Cinta Untukku

Puisi Cinta berikut ini ditulis oleh seorang subscriber AnggrekBiru bernama Santy. Dikirimkan via email dalam balasan untuk posting Puisi Kenzt sebelumnya yg berjudul Menjaga Hati. Santy belum memberikan judul untuk puisinya tersebut jadi sementara Kenzt beri judul sendiri dulu.

Adakah engkau disana sepertiku…….??
memasuki dunia tanpa musim
dimana aku dapat tertawa meski tak sepenuhnya
dimana aku dapat menangis meski tak habiskan air mata
memandang burung dan ombak dari rahim samudra
yang membisikkan musim ke ujung kehidupan
cintaku…………
kau tak mengenal aku
siapa akupun kau tak tahu
tapi cintaku akan tetap tinggal
dan bekas jarinya tak akan pernah terhapus

Adakah engkau disana sepertiku…..??
yang tidak mengukur kerinduan dengan sebuah tongkat yang berkilau
yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
yang merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas
aku yang terkurung……..mengambil sayap
tapi tak mampu mengarungi angkasa bebas
betapa sedihnya………
bila aku harus melepaskan sayap itu
dengan tanganku sendiri………

Engkau cintaku…………..
aku mendengar panggilanmu dari balik lautan
dan merasakan sayap – sayapmu membelaiku
aku ingin berlari kepadamu……..
namun kakiku terkurung diantara dua lampu
aku hanya bisa berdiri di sini
menangisi dan mendengarkan panggilan jiwamu
cintaku……………

writen at 08.20 friday, 18042008

37 komentar untuk “Cinta Untukku”

  1. ien_dach says:

    hy shanty….
    puici qm bgz bgd..
    aq cuka puici qm…
    laM kenal yW ma Aq….^_^

  2. shanty says:

    lam kenal juga ya ien_dach,,, thanks dah liat n suka ma puisi aku….

  3. CIKA says:

    sedihnya…….mang c….mencintai mang sakit dari pada di cintai

    “sakitnya mencintai,,,,,indahnya di cintai

  4. dera says:

    santi satu lagi wat dirimu 100% puisi banget, walau terbaca sekilas tapi membekas!!!

  5. stone says:

    KEPANJANGAN MALES BACCA ~~

  6. onyit myut says:

    Ketika nafas itu ada, tandai dalam kebisuan, tandai dalam sedih, menyeka muka dalam tawa, tak ada canda menghilang, parauku karna gemetar, aku sedih merepih dan menepis sumpahku

  7. asih says:

    puisinya cakep banget ….sungguh kagum aku

  8. marudut parsaulian rambe says:

    ” Siapakah CinTA itu,,??
    Apakah setiap mata yang memandang dengan relung yang terluka…??
    Cintamu…, Cintaku…, Cintanya.., Cinta mereka,..
    Cinta apa..??
    Disini…
    Dalam sebuah lubuk yang terjal dan membuat dewa dan dewi tergores….
    dia menangis dan tersayat…
    Karena apa..??
    Cinta bukanlah untuk di umbar dalam sebuah nirwana yang semu..!! cinta bukan untuk di lukiskan…
    karena cinta adalah rahasia… rahasia hati yang terluka…!!

  9. rojaks says:

    keren coyyyyyyyyyyyyyyy

  10. didi says:

    puisi mmank indh bgt!
    pas ma k’adaan hti q skrang!

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru