Rindu Puisi

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

120 komentar untuk “Rindu Puisi”

  1. yadi says:

    CINTA AKAN
    tetap setia saat hati di sakiti
    tetap tersenyum saat di bodohi
    tetap memaafkan saat di bohongi
    tetap menanti saat di tingglkan
    tetap menerima saat kaw kembali

    RINDU KAMU SANGATTT SANGATT
    RINDU OLIV SELALU nak SUKABUMI T__T
    MY FIRST LOVE T________________T

  2. nani says:

    tak lekang oleh waktu
    itulah cinta

  3. riefki says:

    KETIKA AKU RINDU
    INGINKU TERIAK
    INGINKU BERKATA “TIDAK”
    TAPI HATIKU BERONTAK

    KETIKA AKU RINDU
    INGINKU TERBANG
    TAPI SAYAPNYA TLAH HILANG
    DITELAN MALAM YANG KELAM

    KETIKA AKU RINDU
    INGINKU MENANGIS
    TAPI AIR MATAKU TLH HABIS

    KETIKA AKU RINDU
    INGINKU TERTAWA
    TAPI HATIKU TERLUKA

    EGOKAH AKU…?
    SEMPURNAKAH AKU…?
    HATIKUPUN BERKATA “TIDAK”

    KETIKA RINDU MENDERU
    KETIKA RINDU MENGGEBU
    KETIKA RINDU MENJEMPUTKU
    KETIKA RINDU MENGALUN SYAHDU
    DIIRINGI NYANYIAN YANG MENYENTUH RUANG KALBU..

    TIBA-TIBA…..
    RINDU ITUPUN..TERHEMPAS…TERENG
    GUT…TERCABUT…
    TERKULAI..TAK BERDAYA TAK BISA APA-APA..

    BIARLAH RINDU ITU MEMBELENGGU
    BIARLAH RINDU ITU MEMBEKU
    BIARLAH RINDU ITU MEMBISU
    BIARLAH RINDU ITU BERTEMAN DENGAN WAKTU

    ENTAH SAMPAI KAPAN
    TAK SEORANGPUN YANG TAHU
    TIDAK JUGA KAU WAHAI BIDADARIKU

  4. Lina says:

    Malam smakin larut
    Aku tidak bisa pejamkan mata ini
    Aku slalu teringat akan kamu
    Entah di mana kamu nerada skarang

    Mentari yang dulu kamu janjikan untuk aku
    Kini tak pernah bersinar lagi
    Smuanya telah hilang
    Hilang entah ke mana

    Kuatkah aku menanggung smuanya ini
    Mampukah aku menjalani kehidupan ini
    Yang penuh dengan liku liku
    Yang penuh dengan beban

  5. Rini says:

    Sngguh puitis

  6. reddy says:

    sangat merindukan

  7. Mr. Fear says:

    Rindu adalah aku
    ketika hujan menari-nari menelisik sisi hati

    sebuah cerita masa lalu
    dari waktu ; kian menyinggung

    wahai

    lembaranku hanya sebait kesedihan
    tulislah dengan darah harapan
    yang kutuang dalam sekuncup kepedihan

    senyumlah aku atau mereka
    abadi dalam kekekalan surga sang iblis

  8. DOENHY says:

    Kabut tipis pun, mulai trun prlhan di lembah kasih… Q masih ttap brdri di sini, mrsapi belaian angi yg mnjadi dingin, kalau brtmu, stlah skian lama kita trpisah, apakah kau masih mmblai q semesra dahulu..? Ktika q dekap kau,, kau dekap lah aq lebih mesra, kita mmang sngat berbeda dlam bnyak hal, tpi tidak so’al cinta,, cahaya bulan menusuk q,,, dngan ribuan prtnya’an,, yg tak kan prnah q tau dmna ltak jwaban itu,,,, bagai letusan berapi,, mmbngun kan q dari mimpi,,,, dan q mncoba brdri, mncoba trus mlngkah,, tuk mncari jawaban kegelisahan hti ini…………….

  9. farah az-zahra says:

    so sweet!!! nyentuh bget ke ati!!

  10. cinta yg tlah pergi says:

    cinta adalah anugrah dari tuhan namun mengapa manusia slalu menyianyiakannya padahal allah telah memberi kita untuk bepasangan bagaikan ombak yg menabrak karang

  11. taufik says:

    rindu ku pada mu
    sangt besar
    ketika ku jauh darimu
    ku selalu memikirkan mu
    kamu adalah pujaan ku
    rinduku tak akn hilang meski ku tak lgi dengan mu

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru