Seperti
Seperti kapas yang tumbuh di taman hati
Cinta ini begitu putih dan tulus suci
Di semua janji-janji yang mendengung abadi
Namun mudah ternoda disetiap emosi
Tapi bisa menyerap semua tangis sedih
Hingga terbang ditiup angin kecil
Sebar tulisan diatas melalui:
Sejak beberapa waktu lalu saya menambahkan sub kategori di bawah kategori utama Puisi Kenzt. Sejak waktu itu hingga kedepannya, seluruh puisi baru akan saya letakkan sesuai dengan sub kategori tersebut. Untuk puisi-puisi lama semuanya tetap menjadi satu dalam kategori Puisi Kenzt. Demikian pemberitahuan dari saya.
Saya kira sekelumit tulisan di atas adalah puisi cinta yang syarat dengan ego dan emosi.Dan penulis mungkin membidik untuk kalangan kaum muda yang sedang merasakan sebagian isi dari cinta.
Kenzt dibalas pada October 15th, 2008 6:39 pm:
@Wisnu Murti,
Makasih buat Wisnu Murti atas apresiasinya… Kiranya mayoritas pencari puisi di negeri ini masih lah kebanyakan kaum muda yang membutuhkan puisi yang mampu menampung ego mereka atau perasaan senasib. Disitulah AnggrekBiru.Com hadir, mengingat saya juga pernah melalui masa muda itu. Kiranya, semua tulisan yang ada disini, hanyalah sebuah proses berbagi….
Salam kenal, baru saja saya main-main ke blog anda…. begitu banyak sajak/puisi disana….
mencintai dan dicintai adalah indah
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti [...]
[...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]