Seperti

Seperti kapas yang tumbuh di taman hati
Cinta ini begitu putih dan tulus suci
Di semua janji-janji yang mendengung abadi
Namun mudah ternoda disetiap emosi
Tapi bisa menyerap semua tangis sedih
Hingga terbang ditiup angin kecil

15 komentar untuk “Seperti”

  1. Wisnu Murti says:

    Saya kira sekelumit tulisan di atas adalah puisi cinta yang syarat dengan ego dan emosi.Dan penulis mungkin membidik untuk kalangan kaum muda yang sedang merasakan sebagian isi dari cinta.

    • Kenzt says:

      @Wisnu Murti,

      Makasih buat Wisnu Murti atas apresiasinya… Kiranya mayoritas pencari puisi di negeri ini masih lah kebanyakan kaum muda yang membutuhkan puisi yang mampu menampung ego mereka atau perasaan senasib. Disitulah AnggrekBiru.Com hadir, mengingat saya juga pernah melalui masa muda itu. Kiranya, semua tulisan yang ada disini, hanyalah sebuah proses berbagi….

      Salam kenal, baru saja saya main-main ke blog anda…. begitu banyak sajak/puisi disana….

  2. mencintai dan dicintai adalah indah

  3. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]

  4. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]

  5. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]

  6. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]

  7. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti [...]

  8. [...] aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti Tataplah masa depan ! [...]

  9. love… says:

    [...] lalu Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah Hanya setumpuk perkiraanku saja [...]

  10. ady says:

    angin engkau bisa membuat orang hidup,,,,,,
    angin engkau bisa membuat laut yang diam menjadi bergelombang,,,,,,
    angin engkau laksamana penyembuh di saat ada yang sakit,,,,
    aku bangga kepadamu ,,,,angin

  11. [...] lalu Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah Hanya setumpuk perkiraanku saja [...]

  12. [...] lalu Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah Hanya setumpuk perkiraanku saja [...]

  13. [...] lalu Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu Kukira… aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah Hanya setumpuk perkiraanku saja [...]

  14. [...] pun silih berganti… namun kau tetap seperti yang dulu… acuh dan tak peduli pada [...]

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru