Puisi Cinta

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah


318 komentar untuk “Puisi Cinta”

  1. dita permatasari says:

    hi….!
    aq suka lho sm puisi2 ini,coz menyentuh hati.N aq ke inget ma masa2 indah waktu sama mantan ku.

  2. chikal vico wahyudi nur says:

    aq pecinta puisi bila aq ada wktu pasti waktu itu q hbskn utk mnulis puisi

  3. Kenzt says:

    @Dita Permatasari:
    Wowww….semoga ga jadi sedih karena mengingat masa lalu.

    @Chikal Vico Wahyudi Nur:
    Bagus itu… BTW kenapa ga coba kamu publikasikan aja di internet. Kalo udah, dimana aku bisa akses?

  4. chikal vico wahyudi nur says:

    zrry kenzt gua g bsa keluarkan isi hati q ke internet mslhx aq tkt lo puisi q ad lg yg mo ngikutin lgi utk dbkin mnjd lagu

  5. DITA PERMATASARI says:

    Dinginnya malam
    menusuk jiwaku yang sepi
    terasa…menyayat hati…

    Aku rindu..
    aku rindu saat kau menyentuhku
    saat kau membelaiku,saat kau memelukku

    adakah disana kau pikirkan aku?
    akankah kau rasakan hampanya jiwaku tanpamu?

    mengapa hanya luka yang kau beri?
    tak bisakah kau beri cinta untukku?
    mengapa kau harus tinggalkanku?saat aku benar2 mencintaimu
    tak bisakah kau tetap bertahan disini menemaniku?

    Aku hanya bisa katakan
    Aku kangen kamu
    Aku masih mengharapkanmu
    Dan aku masih…
    Mencintaimu

  6. ..... says:

    Ku coba kuatkan hatiku….
    Tak ku biarkan air mata ini menetes…

    Aku tak ingin meratapi kesedihanku
    Aku tak mau tangisi penderitaanku

    Kau…
    Beri noda di hidupku
    Kau…sakiti jiwaku

    Apa yang sebenarnya kau iginkan?

    Kau telah memiliki pendamping hidup
    Tapi mengapa kau beri aku harapan semu?

    Bila memang tak pernah ada cinta untukku
    mengapa kau dekati aku? Mengapa kau buat seolah2 mencintaiku?

    Oh Tuhan…
    Apa dosaku?
    Mengapa KAU beri aku penderitaan
    yang sesungguhnya aku tak mampu menghadapinya
    Mengapa KAU pertemukan aku dengannya?
    Mengapa KAU buat aku mencintainya?
    Yang bila pada akhirnya,aku kecewa…aku terluka…

    Aku tak pernah lelah bertanya padaMU
    apa salahku…?
    apa dosaku… Tuhan?

    Aku tak mampu Tuhan…
    Ku mohon hentikan semua ini…
    Aku tak sanggup…
    Please…

  7. Kenzt says:

    @Chikal Vico Wahyudi:
    Iya juga sih…. Tapi sekedar untuk berbagi (tanpa berhitung nilai ekonomisnya) khan juga gpp? he..he.. itung-itung berbagi pengalaman dan cara pandang. :)

    @Dita:
    *Hanyut menikmati tulisan kamu* :(

  8. winata says:

    bagus banget puisi nya..aq seneng banget dech..bisa baca puisi sebagus ini. kl bisa ajarin aq ya..bikin puisi yang bagus2. kl bisa..n kl mau..
    kirimin aq puisi yg bagus2 donk ke email aq.

  9. Kenzt says:

    @ Winata:
    Bukannya ga mau ngirimin Puisi ke kamu, cuman kayaknya mending kamu sering-sering berkunjung kesini aja deh, biar bisa lihat komentar orang-orang yang lain juga tentang tulisan-tulisan saya.
    Atau, kalo kamu memang mau begitu, coba deh Kamu klik menu Subscribe to AnggrekBiru by Email. Dijamin, setiap ada tulisan baru kamu langsung dapet, persis seperti yang ada disini.
    Gimana…??? :)

  10. UQ san sepi says:

    hi boleh gak ikut baca-baca & sekalian aku juga pengan nulis puisi di sini ya

    & friend tolong komentarin ya puisi Q ntar

Beri komentar