Puisi Cinta

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

549 komentar untuk “Puisi Cinta”

  1. dita permatasari says:

    hi….!
    aq suka lho sm puisi2 ini,coz menyentuh hati.N aq ke inget ma masa2 indah waktu sama mantan ku.

  2. chikal vico wahyudi nur says:

    aq pecinta puisi bila aq ada wktu pasti waktu itu q hbskn utk mnulis puisi

  3. Kenzt says:

    @Dita Permatasari:
    Wowww….semoga ga jadi sedih karena mengingat masa lalu.

    @Chikal Vico Wahyudi Nur:
    Bagus itu… BTW kenapa ga coba kamu publikasikan aja di internet. Kalo udah, dimana aku bisa akses?

  4. chikal vico wahyudi nur says:

    zrry kenzt gua g bsa keluarkan isi hati q ke internet mslhx aq tkt lo puisi q ad lg yg mo ngikutin lgi utk dbkin mnjd lagu

  5. DITA PERMATASARI says:

    Dinginnya malam
    menusuk jiwaku yang sepi
    terasa…menyayat hati…

    Aku rindu..
    aku rindu saat kau menyentuhku
    saat kau membelaiku,saat kau memelukku

    adakah disana kau pikirkan aku?
    akankah kau rasakan hampanya jiwaku tanpamu?

    mengapa hanya luka yang kau beri?
    tak bisakah kau beri cinta untukku?
    mengapa kau harus tinggalkanku?saat aku benar2 mencintaimu
    tak bisakah kau tetap bertahan disini menemaniku?

    Aku hanya bisa katakan
    Aku kangen kamu
    Aku masih mengharapkanmu
    Dan aku masih…
    Mencintaimu

  6. ..... says:

    Ku coba kuatkan hatiku….
    Tak ku biarkan air mata ini menetes…

    Aku tak ingin meratapi kesedihanku
    Aku tak mau tangisi penderitaanku

    Kau…
    Beri noda di hidupku
    Kau…sakiti jiwaku

    Apa yang sebenarnya kau iginkan?

    Kau telah memiliki pendamping hidup
    Tapi mengapa kau beri aku harapan semu?

    Bila memang tak pernah ada cinta untukku
    mengapa kau dekati aku? Mengapa kau buat seolah2 mencintaiku?

    Oh Tuhan…
    Apa dosaku?
    Mengapa KAU beri aku penderitaan
    yang sesungguhnya aku tak mampu menghadapinya
    Mengapa KAU pertemukan aku dengannya?
    Mengapa KAU buat aku mencintainya?
    Yang bila pada akhirnya,aku kecewa…aku terluka…

    Aku tak pernah lelah bertanya padaMU
    apa salahku…?
    apa dosaku… Tuhan?

    Aku tak mampu Tuhan…
    Ku mohon hentikan semua ini…
    Aku tak sanggup…
    Please…

  7. Kenzt says:

    @Chikal Vico Wahyudi:
    Iya juga sih…. Tapi sekedar untuk berbagi (tanpa berhitung nilai ekonomisnya) khan juga gpp? he..he.. itung-itung berbagi pengalaman dan cara pandang. :)

    @Dita:
    *Hanyut menikmati tulisan kamu* :(

  8. winata says:

    bagus banget puisi nya..aq seneng banget dech..bisa baca puisi sebagus ini. kl bisa ajarin aq ya..bikin puisi yang bagus2. kl bisa..n kl mau..
    kirimin aq puisi yg bagus2 donk ke email aq.

  9. Kenzt says:

    @ Winata:
    Bukannya ga mau ngirimin Puisi ke kamu, cuman kayaknya mending kamu sering-sering berkunjung kesini aja deh, biar bisa lihat komentar orang-orang yang lain juga tentang tulisan-tulisan saya.
    Atau, kalo kamu memang mau begitu, coba deh Kamu klik menu Subscribe to AnggrekBiru by Email. Dijamin, setiap ada tulisan baru kamu langsung dapet, persis seperti yang ada disini.
    Gimana…??? :)

