Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah






hi….!
aq suka lho sm puisi2 ini,coz menyentuh hati.N aq ke inget ma masa2 indah waktu sama mantan ku.
aq pecinta puisi bila aq ada wktu pasti waktu itu q hbskn utk mnulis puisi
@Dita Permatasari:
Wowww….semoga ga jadi sedih karena mengingat masa lalu.
@Chikal Vico Wahyudi Nur:
Bagus itu… BTW kenapa ga coba kamu publikasikan aja di internet. Kalo udah, dimana aku bisa akses?
zrry kenzt gua g bsa keluarkan isi hati q ke internet mslhx aq tkt lo puisi q ad lg yg mo ngikutin lgi utk dbkin mnjd lagu
Dinginnya malam
menusuk jiwaku yang sepi
terasa…menyayat hati…
Aku rindu..
aku rindu saat kau menyentuhku
saat kau membelaiku,saat kau memelukku
adakah disana kau pikirkan aku?
akankah kau rasakan hampanya jiwaku tanpamu?
mengapa hanya luka yang kau beri?
tak bisakah kau beri cinta untukku?
mengapa kau harus tinggalkanku?saat aku benar2 mencintaimu
tak bisakah kau tetap bertahan disini menemaniku?
Aku hanya bisa katakan
Aku kangen kamu
Aku masih mengharapkanmu
Dan aku masih…
Mencintaimu
Ku coba kuatkan hatiku….
Tak ku biarkan air mata ini menetes…
Aku tak ingin meratapi kesedihanku
Aku tak mau tangisi penderitaanku
Kau…
Beri noda di hidupku
Kau…sakiti jiwaku
Apa yang sebenarnya kau iginkan?
Kau telah memiliki pendamping hidup
Tapi mengapa kau beri aku harapan semu?
Bila memang tak pernah ada cinta untukku
mengapa kau dekati aku? Mengapa kau buat seolah2 mencintaiku?
Oh Tuhan…
Apa dosaku?
Mengapa KAU beri aku penderitaan
yang sesungguhnya aku tak mampu menghadapinya
Mengapa KAU pertemukan aku dengannya?
Mengapa KAU buat aku mencintainya?
Yang bila pada akhirnya,aku kecewa…aku terluka…
Aku tak pernah lelah bertanya padaMU
apa salahku…?
apa dosaku… Tuhan?
Aku tak mampu Tuhan…
Ku mohon hentikan semua ini…
Aku tak sanggup…
Please…
@Chikal Vico Wahyudi:
Iya juga sih…. Tapi sekedar untuk berbagi (tanpa berhitung nilai ekonomisnya) khan juga gpp? he..he.. itung-itung berbagi pengalaman dan cara pandang.
@Dita:
*Hanyut menikmati tulisan kamu*
bagus banget puisi nya..aq seneng banget dech..bisa baca puisi sebagus ini. kl bisa ajarin aq ya..bikin puisi yang bagus2. kl bisa..n kl mau..
kirimin aq puisi yg bagus2 donk ke email aq.
@ Winata:
Bukannya ga mau ngirimin Puisi ke kamu, cuman kayaknya mending kamu sering-sering berkunjung kesini aja deh, biar bisa lihat komentar orang-orang yang lain juga tentang tulisan-tulisan saya.
Atau, kalo kamu memang mau begitu, coba deh Kamu klik menu Subscribe to AnggrekBiru by Email. Dijamin, setiap ada tulisan baru kamu langsung dapet, persis seperti yang ada disini.
Gimana…???
hi boleh gak ikut baca-baca & sekalian aku juga pengan nulis puisi di sini ya
& friend tolong komentarin ya puisi Q ntar
MEMORY OF DIARY
Malam yang resah bersama hati yang resah
biar jau aku menanti langkah
namun aku selalu terjebak bersama amarah
terdiam bersama bosan
terduduk di satu kaki kursi
aku mencoba menapaki ujung tangga yang seakan terlalu jauh untuk ku tapaki
saat aku terbang
kulihat gerimis duka datang
hari itu…
berlalu pula itu…
asa, rasa, merasa apa ?
aku terlelap, namun aku tertidur dalam cinta tanpa harap
aku hanya ingni bisikan kata yang tak bisa aku ungkap dikala kau terbangun
“sungguh aku sayang kamu”
@ UQ:
Bagus…
ok bgt puisi2 yg ada!!
smoga kita dpat memaknai hidup dengan membaca puisi yg ada disini.
