Ketika Seseorang Itu Pergi Meninggalkanmu

Ketika ia akhirnya beranjak pergi dari hidupmu
Sesungguhnya ia tak pernah mengkhianatimu
Justru ia telah jujur teramat jujur kepadamu
Hanya saja hatimu tak menginginkan kejujuran itu
Kau mau yang palsu… asal sesuai dengan ego dan hasratmu

Ketika seseorang itu pergi meninggalkanmu
Lalu berjalan beriring dengan seseorang dari dekatmu
Itulah waktu terbaikmu menunjukkan besarnya ketulusanmu
Memang akan sakit dan mungkin meremukkan dinding kalbu
Bukankah setiap insan juga ingin mengejar bahagia, sadarkah kamu?

Kawan…relakanlah cinta ketika telah tiba saatnya ia pergi
Renungkanlah perjalanan indahmu bersamanya lalu temukanlah putih
Jauhkanlah rasa sakit hati sebab cinta tak untuk bermuara pada benci
Berhentilah sejenak untuk meminta, lekaslah mulai memberi
Kelak kau akan kembali bahagia, terlebih jika itu lah yang sejati

Percayalah…
Kuatkanlah…
Berdirilah…
Berjalanlah…

Sebab bagaimanapun engkau seorang lelaki.


22 komentar untuk “Ketika Seseorang Itu Pergi Meninggalkanmu”

  1. En Tay says:

    bagus …

    good poem for the broken hearted man :)

  2. Kenzt says:

    @En Tay:
    Lama tak berkunjung…? atau lama tak meinggalkan jejak langkah ? :)

  3. aryn says:

    YAP SETUJU

  4. Kenzt says:

    @Aryn:
    OK…deh…

  5. D says:

    sepertinya ode yang kamu buat ini, sayang, nggak akan pernah sampai ke orang yang kamu maksud.
    apa kamu masih ada hubungan sama dia?

  6. Kenzt says:

    @D:
    Siapa sih yang dimaksud?. Puisi diatas dibuat untuk seorang komentator lain (inisal 4171) yang lagi patah hati.

  7. frans says:

    sumpah ni puisi bgs bgt,,,tp sayang kita musti punya jiwa yg besar bwt bisa spt itu,,

  8. Kenzt says:

    @Frans:
    Bukankah sebaiknya memang setiap orang harus bisa berjiwa besar Frans? BTW, makasih untuk apresiasinya. Salam kenal dari saya….

  9. frans says:

    sama,,,
    salam kenal jg dr saya,,,
    kayanya yang nulis puisi ini ternasuk org yg bijak bgt

  10. ardjuna says:

    bener banget
    pokoknya maksih ya
    sekarang aku sadar bahwa hidup bukan hanya untuk saay ini

Beri komentar