Aku
Tak pernah lelah menulis puisi
Tak pernah lelah mengimaji hati
Tak pernah lelah mencari inspirasi
Tak pernah lelah berfantasi
Tak pernah letih mengucap kata cinta
Tak pernah letih mengungkapkan rasa
Tak pernah letih berlagak seorang pujangga
Tak pernah letih menghibur sesama
Puisi
Puisi… kutulis dan kurangkai
Saat inspirasi dan sebentuk emosi
Menggerakkan otak dan jemari
Memilih diksi mencari analogi
Meski bukan penyair ku tetap bersyair
Meski bukan pujangga tetap kubersuara
Tak pernah peduli apa mereka bilang
Syair dan Puisi bagiku kebebasan
Puisi… kau caci dan kau puji
Sesuai batas mengarti dan imaji
Terimakasih… ku kan menulis lagi
Meski kosong puji dan caci
Adakah Engkau Mencintaiku
Puisi berjudul Adakah Engkau Mencintaiku ini ditulis oleh seorang wanita bernama Neela dalam komentarnya untuk Puisi Kenzt yang berjudul Apa Kau Mencintaiku. KenzT publikasikan ulang agar rekan-rekan semua bisa membacanya dan mengapresiasikannya. Simak deh….
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU
beribu hari ku lalui bersama mu….
namun kau tak pernah peduli kan hadirku….
berjuta masa ku menemani raga mu…
namun bathinmu tak pernah ingin kan ku…
hingga ambang batas rasa cintaku….
ku langkahkan kaki menjauhi mu….
namun tetap tak kau relakan….
apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu???
cinta atau kah sebatas keinginan dan ke egoisan???
ku terdiam sejenak tuk memutuskan…
namun cinta ku pada mu tetap berkobar…
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di dekat mu…
hari pun silih berganti…
namun kau tetap seperti yang dulu…
acuh dan tak peduli pada cintaku…
dan hingga batas waktu ini…
slalu dan kan slalu kUpertanyakan…
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU
Cinta Tulus
Harusnya aku menjemputmu
Di kala langit tak bermentari
Di kala awan t’lah menghitam
Harusnya aku memapahmu
Saat kedua kakimu melemah
Ketika datang s’mua gundah
Harusnya kini ku terlambat
Namun kau tetap ada disana
Maafkan ku tanpa cela
Inspirasi
Hari ini… malam ini Kenzt kehabisan inspirasi untuk menuliskan sebuah Puisi. Pun tak beda halnya untuk menuliskan sebuah prosa. Semoga tulisan di bawah ini bisa menghibur semuanya yang udah telanjur berkunjung ke Puisi Cinta AB untuk mencari tulisan terbaru.
Inspirasi
Inspirasi…
Kadang hadir,
Kadang mati
Hingga tak s’lalu dapat ku menulis puisi
Inspirasi…
Tentang hati,
tentang cinta sejati
Biasanya hadir saat ku lagi sepi dan sendiri
Inspirasi…
Teman hati,
Lalui hari
Saat habiskan waktu menunggumu kembali
1108 Hari
Tak terasa 1108 hari lamanya. Bukan sebuah angka yang cantik memang, terlebih jika biasanya sang penyair, pujangga, atau pengarang lagu, lebih memilih angka 1000 hari. Nah berhubung saya bukan seorang penyair, pujangga, atopun pengarang lagu, yah gpp lah saya ambil angka 1108 hari ajah. Biar ga dianggep plagiat (meskipun secara ide / konsep juga plagiat –> konsep ngga’ bisa disebut plagiat loh).
1108 hari
Sendiri
Menanti
Tak pasti
1108 hari
Renungi
Cinta sejati
Tak henti
1108 hari
Sendiri…
Sendiri…
masih sendiri
Puisi Lama
Sebuah Puisi lama yang kuambil dari sebuah tumpukan tulisan-tulisan di masa lalu. Ditulis tanggal 24 Maret 2004 pukul 15:32 WIB. Sambil mengisi kekosongan inspirasi, semoga puisi ini bisa sedikit menghibur seluruh pembaca Puisi Cinta AB.
Pilihan Hakiki
Slalu kan hadir dalam hidup
Takkan bisa memilihnya
Bahagia…
Ketika sedih kita menangis
Berduka…
Sedang hidup bukanlah pilihan
Saat jauh…saat sulit
Saat tak jumpa…saat merindukan