Aq ikutan buat puisi yah
tolong kasih comment yah
Mengapa masih ada air mata mengalir
ketika cintaku ikhlas kulepas
Mengapa masih ada rindu
ketika kau tak ada lagi di sisiku
Mengapa harus ada amarah
ketika kau tak pedulikanku
Mengapa harus ada kata mengapa
ketika semuanya aq coba lepaskan
ketika semuanya aq ikhlaskan
ketika aq coba mwnghapus bayanganmu dalam benakku
kenapa masih ada pengharapan
ketika tak mungkin ada harapan
Bantu aq ya Allah
untuk bisa melupakan semua
untuk bisa mengahapus semua kenangan
hingga tak pernah ada rasa sakit yang begitu dalam
hingga tak ada lagi kata MENGAPA ……..
wah……aq boleh dong ikutan kirim puisi, alna puisinya bagus2 sih…….
ajarin bikin puisi dong?puisi kamu bagus2 banget.selamat berkarya
@Henny:
lepas aja Hen… aku sendiri ga pernah belajar, cuman nulis apa yang kelintas makanya ga selalu bisa nulis *sebab inspirasinya kadang hilang kadang datang* –the special one sumber inspirasiku terkadang juga menyebalkan, selalu datang dan pergi dari pikiran–
Aku dilahirkan atas nama cinta…
Aku hidup karena cinta…
Aku kagum dengan sebuah cinta…
Aku rindu sebuah cinta…
Aku dicinta karena cinta…
Aku di cinta…
Tapi aku tidak merasakan di cinta…
@Untuk Kekasih Ku ” Maya ”
Tanpa Mu
Kini…
Hari berlalu perlahan tanpa mu di sisi
Surat-surat elektronik telah kusalin ke dalam CD
Kemas dan tersusun menjadi arkib di dalam laci
Menjadi koleksi
Baru semalam kudengar getar suaramu terakhir bagiku
Bertanya khabar – gembira atau dukakah aku
Mengharap sayu sinar mata dan kerdipan ungu
Yang tak mungkin terjadi kerna aku insan dalam terharu
Tetap tabah, pasrah dan redha pada yang tentu
Bagaimana dapat kujawab semua persoalan itu
Pasti kepuraan menjelma laju menutup pilu
Ya, aku ok, mari kita lupakan cerita dulu
Kerna airmata telah kering dalam sebak rasa
Kerna perjalanan jauh pasti meredah gelora
Dan kau, harapku yang satu, pelihara diri
Kerna arahmu dan arahku kini suatu realiti
Dan kau, pintaku, lupakan segala mimpi
Kerna aku telah sedia menghadap hari-hari baru
Tanpa mu
@Untuk Pujaan Hati Ku ” Maya ”
Telah ku coretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujimu
Yang tak diduga
Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari erti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawaban
Bila sesekali bertemu
Kau pasti bertanya
“Kisah siapakah itu ?”
Aku dalam lembut memujukmu
“Cerita itu benar !
Kisah kau dan aku”
@Untuk Dia ” Maya ”
Aku Mencintaimu Karena Dirimu Adalah Cinta
Cinta ku bersahaja
Memecah berhamburan di tepian padang safana
Merongga dan mendekam di sebidang bahu
Kala kau menyandarkan sebilah wajahmu di bahu ku
Pendar mata mu adalah selaksa bayangan hasrat dan bunga setaman jiwaku
Menyatu pada rangkaian sabda para dayang dayang di tepian nirwana
Dan ku pun luruh
Memahat kerinduan akan kebersamaan yang tak pernah terlupakan
Wahai penilam cahaya asmara hati ku
Akan ku raih biduk – biduk kemesraan dalam balutan kasih sayang mu
Akan kurangkum bayang – bayang rautan kegelapan
Demi melihat seutas senyum penderma ceria yang terpancar dari kelopak bening mata mu
Wahai bidadari kehidupan ku
Akan ku gores tepian langit
Memahat dan membentuk rarakan mega dengan rautan wajah mu
Agar ketika ku pandang langit
Ku lihat dirimu bersepuh dengan kelipan serakan bintang
Mungkin di suatu masa
Kita akan menyemai kelopak kelopak kuncup asmara
Menyerbuknya bersama
Hingga menjadi putik – putik bunga kesucian cinta kita
Dan di akhir sepenggalan jarak ajal yg terjemput
Akan tergetas baitan kataku yang bermakna padamu
Selirih getar dari kedalaman nurani ku kuucap
” aku mencintaimu karena dirimu adalah cinta”
Cinta Itu Dunia Ku
Cinta itu duniaku
Lalu aku menulis tentangnya
Tentang kemabukan rasa
Tentang keindahan rupa
Tentang kerinduan yang tiba
Tentang liku-liku di jalanannya
Di duniaku aku tidak menulis
Tentang kehancuran bahana perang
Atau tentang penyerahan dan penaklukan
Tetapi aku menulis
Tentang kesetiaan dan keluhuran
Atau tentang ketabahan dan pengabdian
Siapakah akan mengerti ?
Siapakah akan sudi menatapi ?
Aku dan duniaku
Hidup dan bercinta
Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan
Ceritakan padaku tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
Khayalan merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah
keniscayaan tak terlerai
Sorry Sebelumnya saya minta maaf sudah merusak Blog anda dengan puisi-puisi saya, saya cuman bingung dengan apa yang rasakan sekarang.diri saya merasa tersiksa dengan perasaan ini.jadi saya terpaksa mencoret-coret blog anda dengan puisi-puisi ini.saya cuman minta tolong sampaikan puisi-puisi yang saya tulis kepada seseorang yang menghilang begitu saja dalam hidup saya.( Atas Nama Cinta Saya Di Lahirkan )
@Herry Susanto:
He..he.. gpp Mas, cuman rasanya saya akan buatkan kategori sendiri untuk puisi-puisi yang sudah anda buat, agar lebih mudah ditemukan oleh seseorang yang anda harap menemukan tulisan itu.