  10. UQ san sepi says:

    hi boleh gak ikut baca-baca & sekalian aku juga pengan nulis puisi di sini ya

    & friend tolong komentarin ya puisi Q ntar

  11. UQ san sepi says:

    MEMORY OF DIARY

    Malam yang resah bersama hati yang resah
    biar jau aku menanti langkah
    namun aku selalu terjebak bersama amarah

    terdiam bersama bosan
    terduduk di satu kaki kursi

    aku mencoba menapaki ujung tangga yang seakan terlalu jauh untuk ku tapaki
    saat aku terbang
    kulihat gerimis duka datang

    hari itu…
    berlalu pula itu…

    asa, rasa, merasa apa ?
    aku terlelap, namun aku tertidur dalam cinta tanpa harap

    aku hanya ingni bisikan kata yang tak bisa aku ungkap dikala kau terbangun
    “sungguh aku sayang kamu”

  12. Kenzt says:

    @ UQ:
    Bagus…

  13. puisi@holic says:

    ok bgt puisi2 yg ada!!
    smoga kita dpat memaknai hidup dengan membaca puisi yg ada disini.

  14. NIN says:

    Aq ikutan buat puisi yah
    tolong kasih comment yah

    Mengapa masih ada air mata mengalir
    ketika cintaku ikhlas kulepas
    Mengapa masih ada rindu
    ketika kau tak ada lagi di sisiku
    Mengapa harus ada amarah
    ketika kau tak pedulikanku

    Mengapa harus ada kata mengapa
    ketika semuanya aq coba lepaskan
    ketika semuanya aq ikhlaskan
    ketika aq coba mwnghapus bayanganmu dalam benakku

    kenapa masih ada pengharapan
    ketika tak mungkin ada harapan

    Bantu aq ya Allah
    untuk bisa melupakan semua
    untuk bisa mengahapus semua kenangan
    hingga tak pernah ada rasa sakit yang begitu dalam
    hingga tak ada lagi kata MENGAPA ……..

  15. Mr. Zhon says:

    wah……aq boleh dong ikutan kirim puisi, alna puisinya bagus2 sih…….

  16. henny says:

    ajarin bikin puisi dong?puisi kamu bagus2 banget.selamat berkarya

  17. Kenzt says:

    @Henny:
    lepas aja Hen… aku sendiri ga pernah belajar, cuman nulis apa yang kelintas makanya ga selalu bisa nulis *sebab inspirasinya kadang hilang kadang datang* –the special one sumber inspirasiku terkadang juga menyebalkan, selalu datang dan pergi dari pikiran– :)

  18. Herry Susanto says:

    Aku dilahirkan atas nama cinta…
    Aku hidup karena cinta…
    Aku kagum dengan sebuah cinta…
    Aku rindu sebuah cinta…
    Aku dicinta karena cinta…
    Aku di cinta…
    Tapi aku tidak merasakan di cinta…

  19. Herry Susanto says:

    @Untuk Kekasih Ku ” Maya ”
    Tanpa Mu

    Kini…
    Hari berlalu perlahan tanpa mu di sisi
    Surat-surat elektronik telah kusalin ke dalam CD
    Kemas dan tersusun menjadi arkib di dalam laci
    Menjadi koleksi

    Baru semalam kudengar getar suaramu terakhir bagiku
    Bertanya khabar – gembira atau dukakah aku
    Mengharap sayu sinar mata dan kerdipan ungu
    Yang tak mungkin terjadi kerna aku insan dalam terharu
    Tetap tabah, pasrah dan redha pada yang tentu

    Bagaimana dapat kujawab semua persoalan itu
    Pasti kepuraan menjelma laju menutup pilu
    Ya, aku ok, mari kita lupakan cerita dulu
    Kerna airmata telah kering dalam sebak rasa
    Kerna perjalanan jauh pasti meredah gelora

    Dan kau, harapku yang satu, pelihara diri
    Kerna arahmu dan arahku kini suatu realiti
    Dan kau, pintaku, lupakan segala mimpi
    Kerna aku telah sedia menghadap hari-hari baru
    Tanpa mu

  20. Herry Susanto says:

    @Untuk Pujaan Hati Ku ” Maya ”

    Telah ku coretkan dulu
    Cerita cinta itu
    Lalu kau menatapnya
    Dan kuterima pujimu
    Yang tak diduga

