Di Atas Kereta

Di atas kereta, kutuliskan untukmu sebait puisi tentang lara
Tentang rasa yang tak pernah kumengerti akhirnya
Tentang cinta yang lahirkan makna di setiap kisah
Tentang dirimu yang terus mengendap dalam jiwa

14 komentar untuk “Di Atas Kereta”

  1. indah says:

    mgp tdk kau tambatkan perahumu di sebuah dermaga?
    pdhl kamu tahu bukan bahwa tidak hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima perahumu….
    kalaupun dulu pernah ada satu pelabuhan tenang yang kau mimpikan…
    bukankah masih ada pelabuhan lain yang patut disapa???

  2. Kenzt says:

    @Indah:
    Sebab waktu itu saya sedang naik sebuah kereta…??? he..he..he…

  3. eko says:

    zaman modern cinta hanya memandang satu perkara
    yakni kepribadian..
    beruntunglah yang memiliki banyak kepribadian
    diantaranya:

    mobil pribadi..
    rumah pribadi..
    uang pribadi…
    dan kerja pribadi…

  4. Kenzt says:

    @Eko:
    dan Obsesi Pribadi… (ini yang paling terselubung)

  5. shanty says:

    emang ide itu bisa tercipta di mana aja yaaa
    termasuk di atas kereta juga
    puisinya pendek tapi maniiiis banget……..
    seneng banget baca puisi puisi yang manis kayak gini
    sekalian ikutan nulis ya mas…

    Aku Mencintaimu

    Aku mencintaimu kekasihku……..
    jauh sebelum kita berdekatan
    sejak pertama kali ku kenal engkau
    aku tau ini adalah takdir
    yang kenangannya mengubah perasaan
    di relung hatiku………
    dan membuatku begitu bahagia
    dibalik segala kepedihan misterinya
    Cintamu…………
    adalah dunia baru yang memenuhi seluruh sisi sisi kalbu
    memenuhi duniaku dengan pelangi warna warni
    sehingga aku mampu melupakan
    segala derita rahasia kehidupan ini
    Aku mencintaimu kekasihku……..
    meski dalam pikiranku aku tak tahu
    mengapa aku mencintaimu
    dan aku tak mau tahu
    sudah cukup aku mencintaimu
    dalam hati dan jiwaku
    kehadiranmu ciptakan jiwa dalam jiwaku
    membuatku selalu mengharapkan
    lebih banyak hari…..lebih banyak malam
    dan lebih banyak kehidupan
    untukmu…………

  6. shanty says:

    satu lagi mas hampir lupa
    makasih yaa dan dibuatin katagori sendiri buat puisi aku
    aku seneeeeng banget…..

    makasiiiiiih banyak

  7. Kenzt says:

    @Shanty:
    Ide menulis memang bisa datang kapan aja. Sebenernya, lebih sering muncul karna memang hal-hal tersebut selalu ada dalam jiwa dan pikiranku. Namun demikian, kalo lagi terlalu banyak urusan, ide-ide tersebut seringkali terlupakan.

    Sama-sama. Ntar puisi kamu di atas aku masukin juga. :)

  8. nna says:

    Pergi saja dulu sendiri,,
    walaupun itu hanya menaiki sebuah kereta bertahta besi..
    sebab jika kau kembali pun,
    mega itu telah terlambat pulang ke peraduannya,,
    menyilahkan bulan untuk sejenak menggantikannya sampai esok hari..
    pelan.. semuanya akan tahu, dimana seharusnya tempat terakhir menghela nafas..

  9. nna says:

    Untukmu selalu terngiang kata,,
    tentang kita yang hanya egois menatap dunia..
    menjungkir balikkan keinginan untuk sekedar bercerita,
    tentang aku yang hanya menghitung malam,
    menunggu bayangmu pulang..

    itu kunang-kunangmu, kau berkata..
    berjubah emas termahal malam yang membuatnya indah..
    tidak, jawabku..
    itu cuma terali kejam yang membuatnya selalu terlihat dikegelapan malam..
    ketika dia ingin bersembunyi,
    sebenarnya..

  10. Kenzt says:

    @Nna:
    Semoga kamu menggunakan nama asli, karna aku terkesan dengan caramu menulis….

  11. [...] ada satu yang takkan pernah terjawab meski Undangan itu sudah terkirim. SepertinyaPuisi Cinta Di Atas Kereta mampu ceritakan [...]

  12. 3miL says:

    Sejak hadirmu diHidupku
    Kurasakan hal baru telah aku dapatkan
    Dalam senyum manismu..
    Dalam hembusan nafasmu..
    Terdapat kebahagian yang selama ini aku cari
    Yang belum pernah aku dapat dari penghuni2 hatiku yang dulu,
    Satu yang paling aku sayangi..
    Hanya Kamu…
    Kamu Seorang…

  13. galih says:

    cinta seperti gelombang yang datang dengan sendirinya
    kadang membuat kita takut ….kadang juga membuat hanyut
    so jangan takut untuk hanyut…..???

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru