Puisi Terbaru Asta

June 13, 2008

Puisi berikut ini ditulis oleh Asta dalam komentarnya dalam Puisi berjudul (Biasanya) Bukan Rayuan Gombal. Guys and girls, jangan lupa tinggalin komentar kamu untuk Puisi Sedih ini yah… Kenzt ingin tahu, apakah apresiasi kalian semua sama dengan Kenzt ketika membaca Puisi tersebut.

Tlah kucoba ingkari rasa ini
Tlah kucoba bertanya akan hati
Kebingunganku pada diriku sendiri
Belum terjawab walau sudah ku mencari

Hanya denting jam yang berbunyi
Kupun mencoba mengajaknya berbagi
Namun…
Hanya detik yang berlalu dan berlari
Meninggalkan jam yang menjadikan malam semakin sepi

Aku hanya mendesah
Dimana harus ku temui jawaban itu?
Di dasar laut atau pada hutan belantara???

Aku kesal
Mungkin memang aku salah
Jika harus mengartikan
Kebaikanmu adalah sebuah harapan dan istilah, atau apalah

Maaf!!!
Jika perasaan itu tlah terlanjur muncur menghias hati
Yang tak berdaya tuk ku tepi
Dirimu ku akui cukup berarti
Walau ku tak tau
Apa ada rasa dihatimu Kini..???

Sebar tulisan diatas melalui:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • StumbleUpon
  • E-mail this story to a friend!
  • MisterWong
  • Print this article!
  • Technorati
  • TwitThis
Sejak beberapa waktu lalu saya menambahkan sub kategori di bawah kategori utama Puisi Kenzt. Sejak waktu itu hingga kedepannya, seluruh puisi baru akan saya letakkan sesuai dengan sub kategori tersebut. Untuk puisi-puisi lama semuanya tetap menjadi satu dalam kategori Puisi Kenzt. Demikian pemberitahuan dari saya.
Lirik Lagu

Ingin mengungkapkan sesuatu berkait tulisan diatas?





Comments

Ada 16 komentar tuk “Puisi Terbaru Asta”

  1. ?rm? ^-^ on June 19th, 2008 12:15 pm

    Puisi ny bgs.mkna ckup dlm.diambl dr khdpn bnrn lg.krn seh.tp cb deh dtmbh kta2 kiasn gto,mngkn mkna bs mkn dlm n pztny lbh puitis.;-)

    ^_^ dibalas pada September 3rd, 2008 11:34 am:

    duchhhhhhhhhhh………………..sok puitis bwgtz dech!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. Khairuddin on June 22nd, 2008 6:32 pm

    “Dirimu ku akui cukup berarti
    Walau ku tak tau
    Apa ada rasa dihatimu Kini..???”

    Maafin aku yach dear….aku gag ada rasa apa2 tuch… :)

  3. Cekak-cekak on June 24th, 2008 1:45 pm

    cekak cekak tambahin tuh kta kiasannaaaaaaaaaaaaaaaasss locoooooooooooooooooo
    sedihhhhhhhhhhhhhhhhhh
    T_T_T_T_T_

  4. Dewey on June 27th, 2008 1:29 am

    Kubiarkan diriku menikmati kegundahan yang kini meraja
    Kuselimuti hati dengan pedih yang menggoreskan lara
    Diriku bukan apa-apa
    Aku bukan siapa-siapa
    Bagimu…

    Namun bila kau tahu
    sungguh kau-lah segalanya dalam hatiku
    Telah ku ukir indah namamu disini
    Kubingkai dan kunaungi dengan keteduhan jiwa,
    Namun ku selalu menunggu cahayamu
    yang terkadang redup menerbitkan harapku
    akan cinta yang mungkin masih kau simpan

    Mungkinkah ada satu ruang di hatimu untukku?

    Sorry,nech,,bukannya mau nyaingin,tapi pengen sharring aja,karena perasaan yang penulis rasakan sama kayak apa yang skarang gw rasain juga.
    Bukannya sok melankolis juga,tapi gw bisa ngerti perasaan sang penulis.

  5. sasha on July 22nd, 2008 11:37 am

    kenzt,,chatinx youx ma sash!!!

    Kenzt dibalas pada July 24th, 2008 8:32 am:

    how…how… ???

  6. bintang_grils on July 23rd, 2008 11:35 am

    hay …..?
    ada puisi bagus nggk

    Kenzt dibalas pada July 24th, 2008 8:30 am:

    maksudnya ? yg disini jelek semua gitu yah??? :D
    emang kalo ada puisi bagus, situ punya komentar bagus ???

  7. Anre_renata on July 24th, 2008 5:46 pm

    Kini puisi mu mewakili kata hati qu …Aq yang tak tau sapa aq sebenarny ,aq yang slalu terlupakan dan terbuang ,yang rapuh tak berjiwa tanpa pernah mengenal indahnya cinta,aq hanya dapat memberi dan memberi cinta dan sayang tapi ketika itu pula ku di campakan..,dihempaskan rasa sakit slalu mendera hatiku ..Asaku hanyalah impian semu.,. Btw,..Asta 2 ibu jariku tak cukup untk mewakili …Intinya kta yg kmu tls mampu menguak luka hatiku artny puisimu dalem maknanya ,

  8. budi januardi on July 24th, 2008 9:17 pm

    baguuus…kalo bisa tolohg kirim ke e-mail gw dunk…TQ

    Kenzt dibalas pada July 25th, 2008 4:59 pm:

    kenapa ga loe kirim sendiri ??? klik aja menu berlangganan, masukin alamat email loe disana. Beres… :D

  9. Ezie on July 25th, 2008 7:04 pm

    Eh 9 bs lbh puitiz lg taCh.lbh pRhtin pmiliHn kta dunkz,bs kn bu2hin kiasan.

  10. Wawan on July 29th, 2008 9:45 pm

    Puisinya bagus,Isinya dalem,tapi kalo gw bleh kasih saran…Coba dech pemilihan kata”nya lebih di perhati’n pasti bisa lebih dalem lagi dech.Tp secara keseluruhan sich dah bagus…

  11. Oreo_stroberi on August 2nd, 2008 1:08 pm

    Puisinya bgus bgt .
    Maknanya dalem bgt .
    Pas ky yg lg aku rasain skrg ..

  12. dewi on August 19th, 2008 4:46 pm

    sehelai kain putih membungkus tubuhku yang kecil
    tangis pertama yang ku ucapkan,
    meneteskan segelintir beningnya air mata sang bunda
    sepasang tangan yang kuat mengangkat tubuhku
    merebahkanku dalam pelukannya
    suara adzan dikumandangkannya di telingaku
    ucap dan harap serta segala doa diberikan padaku
    agar kelak aku dapat menjadi manusia yang berguna
    hidup dan matinya ia korbankan untukku
    oh ayah dan bunda,, betapa aku menyayangimu