenak… Sekalipun pemegang Kuasa realita bukanlah manusia, tapi semua hal terkait dengan dosa, asa, dan rencana adalah milik makluk


7 komentar untuk “Berhenti Sejenak”

  1. zae^dd says:

    apakah gara2 Berhenti sejenak ini, Mas Kenzt ga nulis puisi dari hari itu??
    ko sepi seh… pada kemana nie…?
    Mas Kenzt, bikinin aku puisi tntng seorang cwe yg menunggu “hatinya” kembali…
    dd
    zae

  2. Kenzt says:

    @Zae^dd:
    He..he… bukan…itu cuman tulisan biasa ajah, dan ternyata bagian bawahnya ada yg terhapus tak sengaja…. doh…

    Ntar deh aku coba… niy lagi mau keluar dulu. Nyempetin cek blog ini bentar….

  3. [...] Aku tak dapat menemanimu Sekedar menengok ke belakang Atau berhenti sejenak karna lelah Terlalu berharga setiap waktu yang ada Sebab dunia fana tak [...]

  4. [...] Aku tak dapat menemanimu Sekedar menengok ke belakang Atau berhenti sejenak karna lelah Terlalu berharga setiap waktu yang ada Sebab dunia fana tak [...]

  5. [...] Aku tak dapat menemanimu Sekedar menengok ke belakang Atau berhenti sejenak karna lelah Terlalu berharga setiap waktu yang ada Sebab dunia fana tak [...]

  6. gin says:

    seperti di jalan tol kita perlu berhenti sejenak melepas lelah biar selamat…ya kan mas?

  7. febianmar says:

    buat malam yang sepi hanya bisa temani hati yang sunyi,hanya suara alam yang bisa mnemani kegundahan rasa hati yang mengingkari suara janji…

    kukan pergi mencari bisikan hati hingga cinta ini akn berarti,,,,,

Beri komentar