Kedua Kali

Tulisan ini sesuai kategorinya, merupakan tulisan salah satu penghuni setia AnggrekBiru.Com (hi..hi..hi..). Nama penulisnya bisa anda lihat di nama yang tersebut dalam kategori tulisan ini.

Buat yang blum sempat baca dalam bentuk komentar, silahkan aja baca sekarang. Oh ya, buat yang belum dukung KenzT di Kompetisi Internasional, silahkan ketik di Internet Explorer kamu alamat URL berikut ini: http://xoonco.com. Itu web-nya Kenzt buat lomba. So, tinggalin komen disana yah… (Buat Asta, ayo dunk dukung KenzT, he…he…he…)

Kedua Kali

Patah hati
Menagis
Berduka
Marah
Dan
Kini aku sendiri
Tapi mungkin lebih baik dari pada harus terus meratapi
Patah hatiku karna keputusanmu
Menagis karna ucapanmu
Berduka karna tak lagi disisimu
Dan marah karna ternyata kau telah mempermainkan perasaanku
Tapi aku tak lupa berterima kasih
Karna ternyata aku masih bisa menyayangi dirimu setelah dia, semuanya tidaklah mudah seperti aku membalikkan telapak tanganku, semuanya butuh proses, pendewasaan, pengertian n saling punya kepercayaan.
Walau kini, aku tetap merasakan hancur untuk kedua kali.
Apa aku harus terus-terusan bersedih ?Tapi aku rasa tidak! karna aku telah berbekal pengalaman dan kesiapan yang begitu banyak dari perpisahanku dulu, jadi bila aku memang harus menemui jalan seperti ini lagi, aku siap! Dirimu dan dirinya memanglah beda, dan tentu sangat beda, nyatanya aku enggak pernah anggap kamu itu dia, atau sebaliknya. Masing-masing dari kalian, memberikan arti dan kenangan tertentu. TAPI YA SUDAHLAH, BEDANYA KALIAN BERDUA, TETAP MEMBERIKAN SATU LUKA YANG SAMA.
Siapa yang harus kepersalahkan dari ini semua? Aku enggak nyalahin kamu, aku juga enggak akan pernah mempersalahkan Tuhan, mungkin malah aku yang salah, mungkin aku egois,dan selalu mengatasnamakan emosi dalam pembicaraan kita. Thanks ya, walau kini kita pisah, aku mungkin harus banyak bersyukur padaNya dan juga tetap berterima kasih pada kamu kok, karena dengan kejadian ini semua, sungguh membuatku semakin dewasa. Harapku, kamu akan mendapatkan yang jauh lebih baik dari aku.
Mengenai aku, aku udah gpp kok, setelah udah kutumpahkan semuanya dengan tangisanku, aku udah cukup lega, walau aku udah sampai marah-marah sama kamu tanpa makianku, aku minta maaf ya, yang bicara itu adalah keemosianku, sehingga aku terus saja berkata dan berkata, tanpa memberimu celah untuk menjelaskannya semua. Maaf, aku udah mengambil hakmu untuk berbicara. Aku hanya kesal, dan aku merasa penjelasanmu tetap tidak merubah semua keputusanmu, yang mungkin tanpa kamu sadar, kamu telah buat aku luka, kini untuk keduakali.


29 komentar untuk “Kedua Kali”

  1. eko says:

    wah puisinya sedih banget,aq juga pernah ngalaminya,bahkan hampir 3x,wah memang sakit lo kita di tinggalin orang yang kita sayangi tapi diikhlasin az pasti dapet yang lebih baik. aq az sekarang dapet yang lebih baik,bahkan lebih gemuk,he……………………………

    • Zulfa says:

      Usailah Sudah

      Semua telah terjadi dan takkan berulang lagi.
      Berawal dari salah ku menatapmu
      Hingga rasa itu merasuk dan hancurkanku
      Aku mencintaimu…

      Tak mengapa meski kau buat ku terluka
      Tak mengapa meski kau buatku menderita karna asa yang berlabuh pada dusta
      Sakit rasa hati ketika sepucuk surat cinta tiba,
      Kubuka dan ku baca dengan terbata
      Och..bukan untukku rupanya

      Berlariku menerjang memporak porandakan puing
      Darah mengalir mengucur deras
      Aku tak peduli…

      Tenggelam raga dilautan merah darah
      Hilang sudah dahaga dan tak dapat lagi ku berkata
      Karena ogsigen telah habis didada

      Lelah dan tak lagiku sanggup bertahan
      Setimpal sudah perbandingannya
      Sempurna dan senada
      Semoga kau bahagia dengan cintamu untuknya

  2. hati abadi says:

    kau sebut dirimu pecinta..namun kau tak tau cinta
    kau sebut dirimu setia,,nyatanya kau mendua
    kau bersumpah semua untukku,,namun harta dustakan semua
    aneh,,kau memang aneh…
    semua yang kau ucap adalah untaian kebohongan yang membusuk
    jika kau pandang aku nista..maka kau begitu hina
    kita tak beda rupanya…
    yang beda hanyalah..dustaku tuk dapatkan cinta..
    dustamu tuk kuasai harta…

Beri komentar