<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AnggrekBiru.Com&#187; Prosa di AnggrekBiru.Com</title>
	<atom:link href="http://www.anggrekbiru.com/puisi-prosa/prosa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrekbiru.com</link>
	<description>Puisi cinta, Puisi Rindu, terangkum menjadi Kumpulan Puisi AnggrekBiru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 19:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sepenggal Waktu Tersisa</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/sepenggal-waktu-tersisa.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/sepenggal-waktu-tersisa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 18:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/10/11/sepenggal-waktu-tersisa/</guid>
		<description><![CDATA[Prosa "Sepenggal Waktu Tersisa" ini mengisahkan tentang perasaan seorang hawa yang mencintai dan menaruh rasa pada seorang pria namun kodrat kehidupan begitu membatasi ruang bagi perasaannya, selain hanya bisa berharap bahwa rasa yang sama juga dimiliki oleh sang Pria agar perasaan cintanya dapat terwujud.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tertunduk sedih ia. Hanya terdiam renungkan semuanya. Sedih dijiwanya begitu terasa ketika tiba-tiba jiwanya menyadari bahwa jiwanya bukanlah berada pada jasad yang tepat tuk mengungkapkan atau menunjukkan tentang apa yang dirasa oleh jiwanya. Lingkungan dunia dimana ia tinggal, telah disadarinya, sama sekali tak bersahabat pada apa yang namanya &#8216;cinta&#8217; jika itu harus diungkapkan oleh jiwa-jiwa yang berjasadkan hawa.</p>
<p>Lama jiwanya tenggelam dalam diam. Masih bingung harus bagaimana dalam dunia yang begitu diskriminatif ini. Mungkin juga ia bertanya dalam hati, &#8220;Mengapa cinta hanya tuk diungkapkan oleh jiwa-jiwa yang berjasadkan adam?&#8221;, aku tak mengerti, yang aku mengerti, dunia yang diskriminatif bagi hawa ini, nyaris membuatku gagal ciptakan lagi kehidupan cinta di relung hatiku, ketika jiwa yang aku cintai, ternyata juga mencintaiku, namun ia menyadarinya lebih dulu dan lalu ia terdiam dalam galau, bingung dan sedih karena keterbatasan kodrati yang ada pada jiwanya.</p>
<p>Meski kini, jiwaku dan jiwanya sudah menyatu, namun hawa dingin t&#8217;lah sempat aliri jiwaku ketika sadari bahwa sepenggal waktu tersisa kan habis dalam kejapan mata. Untung saja, Sang Pemilik Jiwaku dan Jiwanya, memberikan lingkaran waktu yang baru bagi dua jiwa ini tuk menyatu, meski waktu datang (lingkaran waktu) ketika dua jiwa ini t&#8217;lah terpisah dalam ruang. Tak mengapa, biar jiwaku dan jiwanya belajar artikan ini semua dan bisa buat indah kehidupan cinta dihati jiwa-jiwa ini (ku dan nya) tak hanya tuk sesaat namun sampai akhir hayat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/sepenggal-waktu-tersisa.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/cinta-sejati.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/cinta-sejati.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 19:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/10/11/cinta-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Semua harus tetap berjalan, tak peduli penuh penyesalan dan kesedihan. Mungkin aku menanti, mungkin cinta telah mati, atau mungkin cinta sejati, tapi saat sendiri kehidupan harus terus dijalani dengan sepenuh hati. Undangan itu, bukan berarti ku tak lagi mencintaimu. Bukan pula berarti ku tak mencintai dengan ia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Semua harus tetap berjalan, tak peduli penuh penyesalan dan kesedihan. Mungkin aku menanti, mungkin cinta telah mati, atau mungkin cinta sejati, tapi saat sendiri kehidupan harus terus dijalani dengan sepenuh hati.</p>
<p>Undangan itu, bukan berarti ku tak lagi mencintaimu. Bukan pula berarti ku tak mencintai dengan ia yang inisial namanya dirangkai dengan inisial namaku. Dulu pun aku tak mengerti, bahwa cinta sejati bisa tetap tersimpan, sambil terus berjalan menyongsong masa depan.</p>
