Hampir satu jam lamanya Kenzt dudu, mencoba untuk menuliskan sebuah puisi. Tentang cinta, tentang kesedihan, atau tentang apa aj, namun tak satupun tulisan yang dapat terselesaikan dengan baik. Semuanya terhenti saat masih menyentuh 1 bait ataupun baru sekedar 2 baris. Entahlah, mungkin memang belum waktunya menulis.
Sementara, mari kita bermain-main dengan tulisan di bawah ini. Tulisan berikut bermula dari kebuntuan sebagaimana Kenzt jelasin di paragraf atas.
Puasa puisi
Puisi puasa
Puasa-puasa
Puisi-puisi
Puasa puisi-puisi
Puisi-puasa puasa






terusannya gini aje.. :
berpuisi saat berpuasa
agar massa terlupa
agar bedug datang dengan tiba
dan tercipta
rangkaian kata
semoga tak ada
kata bersarang dosa
dan semoga tak ada
cinta dalam dusta
Q raSA puiSi tU cKUp baiK bgET. . . .
Q bgGA bwGEt dA oRG yG pnTEr BWt pUIsi,,sdgKN q hNX bSA bcA jA. .hehe,
GoOD lucK deCH foR alL,,
oke bro gw ska puisi lo….
‘..trus brkarya s’indah mungkin bro.
gw dung lo.