Dulu kau bilang “jangan tinggalkan”
Sekarang kau bilang “Sudah lupakan!”
Sungguh aku tak paham
Dulu kau bilang hanya aku yang kau sayang
Takkan ada lain mampu menggantikan
Kini kau bilang itu silam
Dulu kau bilang dan aku percaya
Waktu berjalan tak sedikitpun kuragukan
Hingga s’mua menjadi kenangan

puisi bagus banget…
kentz, ditunggu ya yg dijanjiin ma gue hehehehe
tp sebelumnya kmren gue juga baru buat puisi, nebeng lagi yach. puiinya rada nyambung dengan yg di atas dikit.
TINGGAL JANJI
Kau dulu pernah berkata
Walau putus akan tetap menjadi teman sejati
Kau dulu pernah berjanji
Walau putus, bukan berarti putus silahturahmi
Tapi ternyata tak mudahkan?
Teman bisa jadi pacar
Dan pacar tidak bisa jadi pacar itu terbukti
Apa aku harus menagih janji ?
Apa aku harus sakit hati?
Atau, berharap terus itu pasti akan terjadi nanti
Mungkin setahun
Dua tahun
Atau bahkan
Sepulus tahun kemudian?
Tapi aku yakin, sampai ku mati
Mungkin Janji itu tinggallah janji
Karena dalam mimpi pun ia enggan menghampiri
RALAT RALAT LAGI
IH SALAH LAGI DEH
“Tapi ternyata tak mudahkan?
Teman bisa jadi pacar
Dan pacar tidak bisa jadi pacar itu terbukti”
yg benarnya :
“Tapi ternyata tak mudahkan?
Teman bisa jadi pacar
Dan pacar tidak bisa jadi teman itu terbukti”
Andai merindui lebih indah,
Andai tanpa bicara tiada kebencian,
Andai hadirku tergugat damaimu,
Andai keikhlasan disalah erti,
ku rela berdiam diri daripada memperkenalkan diriku………..
Hati pasti terseksa,
Jiwa pasti merana,
Orang dikasihi tiada bersama,
Namun…..
Tidak pernah kita terlintas
adakah dia bahagia bersama kita????
Adakah dia gembira hidaup bersama???
Sedarlah……
Mencintai seseorang bukan bererti mempunyainya,
Cuma sekadar melihatnya bahagia,
Walau dengan sesiapa sahaja,
Sudah cukup membuat kita bahagia…
Kerna itulah bukti sebuah cinta..
Dan percayalah…..
Sekiranya dia di takdirkan jodoh kita,
ianya pasti bersama jua…..
@Shida:
Saya percaya itu juga Shida…