Membaca dan Menulis Puisi

Saat ini merupakan masa sulit bagi AnggrekBiru.com. Kenzt, selaku penulis tunggal di Website Puisi Cinta AnggrekBiru.com ini benar-benar lagi kehabisan inspirasi untuk menulis puisi baru, baik itu bertema cinta, perpisahan atau puisi persahabatan.

Bukannya tak bermaksud untuk menulis, beberapa hari terakhir ini selalu saja mencoba untuk menulis Puisi baru namun sayangnya tak satupun puisi yang bisa tercipta untuk seluruh pembaca setia AnggrekBiru.com ini.

Untuk itu bagi rekan-rekan yang ingin membaca puisi, sudi kiranya untuk berkunjung ke blog puisi lainnya yang berada di jaringan puisi AnggrekBiru.com. Di Puisiku.net, Antologi.net, MunajatCinta.com rekan semuanya dapat menemukan puisi-puisi baru yang ditulis oleh rekan-rekan lainnya. Tidak hanya puisi tema cinta, rekan dapat juga menemukan puisi persahabatan serta ragam tema puisi lainnya disana. Jika mau, rekan juga dapat berbagi puisi pribadi yang rekan punya di ke-3 blog puisi tersebut.

Semoga pemberitahuan ini dapat menjadikan rekan semuanya maklum namun juga masih dapat memenuhi dahaga rekan sekalian dalam membaca puisi-puisi Indonesia yang baru.

Salam puisi

Kenzt

Catatan: Website AnggrekBiru.com direncanakan untuk berganti tampilan dalam waktu dekat ini. Kiranya jika sewaktu rekan kunjungi terdapat sedikit gangguan, harap dimaklumi.


16 komentar untuk “Membaca dan Menulis Puisi”

  1. update truz boz puisinya… kren2 lho puisi disini

  2. mr.xyz says:

    lumayan juga tapi susah mikirnya

  3. GARY says:

    AKU BOSAN

  4. devi fahrezhi says:

    hari demi hari ku lewati bersamanya…
    perasaan cinta kini timbul tersirat dengan sendirinya…!!! kenapa lidah ini bungkam tak mampu untuk berbicara kalau ku suka padanya??rintikan hujan dimalam ini tak bisa dapat terhitung stiap jatuhnya tetesan demi tetesan air hujan yang membasahi bumi ini dimana cahaya dan bintang terkalahkan oleh tetesan hujan dimalam ini… apakah hati ku akan terkalahkan seperti cahaya bintang itu….
    lewat angiun malm ni ku sampaikn isi hati ku agar dia mengerti bahwa dialah pangeran yang akan mengisi istana mungil dihati ku ini….

  5. apiz says:

    Lirih suara gitar yang selalu temaniku
    Dengan sejuta kerinduanku
    Cahaya bulan terangi malam gelapku
    Dan gemerlap bintang yang hiasi malam sepiku…

    Kerinduan yang dalam
    Bersama hembusan angina malam
    Kubayangkan indah dirimu
    Seolah engkau ada didekatku…

    Meski itu tak menjadi obat untuk melepas rinduku…
    Namun hanya itu untuk melepas sejenak rasa dihatiku…
    Rindu teramat basar untukmu
    Hingga kutak dapat terbebas dari rasa itu…

    Kuterjaga dari semua anganku
    Kurasakan metari tak mampu hangatkanku
    Hidupku begitu kosong tanpamu
    Bahkan tak ada senyum terlahir seraya bersamamu…
    Inginku dipelukmu
    Hingga kuterpejam tuk selamanya…

  6. leo nnaerd says:

    q nagis baca puisi u.
    thanx y q jd smqngat jlanin hdup q yg pnuh dngan k kosongan.

  7. Si Callim says:

    Disaat senja tlah berakhir
    pada saat itu gulita hadir
    Selimuti hati yang perih getir
    menerkam jiwa yang akan tersingkir

    Ingin aku terbang hinggapi awan
    Melihat angkuhnya sebuah senyuman
    Ingin rasanya aku hancurkan
    Bayangmu dari manisnya kenangan

  8. betari says:

    gmana carax nulis puisi di web nie,,,,,,

  9. Elky says:

    ku tak akan pernah berhenti terus memikirkanmu
    bayanganmu selalu saja hadir menghantuiku
    ingatlah diriku selalu……..
    tanpa dirimu hatiku terasa hampa….
    Aku akan tetap mencintaimu Zugar….
    I LOVE YOU….

  10. Elky says:

    Betapa aku mencintaimu…
    Dengan sepenuh hati ku…..
    Ingin ku bahagiakan diri mu…
    Aku kan slalu ada di dekatmu…
    Aku kan slalu menemani harimu…..

    Aku akan slalu merindukanmu Zugar…….?!
    I MISS YOU……

Beri komentar