Puasa

Hampir satu jam lamanya Kenzt dudu, mencoba untuk menuliskan sebuah puisi. Tentang cinta, tentang kesedihan, atau tentang apa aj, namun tak satupun tulisan yang dapat terselesaikan dengan baik. Semuanya terhenti saat masih menyentuh 1 bait ataupun baru sekedar 2 baris. Entahlah, mungkin memang belum waktunya menulis.

Sementara, mari kita bermain-main dengan tulisan di bawah ini. Tulisan berikut bermula dari kebuntuan sebagaimana Kenzt jelasin di paragraf atas.

Puasa puisi
Puisi puasa

Puasa-puasa
Puisi-puisi

Puasa puisi-puisi
Puisi-puasa puasa

3 komentar untuk “Puasa”

  1. prazt says:

    terusannya gini aje.. :
    berpuisi saat berpuasa
    agar massa terlupa
    agar bedug datang dengan tiba
    dan tercipta
    rangkaian kata
    semoga tak ada
    kata bersarang dosa
    dan semoga tak ada
    cinta dalam dusta

  2. Niya says:

    Q raSA puiSi tU cKUp baiK bgET. . . .
    Q bgGA bwGEt dA oRG yG pnTEr BWt pUIsi,,sdgKN q hNX bSA bcA jA. .hehe,
    GoOD lucK deCH foR alL,,

  3. kahar says:

    oke bro gw ska puisi lo….
    ‘..trus brkarya s’indah mungkin bro.
    gw dung lo.

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru