Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir


36 komentar untuk “Letih”

  1. gia says:

    cint trkadang indah dan MENYAKITKANN……..

  2. Agus indra says:

    ingin q lukis wjah mu d stiap sayap kupu2 yang indah…
    brterbangan ksana kmari mngitari taman hati…
    menari-nari dngan indah nya,
    mngiringi d stiap alunan dtak2 jntung…
    brharap singgah,
    dan mnyrap sari2 cnta yg q suguhkan untuk mu…
    dan seandainya kau seutuh ny tlah mnjadi milik q…
    akan q tnjukan kpada sluruh makhluk d dunia ini…
    bahwa kaulah anugrah terindah q,
    d antara makhluk2 trindah laen ny…

  3. Vinaaj says:

    Puisi sdh tntg ksetiaan seseorg yg rela menunggu tnpa lelh & mengenl waktu

Beri komentar