Entahlah…

Terima kasih…. Hanya itu yang bisa ku ucap ketika semuanya harus berakhir tanpa koma. Baru kusadari ternyata janji dan cinta itu tak pernah sungguh-sungguh mengikat hati. Untuk selalu mencintai. Sesuai janji.

Hari ini, sekian tahun sudah sejak waktu itu. Kepergianmu masih membayang, rasa untukmu tak juga hilang. Padahal aku lelah merasakan semua yang masih tersisa.


16 komentar untuk “Entahlah…”

  1. Kenzt says:

    @Eko:
    Hargailah cinta, bahkan ketika ia (Cinta) ada hanya untuk di rasa

  2. rhenza says:

    Perasaan jujur membuat hati menjadi puitis…
    Memberikan kata indah pada hati yang terganggu…
    Seorang pendiam pun mampu menjadi filosofis…
    Seorang penulis akan berhenti menulis saat mencintai…

    Hanya dia tuliskan kata … Aku Sayang Kamu …

    Kenapa gak “Aku Cinta Kamu” … :D :D:D:D:D

    3 kata tersebut yang mematikan bagi orang yang mencintai…
    Bahkan mungkin dalam seumur hidup dia hanya mengatakan “Aku Cinta Kamu” satu kali pada satu orang yang benar2 dia cintai…

  3. Kenzt says:

    @Rhenza:
    set dah…..

  4. three says:

    terkadang karna cinta membuat kita merasakan hal yang terindah namun karna cinta pula membuat kita gelisah

  5. Kenzt says:

    @Three:
    Tapi tidak mengubah pandangan bahwa cinta, sejatinya indah, bukan ?

  6. NIN says:

    cinta sejatinya memang indah…
    masih dpt ku lihat meskipun sudah terbungkus kemunafikan dan kemarahan seseorang pada ku…
    jangan selalu menganggap ku kuat, sehingga dengan mudahnya kamu selalu menyakiti….
    ingat… aku tetap wanita biasa…

Beri komentar