(Biasanya) Bukan Rayuan Gombal

Aku tidak pernah ingin melukis kata
Agar menjadi lebih indah untukmu
Agar berarti indah untuk jiwamu
Aku hanya berkata apa adanya

Aku tidak pernah bermain dengan senja
Hanya untuk memeluk dirimu
Saat gelap datang dan siang berlalu
Cinta ini mengalir tanpa rencana

21 komentar untuk “(Biasanya) Bukan Rayuan Gombal”

  1. vie_zae says:

    ko sepiiiiiiiiiii………………..
    Hey….Heyyy…………………

  2. Kenzt says:

    @Vie_Zae:
    Iya nih , sepi…. Mana komentar kamu juga cuman nanyain itu lagi…. ??? ;)

  3. vie_zae says:

    hmm……apa ya komentarnya… puisinya bagus… gitu aza dech…

  4. Kenzt says:

    @Vie_Zae:
    Iya deh…. thanks yah…

  5. Khairul Azme says:

    Hi….

  6. Khairul Azme says:

    bagi saya puisi2 yg slalu tampil di kenz cukup kreatip
    saya suka

  7. Kenzt says:

    @Khairul Azme:
    Hai juga….

    Terimakasih Azme…

  8. Yovan Wisnu says:

    Halloooo Mas Kenzt!!!! Habis ngider2 ketempat lain, kangen sama Anggrek Biru neh…!
    Berkata apa adanya memang jauh lebih baik daripada tidak berkata apa2 ya?

    Aku mungkin hanya kata-kata
    Yang sering tersangkut dibibirmu…
    Aku mungkin tiada makna…
    Jika bukan dari hatimu…

    Aku tak perlu berjubah…
    Dan aku tak usah bergincu..
    Jika sudah bulat tekadmu…
    Lontarkan aku bagai peluru…
    Siapa tau, aku memberimu seguci madu….

  9. Kenzt says:

    @Yovan:
    Iya nih lama tak jumpa disini…. he…he…he…

    Saya juga udah lama nih gak nulis… Masih kehabisan inspirasi
    :D

  10. asta says:

    duh pada kangen2an yach…
    kenzt gue ada puisi juga nich, mudah2an rada nymbung ma puisi loe di atas hihihihi ;)

    Tlah kucoba ingkari rasa ini
    Tlah kucoba bertanya akan hati
    Kebingunganku pada diriku sendiri
    Belum terjawab walau sudah ku mencari

    Hanya denting jam yang berbunyi
    Kupun mencoba mengajaknya berbagi
    Namun…
    Hanya detik yang berlalu dan berlari
    Meninggalkan jam yang menjadikan malam semakin sepi

    Aku hanya mendesah
    Dimana harus ku temui jawaban itu?
    Di dasar laut atau pada hutan belantara???

    Aku kesal
    Mungkin memang aku salah
    Jika harus mengartikan
    Kebaikanmu adalah sebuah harapan dan istilah, atau apalah

    Maaf!!!
    Jika perasaan itu tlah terlanjur muncur menghias hati
    Yang tak berdaya tuk ku tepi
    Dirimu ku akui cukup berarti
    Walau ku tak tau
    Apa ada rasa dihatimu Kini..???

  11. Kenzt says:

    @Asta:
    Kenzt masukin puisi kamu diatas ke dalam kategori Tulisan” Asta. Bagus sih soalnya….

  12. asta says:

    ok dech, terserah loe aja dech, yg puisi Ibu di atas pnya gue, boleh dimasukkin jugakan? hihihihi

  13. Kenzt says:

    @Asta:
    Eh iya belum dimasukin…

    Ntar malem aja deh… Dah ngantuk nih…. :D

  14. tompi says:

    aku suka dengan puisi ini…………………………

  15. Kenzt says:

    @Tompi:
    Tompi…. ? asli ato aspal nih…. :D

  16. shanty says:

    mas Kenzt ideku gi encer nih,,,,,,kali aja suka

    Jalan ini berbatu kekasih…………..
    terbentang di padang rasa yang panjang
    sepanjang rentangan tali benang – benang nurani
    aku yang lelah berjalan diatas lantai kehidupan
    karena beban seribu jalan di pundak
    hatiku yang resah dan gelisah
    coba tuk merangkai sajak tak bersua
    menyuarakan bisikan hati
    tentang busur panah yang menusuk jantung waktu
    tentang cinta yang perih
    dalam pusat pusaran segala rindu

    Sang waktupun terbangun dan melaju tak tertahan
    membenamkan aku makin dalam ke dasar yang terjal
    melepas segala sunyi di ujung mimpi yang terkubur
    hingga bisik resah menghampiri hatiku
    adakah harimu masih membawaku serta…………?????
    sementara aku masih menyanyikan kidung rindu untukmu
    dalam cinta yang tak pernah terucapkan

    Aku tahu cintamu memanggilku
    namun aku tak mampu melepas belenggu di jiwa
    melukiskan kepedihan yang tak terungkap
    sayap – sayapku kini tlah patah kekasih……..
    hingga aku tak mampu terbang menghampirimu
    aku hanya menunggu dan berharap
    bilakah saat itu tiba……….cintaku???

  17. lobon't says:

    apa-apaan.????????

  18. mr.anu says:

    buah duku buah kedong donk cium dulu donk

    ikan betok makan cacing,montok cing…

    ada jambu ada belimbing ngerujak yuk?

  19. dicky says:

    KERINDUAN

    seandainya,,,
    aku bisa terus melangkah kedepan
    tampa harus menoleh ke belakang
    mungkin aku takan seresah ini
    hanya keheningan
    yang setia menemaniku
    hanya gelapnya malam
    yang menjadi saksi bisu
    betapa aku sangat merindukanmu
    kasih,,,
    hadirmu dalam hidupku
    membuatku damai
    kau laksana pelita
    yang menerangi hari-hariku
    setiap awal dari langkahmu
    slalu ada dalam hatiku
    dan dalam tarikan nafasku
    terungkap rasa rinduku hanya untukmu.

  20. reins says:

    satu kta 3 huruf TOP

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru