Januari…
Cinta bersemi
Di dua hati
Januari…
Kembali sendiri
Jalani hari
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada January 6, 2009
Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta
Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !
Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku
Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya datang kembali…
tuk membangun semangatku lagi…
FYI, puisi sedih ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi Kenzt. So sorry kalo ada bagian yang kurang pas. Seperti biasanya kalo Kenzt nulis, Kenzt gak pernah berusaha untuk menyunting apa yang sudah tertulis.
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada December 29, 2008
Puisi ini bukanlah puisi baru banget tapi juga bukan puisi lama Kenzt. Ditulis bulan November lalu di Odecya.Com. Karna Odecya masih sepi pengunjung, akhirnya puisinya Kenzt publikasi ulang disini sebagai bahan bacaan kalian semua.
Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya
Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya
Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
Bagi yang pingin komentarin puisi diatas, silakan berkomentar di Odecya (langsung ke posting aslinya silakan klik sini).
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada December 28, 2008
Manusia tempatnya salah…
Tapi haruskah ku menyalahkanmu ?
atau menyalahkan hatiku sendiri
Yang tetap bertahan meski engkau pergi
Disini sepi… sayangku…
Tapi aku tak menangisi kepergianmu
Hatiku sunyi… sungguh sunyi…
Tanpa manis kata manjamu
Aku takkan menyalahkan siapa-siapa
Menunggumu ku takkan merasa sia-sia
Jika perpisahan itu adalah kejujuran hatimu
Biarkan puisi ini menjadi puisi penantianku
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada December 28, 2008
Sebab cinta tak butuh terlalu banyak kata
Buang semua puisi yang pernah kuberi !
Lupakan semua kata mesra yang kuucap !
Perhatikan saja berapa lama aku disini
Berhentilah untuk menatap masa lalu
Rajutlah impian kita setiap waktu
Tanpa ada egomu… tanpa ada egoku
Berjalanlah bersama sebagai satu
Sebab cinta tak hanya ingin sementara
Belajarlah untuk s’lalu mengerti
Belajarlah untuk s’lalu memberi
Jadikan kesuciannya itu abadi s’lamanya
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada December 25, 2008
Jika tulus cinta harus terpisahkan jarak
Jelas cinta tak lagi menggunakan indera
Jika rindu harus diobati dalam penantian
Jelas ini hanya berbicara tentang perasaan
Jika hidupku adalah tentangmu
Maka semua usahaku adalah untukmu
Jika disisiku adalah bahagiamu
Maka disisimu adalah semua pengabulan atas doa-doaku
Hari-hariku tanpa puisi
Tak berima, tak bermakna, tak ada keindahan kata
juga tak bermisteri
Hari-hariku tanpa puisi
Kosong, kering, tapi juga basah dan penuh
Semua campur aduk
Dipublikasikan dalam kategori Puisi KenzT pada December 21, 2008
Next Page »