Bingung

Semalam mentari menghilang
dan siang ini bulan ikut serta

Sungguh…
Cukup lama kunanti ia terbit
Hingga kusadari langit t’lah gelap

Sungguh…
Cukup lama kutunggu pijar bintang
Hingga kusadari salah jam

Kemarin…
Lautan masih kekeringan, sebab
Daratan masih saja kebanjiran

Kemarin…
Apa yang tampak masih saja tak terlihat
dan yang tersembunyi menyeruak dengan mudahnya

Bingung aku…

7 komentar untuk “Bingung”

  1. lian says:

    yang ini malah ketauan kalo betengkar ama pacar
    waduh…
    gawat donk

  2. lian says:

    baru belajar bikin ginian
    mohon dinilai kak

    SANG WAKTU

    Aku masih terus arungi hari
    Walau sekarang, tak seelok mimpi
    Segala kesombongan ini
    Membawaku bagai ditelan bumi

    Kurasakan kini, semua mulai mencercaku
    Mereka menusuk, merajam, dan mengiris empedu
    Dan satu hal yang sekarang ada dalam fikirku
    Aku membutuhkanmu

    Ya, namun bukan untuk membunuh sang waktu
    Seperti yang kutahu di masa lalu
    Sekarang, aku rasa, aku membutuhkanmu
    Tuk kembali bangkitkan sang waktu

    Ya, bangkitkan sang waktu

    Waktu kita tertawa
    Waktu kita memandang
    Waktu kita tersipu
    Waktu kita berangan
    Dan,
    Waktu kita berbagi canda

    Akankah sang waktu
    kembali padaku?
    Dan akankah dia bawa untukku
    senyum indah dari bibirmu?
    ****

    buat kamu, meskipun sekarang aku jauhin kamu
    aku mau kamu nunggu sampai saat itu tiba
    hingga aku berikan hati ini buat kamu
    sedari itu, tetaplah tegar dan tersenyum
    karena kalo kamu gak senyum
    dunia bakalan sedih, dan
    aku bakalan sangat sedih

  3. Kadi says:

    kebingungan adalah ketidakmengertian kita dalam meaknai diri kita sendiri, saat berjalan kaki tak tahu arah, namun jiwa yang menuntun kemana kaki harus melangkah..

  4. Rahman says:

    Kenz kpn2 bkinin aq puisi tentang:cinta q yg d gntungin tnpa kjelasan yg psti FLEASE YA:-)

  5. Ratna says:

    MASIH ADAKAH HATIMU UNTUKKU

    dimalam hari ketika ku berDO’A
    ku merenung…
    dan, meminta kepada sang KUASA
    disanadaran hati yang gundah
    saat ku mengingatmu
    saat ku mengenang cerita kita
    sempat ku berpikir…
    ku tersenyum…
    dan…
    ku menangis…
    semua karena pertanyaan yang ada dihati
    apakah kau memang benar benar mencintaiku
    apakah benar kau tulus menyayangiku
    ku yakin CINTAMU hanya sesuatu kebimbangan
    namun..semua itu kembali lagi kepada hatimu
    karena aku hanya bisa bertanya…
    “MASIH ADAKAH HATIMU UNTUKKU..???”

  6. tamam says:

    saya suka puisi ini.. hohoho

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru