Ketika ia akhirnya beranjak pergi dari hidupmu
Sesungguhnya ia tak pernah mengkhianatimu
Justru ia telah jujur teramat jujur kepadamu
Hanya saja hatimu tak menginginkan kejujuran itu
Kau mau yang palsu… asal sesuai dengan ego dan hasratmu
Ketika seseorang itu pergi meninggalkanmu
Lalu berjalan beriring dengan seseorang dari dekatmu
Itulah waktu terbaikmu menunjukkan besarnya ketulusanmu
Memang akan sakit dan mungkin meremukkan dinding kalbu
Bukankah setiap insan juga ingin mengejar bahagia, sadarkah kamu?
Kawan…relakanlah cinta ketika telah tiba saatnya ia pergi
Renungkanlah perjalanan indahmu bersamanya lalu temukanlah putih
Jauhkanlah rasa sakit hati sebab cinta tak untuk bermuara pada benci
Berhentilah sejenak untuk meminta, lekaslah mulai memberi
Kelak kau akan kembali bahagia, terlebih jika itu lah yang sejati
Percayalah…
Kuatkanlah…
Berdirilah…
Berjalanlah…
Sebab bagaimanapun engkau seorang lelaki.

@Frans:
Berusaha bijak mungkin Frans… Bagaimanapun, saya masih termasuk orang yang berusaha banyak belajar dari setiap peristiwa yang sudah saya alami.
@Ardjuna:
Sama-sama…. Sebenernya itu pesan untuk diri saya pribadi juga…. He..he..
bener2 gw banget kondisinya…
seandainnya aja kita bisa seperti itu… menerima keadaaan dengan lebih wise lagi….
gilaaaaaaaaa……….
ne puisi cocok bget wat tmen gw yang ngrasain hal yang samaaaaaaa…….
salut gua
@Sofyan:
Seandainya….
@Riris:
suruh aja temen kamu buka blog ini!
@Rio:
Makasih….
Bagus bgt….aq sk itu,,,tp aq blm bs brjw bsar,,…coz aq slalu aja sdih klu ingt dia gak bls ksh syg q…gmn donk???
Luxurious
@Cinta:
Sadar ajah ternyata belum cukup yah untuk membatasi ego….
@Hu3:
thx…
bagus nich…
gw salut ma nich puisi