    Cerita itu kisahku
    Tika diri mencari-cari erti
    Tika cinta mula bersemi
    Katamu dia adalah aku
    Kataku dia adalah engkau
    Kita bungkam dalam persoalan
    Sampai kini tiada jawaban

    Bila sesekali bertemu
    Kau pasti bertanya
    “Kisah siapakah itu ?”
    Aku dalam lembut memujukmu
    “Cerita itu benar !
    Kisah kau dan aku”

  21. Herry Susanto says:

    @Untuk Dia ” Maya ”

    Aku Mencintaimu Karena Dirimu Adalah Cinta

    Cinta ku bersahaja
    Memecah berhamburan di tepian padang safana
    Merongga dan mendekam di sebidang bahu
    Kala kau menyandarkan sebilah wajahmu di bahu ku

    Pendar mata mu adalah selaksa bayangan hasrat dan bunga setaman jiwaku
    Menyatu pada rangkaian sabda para dayang dayang di tepian nirwana
    Dan ku pun luruh
    Memahat kerinduan akan kebersamaan yang tak pernah terlupakan

    Wahai penilam cahaya asmara hati ku
    Akan ku raih biduk – biduk kemesraan dalam balutan kasih sayang mu
    Akan kurangkum bayang – bayang rautan kegelapan
    Demi melihat seutas senyum penderma ceria yang terpancar dari kelopak bening mata mu

    Wahai bidadari kehidupan ku
    Akan ku gores tepian langit
    Memahat dan membentuk rarakan mega dengan rautan wajah mu
    Agar ketika ku pandang langit
    Ku lihat dirimu bersepuh dengan kelipan serakan bintang

    Mungkin di suatu masa
    Kita akan menyemai kelopak kelopak kuncup asmara
    Menyerbuknya bersama
    Hingga menjadi putik – putik bunga kesucian cinta kita

    Dan di akhir sepenggalan jarak ajal yg terjemput
    Akan tergetas baitan kataku yang bermakna padamu
    Selirih getar dari kedalaman nurani ku kuucap
    ” aku mencintaimu karena dirimu adalah cinta”

  22. Herry Susanto says:

    Cinta Itu Dunia Ku

    Cinta itu duniaku
    Lalu aku menulis tentangnya
    Tentang kemabukan rasa
    Tentang keindahan rupa
    Tentang kerinduan yang tiba
    Tentang liku-liku di jalanannya

    Di duniaku aku tidak menulis
    Tentang kehancuran bahana perang
    Atau tentang penyerahan dan penaklukan
    Tetapi aku menulis
    Tentang kesetiaan dan keluhuran
    Atau tentang ketabahan dan pengabdian

    Siapakah akan mengerti ?
    Siapakah akan sudi menatapi ?
    Aku dan duniaku
    Hidup dan bercinta

  23. Herry Susanto says:

    Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan

    Ceritakan padaku tentang pedihnya sebuah kehilangan
    Yang terbang diatas awan senja merah saga
    Dan menyisakan ngilu menikam didada
    Dalam derap waktu yang bergegas
    Agar segera kubaluri hatimu
    Dengan sejuk bening embun
    Dan tulus cintaku

    Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
    Yang membakar habis segenap asamu
    Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
    Agar kubuatkan untukmu
    Rumah diatas awan
    tepat dipuncak larik pelangi
    Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
    Khayalan merangkai impian bersamamu
    Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
    Kebahagiaan kita adalah
    keniscayaan tak terlerai

  24. Herry Susanto says:

    Sorry Sebelumnya saya minta maaf sudah merusak Blog anda dengan puisi-puisi saya, saya cuman bingung dengan apa yang rasakan sekarang.diri saya merasa tersiksa dengan perasaan ini.jadi saya terpaksa mencoret-coret blog anda dengan puisi-puisi ini.saya cuman minta tolong sampaikan puisi-puisi yang saya tulis kepada seseorang yang menghilang begitu saja dalam hidup saya.( Atas Nama Cinta Saya Di Lahirkan )

  25. Kenzt says:

    @Herry Susanto:
    He..he.. gpp Mas, cuman rasanya saya akan buatkan kategori sendiri untuk puisi-puisi yang sudah anda buat, agar lebih mudah ditemukan oleh seseorang yang anda harap menemukan tulisan itu.

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru