Seberapa Besar Kau Mencintaiku

Seberapa besar kau mencintaiku ?
Jangan lagi kau jawab dengan puisi karya Elizabeth Browning
Jawablah aku semampumu, karena letih aku menunggu. Layakkah cinta ini dipertahankan ? Jangan lagi kau jawab biarkan seperti air yg mengalir.
Berikan aku kepastian karena sudah kulayari sungai cinta kita dengan riak jeram tak hentinya
Aku iklas menjalani namun jawablah, yakinkan aku, seberapa besar kau mencintaiku ?

46 komentar untuk “Seberapa Besar Kau Mencintaiku”

  1. phie2` says:

    saat diriku tak mampu
    menerangimu di kala kau terlelap
    ku akan mengutus setitik bintang
    bintang yang bersinar paling terang
    yang akan menemani tidurmu

    saat diriku tak mampu
    menghangatkanmu dikala kau terbangun
    ku akan meminta sang mentari
    tuk menghangatkan dirimu
    menyinari sepanjang harimu

    saat diriku tak mampu
    menghiasi hari senjamu
    ku akan ciptakan sebaris pelangi
    sejuta warna hidupku akan kuberi
    agar hidupmu lebih berarti

    saat diriku tak mampu
    mengikuti setiap jejak malammu
    ku akan buatkan sebuah rembulan
    yang akan menemanimu
    takkan hilang
    sampai pagi menjelang

    ku tlah ciptakan
    setitik bintang
    sang mentari
    sebaris pelangi
    serta sebuah rembulan
    kuberikan ini smua untukmu
    agar kau tak kesepian
    saat diriku tak berada di sisimu ..

  2. phie2` says:

    cinta terlahir dari dua jiwa
    dua jiwa yang telah koyak
    menambal luka yang lalu
    merangkai jaji demi janji
    berpaut hati demi hati
    mengukir cinta yang pasti
    beralaskan kejujuran hati
    beratapkan jiwa yang remuk
    mengandalkan jiwa yang rapuh
    senyum ranum nan menawan
    memancar di sebaris senyummu
    menguatkan luka lebamku
    menghilangkan luka lama ini

    cinta lama terhapus tanpa sisa
    cinta baru terukir dalam-dalam
    di setiap benak yang terlibat
    mengecap setetes atas nama cinta
    saling terpengkur dalam kemesraan
    saling terlelap dalam romantika
    membuat hidup lebih indah maknanya

  3. phie2` says:

    dijeh_emo_mazter@luv.com
    plzzz d eT..
    Qta tkeRan puiZi ..

  4. kaori says:

    kalo tidak jangan di paksa

    biarkan ia mencintaimu dengan setulus hatinya karena pasti akan mmbawa kebahagiaan dunia akhirat

    amieeeeen

  5. GenthO says:

    gile puisi apa puisi….. nyentuh ati banget…..

    LaMa….
    Sepi….
    Disini..
    Menanti.
    Kehadiranmu..
    Tak ku bayangkan…

    Aku akan SlaLu Dsini Menunggu JANDAMU!!

  6. 0m says:

    Sebesar cintamu padaku
    Ini tulus dari untaian kata hatiku
    Hingga tuturku tak sanggup terucap,
    tapi keletihanmu akan terobati
    semua ini tergantung sebesar pengorbananmu unt cinta kita
    Kepastian akan kuberikan jika semua sudah teratasi

  7. aku tak pernah tau akan makna cinta yang sebenarnya, tp aku penah merasakan betapa indahnya cinta itu……….

  8. ahmadb18 says:

    Ketika cinta hadir,aku hanya bisa merasakan bahagianya ….

  9. antika says:

    aq yaKin qo aLo dY saNgat mEncIntai dIri qU sEpEnUH HatI

  10. vita says:

    smua tak bisa diucapkan, krn ketika rasa itu hadir angka2 tak cukup tuk menjabarkan seberapa besarnya cinta itu krn yg ku tahu aku mencintaimu seperti ku mencintai diri ini. dan jika kau terluka maka separuh jiwaku yg luka.

  11. jono says:

    pacar tak di cari datang seendiri……..
    emang iya gitu……………iya kaleeeeeeeeeeee

  12. indha says:

    cinta jgn dinanti??????????????

  13. bayu says:

    tp knp diri q gk sllu dihadiri cnt sjati

  14. aku mencintai hanya satu orang….

    dan
    aku d lahirkan d dunia hanya untuk sementara…..

    cinta ku terhadap ibu ku tak kan terganti karna dia for my light

  15. .;. lylha_luph .;. says:

    ..aqu mncintai muw .;.
    .. jgn prnh tgglin au
    ..au btuh dri muw d dunia eank klam nich

  16. widhi si moucint says:

    mantapppppppppppppppppp

  17. Kutul says:

    Gelapnya malam tak membuat ku pantang balik arah karena ada senyuman mu yang memberiku setitik cahaya tuk memotivasiku tuk berjuang dan berkarya walaupun dalam kegelapan.

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru