Tulisan berjudul “Arti Cinta Bagiku” ini adalah tulisan seorang pengunjung Puisi dan Prosa AnggrekBiru dalam bentuk komentar dalam posting berjudul “Jalan Panjang Kehidupan“. Karena ceritanya yang cukup panjang, maka saya alihkan menjadi tulisan tersendiri tanpa sedikitpun maksud mengurangi karya cipta si pemilik yang mempostingnya menggunakan nama Asta.
Berikut tulisannya: Silahkan anda baca disini
Puisi Cinta berikut ini ditulis oleh seorang subscriber AnggrekBiru bernama Santy. Dikirimkan via email dalam balasan untuk posting Puisi Kenzt sebelumnya yg berjudul Menjaga Hati. Santy belum memberikan judul untuk puisinya tersebut jadi sementara Kenzt beri judul sendiri dulu.
Adakah engkau disana sepertiku…….??
memasuki dunia tanpa musim
dimana aku dapat tertawa meski tak sepenuhnya
dimana aku dapat menangis meski tak habiskan air mata
memandang burung dan ombak dari rahim samudra
yang membisikkan musim ke ujung kehidupan
cintaku…………
kau tak mengenal aku
siapa akupun kau tak tahu
tapi cintaku akan tetap tinggal
dan bekas jarinya tak akan pernah terhapus
Adakah engkau disana sepertiku…..??
yang tidak mengukur kerinduan dengan sebuah tongkat yang berkilau
yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
yang merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas
aku yang terkurung……..mengambil sayap
tapi tak mampu mengarungi angkasa bebas
betapa sedihnya………
bila aku harus melepaskan sayap itu
dengan tanganku sendiri………
Engkau cintaku…………..
aku mendengar panggilanmu dari balik lautan
dan merasakan sayap – sayapmu membelaiku
aku ingin berlari kepadamu……..
namun kakiku terkurung diantara dua lampu
aku hanya bisa berdiri di sini
menangisi dan mendengarkan panggilan jiwamu
cintaku……………
writen at 08.20 friday, 18042008
Puisi berikut ini adalah sebuah Puisi buah karya seseorang bernama Yovan Wisnu. Yovan Wisnu saat ini tercatat, selain sebagai pengunjung aktif Blog Puisi Cinta AB, juga sebagai penulis puisi di Blog Antologi Puisi dan Blog Munajat Cinta dot Com. Silahkan anda buka 2 blog tersebut untuk melihat Puisi-Puisi lainnya karya Yovan Wisnu.
Silahkan disimak puisinya! Read the rest of this entry »
Puisi berikut ini ditulis oleh Asta dalam komentarnya dalam Puisi berjudul (Biasanya) Bukan Rayuan Gombal. Guys and girls, jangan lupa tinggalin komentar kamu untuk Puisi Sedih ini yah… Kenzt ingin tahu, apakah apresiasi kalian semua sama dengan Kenzt ketika membaca Puisi tersebut. Simak Puisinya disini
Maaf Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan Laptop dan Televisi dikamarku
Tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku
Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku
Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..
Puisi ini sesuai dengan kategorinya, ditulis oleh seseorang bernama Asta. Anda bisa memanggilnya dengan sebutan Mbak, Adik, ato Kakak serta Tante. Silahkan sesuaikan dengan menggunakan rumus: Umur Asta – Umur Anda = Sebutan. He…he… just intermezzo…