Puisi

Puisi… kutulis dan kurangkai
Saat inspirasi dan sebentuk emosi
Menggerakkan otak dan jemari
Memilih diksi mencari analogi

Meski bukan penyair ku tetap bersyair
Meski bukan pujangga tetap kubersuara
Tak pernah peduli apa mereka bilang
Syair dan Puisi bagiku kebebasan

Puisi… kau caci dan kau puji
Sesuai batas mengarti dan imaji
Terimakasih… ku kan menulis lagi
Meski kosong puji dan caci


37 komentar untuk “Puisi”

  1. Maafkan Aku Ibuku

    Maaf ibu,kadang aku lupa untuk memikirkanmu
    Karena seringnya memikirkan diriku
    Kadang aku tidak membantumu
    Karena terlalu sering bergelut dengan kesibukanku

    Ibu….
    Kadang aku jarang berbicara denganmu
    Tapi kini aku sangat sadar ibu
    Didalam hati dan otakku hanya ada ibu

    Ibu….
    Betapa sangat ku membutuhkanmu
    Aku butuh perhatian dan sayang ibu disaat sakitku
    Aku butuh pundak ibu disaat tangisku

    Ibu sungguh cinta dan sayangku
    Ibu sungguh tautanku
    Aku akan selalu sayang padamu
    Maafkan anakmu ini ibu

  2. Sebuh Penantian

    Kunanti sebuah melodi
    Mengalun diketenangan hati
    Lembayung menyiratkan gambar diri
    Sesal yang kurasa kini

    Hatiku selalu dingin dan beku
    Selalu kucari dimana kasihku
    Keberadaannya tak pernah kutahu
    Mengalir seperti cintaku padamu

    Cintamu tak terasa lagi
    Pergi entah kesudut mana
    Akan kunanti engkau kembali
    Hingga fajar berganti senja

  3. dina novita sari says:

    rindu..
    rindu tak mengenal ruang..
    ak ingin saat in ak dapat merengkuh tubuhmu
    dapat menatap wajahmu dengan sepuas hatiku
    tak tergambarkan
    bahkan tak terucap ktika sang rembulan datang..
    kebersamaanku terpisah denganmu..

    sepi..
    sepi..
    ak ingin setiap malamku selalu ditemani oleh dirimu
    tubuh menjadi satu..
    tak add lg desah yang dapat merobek jiwa..
    batiniah telah terobati..
    lahiriah telah terpenuhi

    rindu..
    ak ingin sampaikan ini semua
    kepada sang yang ku cinta..
    ak tak kuasa tuk menahannya..
    ak ingin mati ,,
    ak ingin mati
    jika ak terrus tanpa dirinya..

    • dewi says:

      Lewat jemari d’ujung pena ingin ku ungkap sebuah rasa…yang saat ini bergejolak dalam jiwa
      sahabatku…. rindu ini masih ku pendam dan sayang ini masih ku simpan..
      agar kelak bila kita bertemu kemesraan tetap terjaga sama seperti dulu

  4. dewi says:

    puisi’y keren abz euy……

  5. loonely says:

    maafkan aku
    ternyata aku masih mencintaimu
    Jangan salahkan hatiku
    karena aku masih menyimpannya
    hanya untukmu

  6. Sayuti caem says:

    Kasih….
    Lain dulu lain sekarang
    sejarah lalu biar jadi album kenangan
    takkan lagi kucoba membuka lembaran lembaran yang tlah terlewati
    buat apa dikenang bila hanya menyayat hati menjadi sembilu…
    Kasih…
    Walau kini kutahu kubisa saja mengulang sejarah itu…
    Tapi mungkin kata perpisahan yang terbaik
    maaf tuk sekian kalinya
    ku tak dapat kembali…

Beri komentar