<p>Pada akhirnya, cinta sejati hanya dapat dirasakan oleh yang mengalami. Sebab hati punya kita sendiri, sebab hidup harus terus dijalani.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/cinta-sejati.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>163</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memori Kawan Lama</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/memori-kawan-lama.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/memori-kawan-lama.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 03:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/10/16/memori-kawan-lama/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku bertemu seorang kawan lama. Sejenak, namun cukup untuk menggali semua memori yang pernah terjalin antara kami berdua. Begitu banyak tawa canda mengalir lepas hingga tak terasa terkadang airmata menetes. Satu jam pertemuan itu, jika arlojiku tak melebihi atau mengurangi. Hingga akhirnya dia melanjutkan kembali perjalananan panjangnya dan aku beranjak kembali menuju kehidupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku bertemu seorang kawan lama. Sejenak, namun cukup untuk menggali semua memori yang pernah terjalin antara kami berdua. Begitu banyak tawa canda mengalir lepas hingga tak terasa terkadang airmata menetes.</p>
<p>Satu jam pertemuan itu, jika arlojiku tak melebihi atau mengurangi. Hingga akhirnya dia melanjutkan kembali perjalananan panjangnya dan aku beranjak kembali menuju kehidupan sosial sehari-hariku.</p>
<p>Semoga masih ada cukup waktu untuk bertemu denganmu sekali lagi, suatu waktu nanti. Pikirku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/memori-kawan-lama.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertunduk Sedih Ia</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/tertunduk-sedih-ia.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/tertunduk-sedih-ia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 12:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/10/17/tertunduk-sedih-ia/</guid>
		<description><![CDATA[Tertunduk sedih ia. Hanya terdiam renungkan semuanya. Sedih dijiwanya begitu terasa ketika tiba-tiba jiwanya menyadari bahwa jiwanya bukanlah berada pada jasad yang tepat tuk mengungkapkan atau menunjukkan tentang apa yang dirasa oleh jiwanya. Lingkungan dunia dimana ia tinggal, telah disadarinya, sama sekali tak bersahabat pada apa yang namanya &#8216;cinta&#8217; jika itu harus diungkapkan oleh jiwa-jiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tertunduk sedih ia. Hanya terdiam renungkan semuanya. Sedih dijiwanya begitu terasa ketika tiba-tiba jiwanya menyadari bahwa jiwanya bukanlah berada pada jasad yang tepat tuk mengungkapkan atau menunjukkan tentang apa yang dirasa oleh jiwanya. Lingkungan dunia dimana ia tinggal, telah disadarinya, sama sekali tak bersahabat pada apa yang namanya &#8216;cinta&#8217; jika itu harus diungkapkan oleh jiwa-jiwa yang berjasadkan hawa.</p>
<p>Lama jiwanya tenggelam dalam diam. Masih bingung harus bagaimana dalam dunia yang begitu diskriminatif ini. Mungkin juga ia bertanya dalam hati, &#8220;Mengapa cinta hanya tuk diungkapkan oleh jiwa-jiwa yang berjasadkan adam?&#8221;, aku tak mengerti. Yang aku mengerti, dunia yang diskriminatif bagi hawa ini, nyaris membuatku gagal ciptakan lagi kehidupan cinta di relung hatiku, ketika jiwa yang aku cintai, ternyata juga mencintaiku, namun ia menyadarinya lebih dulu dan lalu ia terdiam dalam galau, bingung dan sedih karena keterbatasan kodrati yang ada pada jiwanya.</p>
<p>Meski kini, jiwaku dan jiwanya sudah menyatu, namun hawa dingin t&#8217;lah sempat aliri jiwaku ketika sadari bahwa seenggal waktu tersisa kan habis dalam kejapan mata. Untung saja, Sang Pemilik Jiwaku dan Jiwanya, memberikan lingkaran waktu yang baru bagi dua jiwa ini tuk menyatu, meski waktu datang (lingkaran waktu) ketika dua jiwa ini t&#8217;lah terpisah dalam ruang. Tak mengapa, biar jiwaku dan jiwanya belajar artikan ini semua dan bisa buat indah kehidupan cinta dihati jiwa-jiwa ini (ku dan nya) tak hanya tuk sesaat namun sampai akhir hayat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/tertunduk-sedih-ia.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk &#8216;Sahabatku&#8217;</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/untuk-sahabatku.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/untuk-sahabatku.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 12:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/10/19/untuk-sahabatku/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang salah di dirimu ketika perasaanmu mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang engkau cintai. Sahabatku, tidak pernah salah bagi siapapun untuk mencintai seseorang yang layak untuk dicintai. Tidak juga salah bagimu, ketika akhirnya mencintaiku. Hari ini engkau menuliskan pesan pendek untukku. Kamu bilang kamu tulus mencintaiku. Sungguh, aku tidak tahu apakah benar ketulusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang salah di dirimu ketika perasaanmu mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang engkau cintai. Sahabatku, tidak pernah salah bagi siapapun untuk mencintai seseorang yang layak untuk dicintai. Tidak juga salah bagimu, ketika akhirnya mencintaiku.</p>
<p>Hari ini engkau menuliskan pesan pendek untukku. Kamu bilang kamu tulus mencintaiku. Sungguh, aku tidak tahu apakah benar ketulusan itu sebagaimana yang kau ucapkan, atau sesungguhnya pesan itu hanyalah sebaris kalimat penuh pengharapan agar aku mau menerima dirimu sebagai pendampingku. Sahabatku, tidak sedikitpun aku ingin memprotesmu atau meragukan tulisan pendek itu. Tiada guna bagiku hidup dengan keraguan atau kecurigaan.<span id="more-38"></span></p>
<p>Sahabatku, tiada henti ku ucap terimakasih karena engkau telah menyayangiku, meski engkau belum sepenuhnya mengerti baik burukku. Melihat sikapmu, aku jadi menyimpulkan bahwa cinta ternyata juga penuh resiko.</p>
<p>Sahabatku, semoga engkau tetap bisa menjadi sahabatku. Semoga esok, ketulusan cinta yang kau tuliskan terwujud dalam sebuah kebesaran hati untuk menerima kenyataan hidup bahwasannya seluruh perasaan dan perhatianku untuk seseorang yang telah lama kucintai. Aku pikir kamu sudah lebih dari tahu, pada siapa sesungguhnya seluruh perasaanku bermuara, mengingat awalnya kedekatan kita kupikir hanya sebatas persahabatan biasa dari dua insan beda jenis saja.</p>
<p>Sahabatku, andai aku bukanlah seorang yang tidak menghargai keberadaanmu, mungkin aku sudah memilih untuk marah kepadamu, sebab telah mengkhianati kepercayaanku yang menganggapmu sebagai seorang sahabat. Itu sama seperti kamu memanfaatkan seluruh informasi pribadi seputar diriku untuk meraih simpati dan perasaanku. Bukankah cinta yang tulus harusnya menyadarkan dirimu bahwa seluruh cinta tulusku sudah kucurahkan pada ia yang kucintai sekian tahun terakhir ini?</p>
<p>Sahabatku, tanpa bermaksud mengguruimu, mungkin sedikit pengalaman hidupku bisa sedikit kau ambil pelajaran tentang seperti apa cinta tulus menurut pandanganku. Seperti kamu tahu, tidak sedikitpun aku pernah memaksakan perasaan sayangku kepadanya yang kucintai sepenuh hati. Hanya kubiarkan ia tahu dan terus merasakan bahwa aku memang tulus mencintai dan menyayanginya, tidak pernah aku memaksanya untuk melupakan atau berhenti mencari yang lain. Dan, untuk kau tahu, ia yang kucintai itu juga sungguh-sungguh mengerti tentang seperti apakah ketulusan itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/untuk-sahabatku.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seandainya Hatimu Adalah&#8230;</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/seandainya-hatimu-adalah.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/seandainya-hatimu-adalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 07:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/11/06/seandainya-hatimu-adalah/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah cinta hacker, cracker mungkin sedikit tergambar dari tulisan ini. Cukup menghibur jikalau hati anda tidak sedang bersedih. Tulisan ini di salin utuh dari tulisan di situs milik Adhe_5381]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tulisan ini bukan tulisan asli milik <a href="http://www.anggrekbiru.com" title="AnggrekBiru dot Com">AnggrekBiru</a>. Tulisan ini adalah tulisan yang disalin utuh dari sebuah alamat situs. Alamat aslinya adalah:<br />
<a href="http://www.geocities.com/adhe_5381/adhe.txt" title="Adhe Text">http://www.geocities.com/adhe_5381/adhe.txt</a></p></blockquote>
<p>Seandainya hatimu adalah sebuah system, maka aku akan scan kamu untuk mengetahui port mana yang terbuka Sehingga tidak ada keraguan saat aku c:\&gt; nc -l -o -v -e ke hatimu,tapi aku hanya berani ping di belakang anonymouse proxy, inikah rasanya jatuh cinta sehingga membuatku seperti pecundang atau aku memang pecundang sejati whatever!</p>
<p>Seandainya hatimu adalah sebuah system, ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu, pake PHP injection Terus aku ls -la; find / -perm 777 -type d,sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi atau adakah free space buat aku?. apa aku harus pasang backdoor â€œRemote Connect-Back Shellâ€jadi aku tinggal nunggu koneksi dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.</p>
<p>Seandainya hatimu adalah sebuah system, saat semua request-ku diterima aku akan nogkrong terus di bugtraq untuk mengetahui bug terbarumu maka aku akan patch n pacth terus,aku akan jaga service-mu jangan sampai crash n aku akan menjadi firewallmu aku akan pasang portsentry, dan menyeting error pagemu â€ The page cannot be found Coz Has Been Owned by Someone get out!â€ aku janji gak bakalan ada macelinious program atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.</p>
<p>Seandainya hatimu adalah sebuah system, jangan ada kata â€œYou dont have permission to access itâ€ untuk aku, kalau ga mau di ping flood Atau DDos Attack jangan ahâ€¦.! kamu harus menjadi sang bidadari penyelamatku.</p>
<p>Seandainya hatimu adalah sebuah system, â€¦? Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system, kamu adalah sang bidadari impianku, yang telah mengacaukan systemku! Suatu saat nanti aku akan datang n mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang Menghanyutkan, Ga ada anti virus yang dapat menangkalnya selain â€¦kamu<a href="http://www.kenreidy.web.id/adhe_5381" title="Adhe_5381 is Adhe-Echa">.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/seandainya-hatimu-adalah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi &amp; Mesin Pencari</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/informasi-mesin-pencari.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/informasi-mesin-pencari.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 03:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/11/14/informasi-mesin-pencari/</guid>
		<description><![CDATA[Berbekal satu nama yang kuingat sedari dulu, kucari namamu. Berharap kutemukan secuil atau bahkan lebih, informasi tentang keberadaanmu, aktifitasmu, atau apapun yang berkait dengan sosok dirimu. Kawan, yang dulunya adalah pasangan. Entah mengapa, tak tahu kenapa, tiba-tiba aku mencarimu di sejenak waktu pagi ini. Mungkin karena aku pernah dekat denganmu, mungkin karena dulu kita adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbekal satu nama yang kuingat sedari dulu, kucari namamu. Berharap kutemukan secuil atau bahkan lebih, informasi tentang keberadaanmu, aktifitasmu, atau apapun yang berkait dengan sosok dirimu.</p>
<p>Kawan, yang dulunya adalah pasangan. Entah mengapa, tak tahu kenapa, tiba-tiba aku mencarimu di sejenak waktu pagi ini. Mungkin karena aku pernah dekat denganmu, mungkin karena dulu kita adalah satu. Sayang, tak sedikitpun kudapati informasi tentang dimana dan apa yang kau lakukan kini.</p>
<p>Sayang&#8230; ternyata untuk sebuah kerinduan singkat pada mantan pasangan, sebuah mesin pencari yang katanya canggih pun tak bisa memberikan hasil sesuai ekpektasi. Setidaknya mesin pencari tak mengerti, betapa aku membutuhkan sedikit informasi tentangnya kini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/informasi-mesin-pencari.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Masa Lalu</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/kenangan-masa-lalu.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/kenangan-masa-lalu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 22:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/12/02/kenangan-masa-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih untuk semua manis yang pernah kita jalani bersama. Terima kasih untuk senantiasa jujur sejak mula kita menjalin cinta hingga akhirnya terasa menyesakkan dada. Tidak ada yang salah dengan kejujuranmu, tidak pula salah dengan cinta yang telah berlalu. Tidak akan pernah ada dendam, atau sakit hati apapun namanya. Kekecewaan hanyalah urusan bagaimana kenyataan sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih untuk semua manis yang pernah kita jalani bersama. Terima kasih untuk senantiasa jujur sejak mula kita menjalin cinta hingga akhirnya terasa menyesakkan dada. Tidak ada yang salah dengan kejujuranmu, tidak pula salah dengan cinta yang telah berlalu.</p>
<p>Tidak akan pernah ada dendam, atau sakit hati apapun namanya. Kekecewaan hanyalah urusan bagaimana kenyataan sekarang bisa mengajarkan pada impian bahwa jerih payah, dan kesetiaan pun masih belum cukup untuk mewujudkan semuanya menjadi nyata. Kini kau pergi, kini semuanya kembali menjadi sekedar mimpi.</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/kenangan-masa-lalu.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bimbang</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/bimbang.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/bimbang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 17:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/12/04/bimbang/</guid>
		<description><![CDATA[Kawan, benarkah kesedihan hanyalah sebuah jembatan menuju kebahagiaan? Ataukah kebahagiaan itu sendiri yang merupakan sebuah perhentian sementara bagi kesedihan?. Ingin rasanya selalu &#8216;kugenggam&#8217; &#8220;Habis gelap terbitlah terang&#8221;, andai saja itulah yang selalu terjadi dalam kenyataan. Terkadang semuanya terjadi berlawanan. Hingga kini hatiku bimbang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawan, benarkah kesedihan hanyalah sebuah jembatan menuju kebahagiaan? Ataukah kebahagiaan itu sendiri yang merupakan sebuah perhentian sementara bagi kesedihan?.</p>
<p>Ingin rasanya selalu &#8216;kugenggam&#8217; &#8220;Habis gelap terbitlah terang&#8221;, andai saja itulah yang selalu terjadi dalam kenyataan. Terkadang semuanya terjadi berlawanan.</p>
<p>Hingga kini hatiku bimbang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/bimbang.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entahlah&#8230;</title>
		<link>http://www.anggrekbiru.com/entahlah.html</link>
		<comments>http://www.anggrekbiru.com/entahlah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 20:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenzt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrekbiru.com/2007/12/10/entahlah/</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih&#8230;. Hanya itu yang bisa ku ucap ketika semuanya harus berakhir tanpa koma. Baru kusadari ternyata janji dan cinta itu tak pernah sungguh-sungguh mengikat hati. Untuk selalu mencintai. Sesuai janji. Hari ini, sekian tahun sudah sejak waktu itu. Kepergianmu masih membayang, rasa untukmu tak juga hilang. Padahal aku lelah merasakan semua yang masih tersisa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih&#8230;. Hanya itu yang bisa ku ucap ketika semuanya harus berakhir tanpa koma. Baru kusadari ternyata janji dan cinta itu tak pernah sungguh-sungguh mengikat hati. Untuk selalu mencintai. Sesuai janji.</p>
<p>Hari ini, sekian tahun sudah sejak waktu itu. Kepergianmu masih membayang, rasa untukmu tak juga hilang. Padahal aku lelah merasakan semua yang masih tersisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrekbiru.com/entahlah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
