Pedih

Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah fase biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta

Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !

Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghujatku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku empatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku

Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
tuk mengenangnya pergi…
tuk menantinya datang kembali…
tuk membangun semangatku lagi…

FYI, puisi sedih ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi Kenzt. So sorry kalo ada bagian yang kurang pas. Seperti biasanya kalo Kenzt nulis, Kenzt gak pernah berusaha untuk menyunting apa yang sudah tertulis.

65 komentar untuk “Pedih”

  1. master gunny says:

    Om boleh ga aku forward puisinya…
    bagus banget e…
    sangat menyentuh hati…

  2. Ayub Way says:

    karya katanya bagus-bagus…makanya saya buka2 tyuss isi puisinya..agar bisa terinspirasi…salam sejahtera.

  3. risti says:

    Arif, kenapa kamu suka puisi? bisa gax buati puisi untuk aku? Q tunggu di 085267738411, itu seh law kamu gax keberatan….!
    Risti

  4. ovie says:

    Cerita Ny Bgus Bgd ..
    Sama aPa yG Saya aLami ckRg ..
    kLo BLeh Tauu ..
    Ini PengaLaman Pribadi pHa Memang aNda Pintar MmBuat Puisa ..

  5. Novi says:

    Puisi Ny Bgus Bgd ..
    Sama Persis aPa yG Saya Rasakan ckRg ..
    kLo BLeh Tau ..
    Ney PengaLaman Pribadi aPa Mmang Anda Pintar Mmbuat Puisi ..

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru