AnggrekBiru.Com merupakan Situs khusus yg menyediakan Kumpulan Puisi (baik itu bertema cinta, kerinduan, kesedihan, religi, persahabatan, sosial, dsb), Prosa, serta
Lirik lagu Indonesia.
Untuk memberikan apresiasi atau membaca tulisan lebih lengkap, silakan klik judul Tulisan.
Bagi rekan-rekan yang ingin mengirimkan Puisi dapat mengirimkannya ke www.puisiku.net ataupun www.munajatcinta.com. Sedangkan bagi yang ingin
mengirimkan puisi, prosa, serta karya lain yang lebih umum, silakan memasukkannya di www.antologi.net
Januari…
Cinta bersemi
Di dua hati
Januari…
Kembali sendiri
Jalani hari
Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta
Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !
Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku
Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya datang kembali…
tuk membangun semangatku lagi…
FYI, puisi sedih ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi Kenzt. So sorry kalo ada bagian yang kurang pas. Seperti biasanya kalo Kenzt nulis, Kenzt gak pernah berusaha untuk menyunting apa yang sudah tertulis.
Puisi ini bukanlah puisi baru banget tapi juga bukan puisi lama Kenzt. Ditulis bulan November lalu di Odecya.Com. Karna Odecya masih sepi pengunjung, akhirnya puisinya Kenzt publikasi ulang disini sebagai bahan bacaan kalian semua.
Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya
Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya
Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
Bagi yang pingin komentarin puisi diatas, silakan berkomentar di Odecya (langsung ke posting aslinya silakan klik sini).
Manusia tempatnya salah…
Tapi haruskah ku menyalahkanmu ?
atau menyalahkan hatiku sendiri
Yang tetap bertahan meski engkau pergi
Disini sepi… sayangku…
Tapi aku tak menangisi kepergianmu
Hatiku sunyi… sungguh sunyi…
Tanpa manis kata manjamu
Aku takkan menyalahkan siapa-siapa
Menunggumu ku takkan merasa sia-sia
Jika perpisahan itu adalah kejujuran hatimu
Biarkan puisi ini menjadi puisi penantianku
Beberapa saat lalu, Kenzt akhirnya memasangkan desain baru theme wordpress punya Syahwinda.Com yang udah Kenzt desain sejak beberapa waktu lalu. Custom Theme Wordpress satu ini saya namai Syahwinda versi 1.0.
By Default, Syahwinda v.1.0 memang di desain untuk Wordpress 2.7 (versi terbaru saat ini). InsyaAllah semua fungsi yang ada di theme tersebut sudah compatible dengan Wordpress rilis terakhir tersebut. Tema blog satu ini juga udah ditesting menggunakan Mozilla FIrefox 7, Internet Explorer 7, Safari for Windows dan Alhamdulillah hasilnya normal semua. Maaf, Kenzt belum sempat testing theme satu ini di IE versi 6, Google Chrome, ataupun Opera, tapi seharusnya juga berjalan normal (kecuali di Internet Explorer 6 Kenzt sama sekali ga jamin). bersambung »
Fame Communication Services merupakan badan usaha berbentuk CV yang Kenzt didirikan bersama 3 orang rekan lainnya. Bidang gerak dari Fame adalah layanan desain web, pembuatan software, serta pembuatan video profile.
Sedianya website resmi Fame bisa anda buka di alamat www.fame.co.id, namun saat ini website tersebut masih dalam tahap pengerjaan bersama beberapa website lainnya. Hal ini jugalah yang menyebabkan aktifitas menulis puisi Kenzt menjadi sangat terganggu.