Cinta

Sebab cinta tak butuh terlalu banyak kata
Buang semua puisi yang pernah kuberi !
Lupakan semua kata mesra yang kuucap !
Perhatikan saja berapa lama aku disini

Berhentilah untuk menatap masa lalu
Rajutlah impian kita setiap waktu
Tanpa ada egomu… tanpa ada egoku
Berjalanlah bersama sebagai satu

SebabĀ  cinta tak hanya ingin sementara
Belajarlah untuk s’lalu mengerti
Belajarlah untuk s’lalu memberi
Jadikan kesuciannya itu abadi s’lamanya

Menjaga Hati

Aku takkan menangisi cinta yang t’lah berlalu
pun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi
Sendiri bukanlah sebuah akhir,
sebagaimana mencintamu hanyalah awal

Takkan juga kumenyalahkan rasa jika esok masih ada
Takkan pula kubertanya pada sang Kuasa
tentang makna dibalik perjumpaan dan perpisahan
Tujuan hidupku bukan hanya untuk cinta

Kelebihanmu

Kau bukan yang terindah
Kau bukan yang terbaik
Kau bukan yang tercantik
Kau bukan yang terlembut
Kau bukan yang termanis
Kau bukan yang tercerdas
Kau bukan yang terhangat

Tapi kau adalah segalanya di hidupku
Sebab kau selalu punya hati untuk mengerti
Sebab kau selalu punya hati untuk memahami
Sebab kau tak pernah lelah untuk mendampingi
Sebab kau tak pernah lelah untuk berbagi
Sebab kau mengerti arti cinta sejati
Sebab kau mengerti makna hati tulus putih

Sinar Cinta (Sepanjang Waktu)

Maafkan….
Aku tak punya jalan lain
Tapi jika memang ingin
Engkau berjalan denganku
Berjalanlah ke barat !
Hanya di jalan ini ku dapat
Terangimu sepanjang waktu
Tanpa sempat rasa gelap

Memang melelahkan
Memang membosankan
Tapi jika kau ingin bahagia
Itulah harganya

Maafkan…
Aku tak dapat menemanimu
Sekedar menengok ke belakang
Atau berhenti sejenak karna lelah
Terlalu berharga setiap waktu yang ada
Sebab dunia fana tak terkira

Pujangga

Ku tak akan pernah menjadi seorang pujangga, bermodalkan sebuah puisi cinta. Mengertilah, bahwa ku bukan seorang penyair puitis yang habiskan waktu dengan menuliskan segala inspirasi tentang cinta di selembar kertas seadanya, tak peduli lusuh atau baru.

Aku hanyalah seorang pria yang memiliki sebuah perasaan cinta pada seorang wanita. Inspirasi hadir dari sana. Aku bukanlah seorang pujangga sebab aku tak pernah menginginkan karya-karya. Hanya dirimu kini dan selamanya.

Possesif

5 hari sudah Kenzt tidak menulis Puisi baru untuk rekan-rekan sekalian. Mohon maaf sebesar-besarnya atas kesibukan saya hingga mematikan ide untuk berkreasi dan berbagi rasa tentang cinta di balik sebuah puisi. Semoga tulisan kali ini bisa sedikit menebus kekosongan selama 5 hari ini. Salam kenal dari Kenzt untuk semuanya…. semoga kalian suka….

Possesif

Selalu saja kau bilang percaya
Sementara waktu kau penuhi dengan tanya
Keluar dengan siapa? untuk apa?
Dalam balutan Intonasi selidik dan tak suka

Aku tahu engkau sungguh-sungguh cinta
Mengkuatirkanku sepanjang waktu tanpa jeda
Menelponku sering hanya tuk sebuah romansa
Kuakui… kau sungguh luar biasa

Bukan aku tak percaya atau tak suka
2 hati kita menyatu jadi sepasang jiwa
Bukan aku tak setia atau mencoba
Hanya… jangan jadikan aku butiran pasir cinta

Aku takkan mencelaimu untuk rasa yang aku puja
Takkan kukurangi besarnya rasa dari sediakala
Namun mengertilah… ku kan lebih bahagia
Jika dapat sebenar-benarnya kau percaya

Aku

Hari ini aku pergi. Bukan tak lagi menyayangi atau mencintai. Perpisahan ini memanglah berat, terlebih saat alasan sesungguhnya takkan mampu kuucap. Percayalah cinta ku masih merasakan semua seperti sediakala. Relakanlah aku pergi demi satu cinta suci.

Kelak, jika memang Tuhan menakdirkan kita kembali, setiap langkah dan pedih hari ini akan tetap menyatukan kita nanti. Usah bersedih, ku juga merasa perih, mari kita tunjukkan pada dunia tentang satu cinta putih.

Next Page »