Lorong waktu

Kesepian hati…
Adakah benar adalah lorong waktu kebahagiaan ?
Kesunyian hati…
Adakah sungguh adalah suara merdu saat usia senja ?

Aku takut, aku salah kira
Meski kusadari kini ku di tengah itu semua
Aku hanya dapat bertanya
Tanpa sedikitpun kepastian akan jawabnya

15 komentar untuk “Lorong waktu”

  1. lian says:

    masih belom selesai btengkar ama pacarnya?

  2. dhe!n... says:

    drikuu,, seorank nak yg mncri arti khdupan……
    dngn sgla aspek dlm hdup dhe!n mmbwt psinkkk!!!
    ntah ttu cnta ….
    phla & doza ….
    taw yg lainnn…..

    am vryy like poemmm …..!!!!

  3. fairuz_husnan says:

    Tuhankah Pencipta Kejahatan (True Story )
    Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.” Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan
    menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah,
    Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.” Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara- perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan
    Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

  4. vileva says:

    Puisi lorong waktu sangat menyentuh, se akan2 itu adalah aku

  5. [...] Links WordPress.com WordPress.org puisi terbaru December 9, 2008, 2:22 am Filed under: Uncategorized Lorong waktu [...]

  6. Aditya says:

    **Syair melayu dikala pilu**

    Dinginnya dimalam ini…Suasana memilu
    Terkenang kembali sejarah berlalu
    Setelah dikau pergi sepi hatiku
    Padamlah api cinta memusnah segala harapan
    Mengapa engkau sanggup berubah pikiran
    Hanya karena Jogja-Jakarta
    Kau hancurkan nohtah cinta yang kita bina bersama dimasa yang lalu
    Kini aku terus tersiksa oleh kepalsuan cintamu
    Tinggallah aku sendiri menunggangi derita
    Setelah cintamu pergi..Tertutup hatiku
    Tak mungkin bercinta lagi…
    Biarlah ku sendiri
    Dalam beberapa waktu….

    Lepaskan lah genggaman tanganmu
    Pergilah…pasti ada yang kan menantimu…
    Jangan menangisiku…dan janganlah kau menoleh ku lagi
    Biarlah ku membawa hati ini pergi
    Jangan ditanya kemana ku pergi
    Tak kah kau sadari siapa diriku ini
    Bukan merak kayangan tapi pungguk ditengah rimba
    Yang selalu dan selalu menghayalkan bulan
    Dengan segemgam setia, berharap yang tak nyata
    Akan ku pertahankan menantimu sang bulan
    Hingga masa kiamat tiba…
    Bulan o bulan kapankah kan tiba masanya
    Kau dan aku dapat bejumpa…
    by.Aditya
    085228013331

    • sisil azzahra says:

      syairnya bagus, low pun kita ga mendapatkan yang kita inginkan tpi jangan patah semangat, harus tegar, cpa tau da yang lebih baek dari dia yang menanti kita

  7. hendrik says:

    ada puisi yang menyangkut penantian yang tertunda?

  8. roedy says:

    maszzzzz,,,bwtin puisi yg tema_x ign sang kekasih kembali lagi….

  9. Salam ziarah.. Teruskan usaha anda.. Selamat berjaya.. Good luck!!

  10. ulfi says:

    apapun itu, aku rasa yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri.

  11. sisil azzahra says:

    teruslah berkreasi karna tu merupakan kesenian to pun bakat dari diri kita yang perlu dikembangkan

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru