Saat ini merupakan masa sulit bagi AnggrekBiru.com. Kenzt, selaku penulis tunggal di Website Puisi Cinta AnggrekBiru.com ini benar-benar lagi kehabisan inspirasi untuk menulis puisi baru, baik itu bertema cinta, perpisahan atau puisi persahabatan.
Bukannya tak bermaksud untuk menulis, beberapa hari terakhir ini selalu saja mencoba untuk menulis Puisi baru namun sayangnya tak satupun puisi yang bisa tercipta untuk seluruh pembaca setia AnggrekBiru.com ini.
Untuk itu bagi rekan-rekan yang ingin membaca puisi, sudi kiranya untuk berkunjung ke blog puisi lainnya yang berada di jaringan puisi AnggrekBiru.com. Di Puisiku.net, Antologi.net, MunajatCinta.com rekan semuanya dapat menemukan puisi-puisi baru yang ditulis oleh rekan-rekan lainnya. Tidak hanya puisi tema cinta, rekan dapat juga menemukan puisi persahabatan serta ragam tema puisi lainnya disana. Jika mau, rekan juga dapat berbagi puisi pribadi yang rekan punya di ke-3 blog puisi tersebut.
Semoga pemberitahuan ini dapat menjadikan rekan semuanya maklum namun juga masih dapat memenuhi dahaga rekan sekalian dalam membaca puisi-puisi Indonesia yang baru.
Salam puisi
Kenzt
Catatan: Website AnggrekBiru.com direncanakan untuk berganti tampilan dalam waktu dekat ini. Kiranya jika sewaktu rekan kunjungi terdapat sedikit gangguan, harap dimaklumi.

update truz boz puisinya… kren2 lho puisi disini
lumayan juga tapi susah mikirnya
AKU BOSAN
hari demi hari ku lewati bersamanya…
perasaan cinta kini timbul tersirat dengan sendirinya…!!! kenapa lidah ini bungkam tak mampu untuk berbicara kalau ku suka padanya??rintikan hujan dimalam ini tak bisa dapat terhitung stiap jatuhnya tetesan demi tetesan air hujan yang membasahi bumi ini dimana cahaya dan bintang terkalahkan oleh tetesan hujan dimalam ini… apakah hati ku akan terkalahkan seperti cahaya bintang itu….
lewat angiun malm ni ku sampaikn isi hati ku agar dia mengerti bahwa dialah pangeran yang akan mengisi istana mungil dihati ku ini….
Lirih suara gitar yang selalu temaniku
Dengan sejuta kerinduanku
Cahaya bulan terangi malam gelapku
Dan gemerlap bintang yang hiasi malam sepiku…
Kerinduan yang dalam
Bersama hembusan angina malam
Kubayangkan indah dirimu
Seolah engkau ada didekatku…
Meski itu tak menjadi obat untuk melepas rinduku…
Namun hanya itu untuk melepas sejenak rasa dihatiku…
Rindu teramat basar untukmu
Hingga kutak dapat terbebas dari rasa itu…
Kuterjaga dari semua anganku
Kurasakan metari tak mampu hangatkanku
Hidupku begitu kosong tanpamu
Bahkan tak ada senyum terlahir seraya bersamamu…
Inginku dipelukmu
Hingga kuterpejam tuk selamanya…