Selamat datang di Website Puisi Indonesia

anggrekbiru.com

Website Puisi Indonesia AnggrekBiru dot com ini didirikan pada bulan September 2006. Pada awalnya hanya mengkhususkan diri untuk menjadi website Kumpulan Puisi Cinta dengan author tunggal Ken Reidy selaku pemilik.

Seiring dengan perkembangan waktu, dimana waktu yang dimiliki oleh pemilik untuk menulis puisi tidak lagi tersedia, maka pada bulan Desember 2009, AnggrekBiru.com dibuka untuk umum.

Kini siapa saja dapat menulis puisi di sini. Semua macam puisi, tidak melulu puisi cinta.

Selamat membaca !

Established by

Web Designer Indonesia

Proudly powered by
Wordpress
&
Premium WP Themes

by Kenzt

Supported by
Web Design Indonesia
&
Template Toko Online

Untuk ‘Sahabatku’

Tidak ada yang salah di dirimu ketika perasaanmu mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang engkau cintai. Sahabatku, tidak pernah salah bagi siapapun untuk mencintai seseorang yang layak untuk dicintai. Tidak juga salah bagimu, ketika akhirnya mencintaiku.

Hari ini engkau menuliskan pesan pendek untukku. Kamu bilang kamu tulus mencintaiku. Sungguh, aku tidak tahu apakah benar ketulusan itu sebagaimana yang kau ucapkan, atau sesungguhnya pesan itu hanyalah sebaris kalimat penuh pengharapan agar aku mau menerima dirimu sebagai pendampingku. Sahabatku, tidak sedikitpun aku ingin memprotesmu atau meragukan tulisan pendek itu. Tiada guna bagiku hidup dengan keraguan atau kecurigaan.

Sahabatku, tiada henti ku ucap terimakasih karena engkau telah menyayangiku, meski engkau belum sepenuhnya mengerti baik burukku. Melihat sikapmu, aku jadi menyimpulkan bahwa cinta ternyata juga penuh resiko.

Sahabatku, semoga engkau tetap bisa menjadi sahabatku. Semoga esok, ketulusan cinta yang kau tuliskan terwujud dalam sebuah kebesaran hati untuk menerima kenyataan hidup bahwasannya seluruh perasaan dan perhatianku untuk seseorang yang telah lama kucintai. Aku pikir kamu sudah lebih dari tahu, pada siapa sesungguhnya seluruh perasaanku bermuara, mengingat awalnya kedekatan kita kupikir hanya sebatas persahabatan biasa dari dua insan beda jenis saja.

Sahabatku, andai aku bukanlah seorang yang tidak menghargai keberadaanmu, mungkin aku sudah memilih untuk marah kepadamu, sebab telah mengkhianati kepercayaanku yang menganggapmu sebagai seorang sahabat. Itu sama seperti kamu memanfaatkan seluruh informasi pribadi seputar diriku untuk meraih simpati dan perasaanku. Bukankah cinta yang tulus harusnya menyadarkan dirimu bahwa seluruh cinta tulusku sudah kucurahkan pada ia yang kucintai sekian tahun terakhir ini?

Sahabatku, tanpa bermaksud mengguruimu, mungkin sedikit pengalaman hidupku bisa sedikit kau ambil pelajaran tentang seperti apa cinta tulus menurut pandanganku. Seperti kamu tahu, tidak sedikitpun aku pernah memaksakan perasaan sayangku kepadanya yang kucintai sepenuh hati. Hanya kubiarkan ia tahu dan terus merasakan bahwa aku memang tulus mencintai dan menyayanginya, tidak pernah aku memaksanya untuk melupakan atau berhenti mencari yang lain. Dan, untuk kau tahu, ia yang kucintai itu juga sungguh-sungguh mengerti tentang seperti apakah ketulusan itu sendiri.


Puisi Ninda Imutz#1

sudahkah bintang mengerti,
semua yang terjadi pada malam?
bukankah sang bintang yang menyinari malam?

pernahkah Lautan sempat mendengar keluhan sang buih?
bukankah mereka bersahabat?

pantaskah aku mencintai sang waktu?
padahal aku bukan detik…

aku hanya sebuah tulisan yang mungkin esok kan hilang terhapus???
aku hany seutai kata yang tak pernah terucapkan
dan aku hanya sebuah hati yang menanti sebuah singgasana terisi dan meyelimutiku dengan senyuman….
aku mohon cinta…pantaskah aku mendekapmu
sedang aku hanya semu….


Tulus…(Mencintai & Mengharapkan)

Tak pernah aku…
berhenti mengharapkanmu
Meski jelas kutahu…
aku berbatas waktu

Mungkin tak lagi ada aku
Di hatimu, seperti dulu
Harapanku tetap kan utuh
Sebab asa bukan tentang kembalimu

Ini hidupku, itu hidupmu
Satu dunia, berbeda kalbu
Tak bisa paksakan menyatu
Semua ada dalam waktu


Page 83 of 89« First...1020308182838485...Last »