Rindu Puisi

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali


71 komentar untuk “Rindu Puisi”

  1. dian says:

    wuaaaaaa….. cinta begitu menyiksaaaaaaaa………

  2. ayu says:

    hmmm,sangat mnyakitkan cinta ini..
    tpi jika idup tnpa cinta akn trsa hampa…

  3. chintara says:

    uh…………..
    kenapa ya cinta bisa membuat kita tak berdaya,saat kita sudah lama tak bertemu cinta kita.

  4. nita says:

    kenapa ce????
    semua orang bilang cinta n cinta terus
    sebenernya cinta tu apa???

  5. Surya Pande says:

    knapa d saat aq bner2 mnemukan cnta dya hrus prgi dri q????????

  6. tri says:

    puisi yg lebih dari sekedar puisi..!

    • Daun kering says:

      Aku hanyalah selembar daun kering
      Yang tak merasa pantas tinggal di atas dahan
      Di tengah rimbun daun menghijau

      Aku hanya selembar daun kering
      Lazimlah aku jatuh ketanah
      Bersembunyi di balik batu
      Berharap kan sudi lindunginya dari terik mentari

      Aku hanyalah selembar daun kering
      Hujan hanyutkannya jauh ke dasar samudera
      Lelap tertidur di sudut kepasrahan
      Menunggu kabar dari sang bulan
      Apakah kabar kuntum yang tertinggal di dahan
      Tertinggal bersama cintanya yang suci

      by. Daun kering
      07.02.2010

      • ardi yahma says:

        Aku hanyala selembar daun kering yang tak merasa pantas tiggal di atas dahan di tengah rimbun daun mengjiau Aku hanyala selembar daun kering Lazimlah aku jatuh ketanah Beresembunyi di balik batu Berharap kan sudi lindunginya dari terik mentari Aku hanyualah selembar daun kering Hujan hanyutkannya jauh ke dasar samudera Lelap tertiur di sudut kepasrahan Menunggu kabar dari sang bulan Apakah kabar kauntum yang tetiggal di dahan tetiggal berasama citanya yang suci by. daun kering

  7. Just Juice says:

    Luka Untukku

    Ketika cinta mulai tumbuh
    Bunga hati mulai bersemi
    Terbentang luas khayalan semu
    Dimensi pilu membuat gundah hati

    Awan mendung lahirkan gulita
    Iringi hati yang mulai tersiksa
    Mendengarkan kata pisah dari cinta
    Bagai tersesat dalam lembing derita

    Andai semua tak pernah ada
    Mungkin luka tak akan tercipta
    Kenangan indah mulai terlupa
    Dan separuh hatiku telah hilang bersamanya

Beri komentar