Kali ini Kenzt cuman ingin menampilkan lagi, puisi lama Kenzt yang dulu sebenernya udah pernah dimuat di AnggrekBiru.Com versi 2006 (sebelum database terhapus pada tengah 2007). Sementara satu dulu, lain waktu kalo gada inspirasi untuk nulis, Kenzt muat lagi yang lainnya.
Terdiam di keseharian
rutinitas pasti, tanpa arti
menjalani, melewatkan
‘tanpa resah’ tapi menyadari
waktu terus saja membentuk jarak
sedang aku masih yang kemarin
esok terus saja berubah-ubah
hanya bisa bilang: “entahlah…”

Jika Ku Bisa
Juka ku bisa kukan jadi pelangi untukmu
pelangi yang terangi harimu
pelangi yang muncul usai badai hatimu
meregukkan senyum manis untuk kau pandang
jika ku Bisa
ku ingin jadi lilin bagimu
menemani malam malam sunyimu
memberikan cahyaku dan terangimu
Jika ku bisa
Kuingin jadi hujan Untukmu
hujan yang membasahi gersang hatimu
Hidupkan benih benih sayang di dadamu
Membasahi nuranimu
Jika ku Bisa….
Tapi nyatanya…
Tembok tak bisa runtuh..
Mentari masih terbit dari timur
karang terjal tak pernah runtuh…
Ku hanya mampu berkata
“jika ku bisa”
dan ku takkan bisa
tapi…..ku masih Oelangimu, masih Lilin milikmu dan Hujan Untukmu….
Kadang ku jauh tapi ku cinta kau…. Ku sayang dirimu tapi kau tak hirau kan cinta ku kadang ku coba hilangkan tapi tak bisa selalu teringat dan taakan terhapus hingga hidupku usai
dy pun telah pergi..
membuat hati ini bisu..
dan aq perlu bertanya?
apa maksud janji2 yg dulu itu?
trasa manis,namun akhirna menyakitkan..
kuakui aq memang tak sesempurna itu…
dan aq memang tak bs sempurna..
lalu,apa lagi yg kw mw rampas dr ketidaksempurnaan ini?
seandai nya q tak pny hati..
seandai nya syg ni bkn utk nya..
seandai nya q bs tak pduli dg mu..
seandai nya q bs acuhkan mu..
pasti smw nya bs lbih baek,,
q tak kan srapuh ini,,
tak sesakit ini,,
gmn cara q tuk membnci nya kak??
iaAAAAAAAaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!