Tak ingin lagi ku menulis puisi
Sebab puisi tak lagi mampu ku hayati
tak lagi mampu kuselami, di balik
setiap peristiwa yang harus kurenungi
Tak ingin lagi kubuatkan dirimu puisi
Sebab kau tak lagi peduli, tak lagi mengarti
Hanya membangkitkan tanya tentang sebuah memori
Untuk semua masa yang t’lah terlewati






ow…
jangan berenti nulis puisi…
semangat!!!
eh tukeran link yok…
gw pasang duluan ya…
blog gw di http://xvader.blogspot.com/
ditunggu link backnya…
menurut saya puisi akan selalu eksis selama ada yang namanya sebuah kehidupan. oleh karena itu puisi jangan dipahami sebuah simbolisme yang setagnan.benar yang dikatakan derida “semua yang ada dalam teks adalah sebuah simbolisme yang tak akan mati”
@XVader:
Nggak kok…saya nggak akan berhenti menulis, tak terkecuali puisi. Niy saya juga mau masang link back ke tempat kamu…
@Cholif:
he..he.. cuman rada mikir ajah, apa hubungannya Derrida sama puisi yah ???
BTW, Derida itu siapa yah ???
Terimakasih atas kutipannya, setidaknya itu membuat semangat untuk terus menulis tetap terjaga.
Eit
jgn berenti dunks
mnurut kuw puisi kga pernah berakhir,sampai suatu hari nanti
menurutku puisi mu sebuah mahakarya luapan kata yang yang penuh arti karna sesungguhnya puisi yang kamu tuliskan ini telah cukup untuk puisi dan bukan akhir dari puisi itu sendiri…
jikalau kata adalah persembahan jiwa yang diakhiri dengan jiwa itulah sesungguhnya kata..aku senang membacanya..menjadikan ku tempat dimana kata tiada pusara yang slalu hidup karna yang gamblang adalah sesuatu yang kasat mata sehingga seseorang mencetuskannya dengan kata-kata.
kamu sangat luar biasa…(aku hanya memuji saja)
thanks
muha
@Muha:
Terima kasih… Salam kenal dari saya…
kata hatimu dan kata fikirmu ibarat pensil yang telah tumpul, dan kamu telah kehilangan rautan pensil. oleh karena itu, cobalah untuk selalu berzikir mengingat Allah agar Allah mengembalikan ingatanmu bahwa kamu punya otak dan hati untuk menjadi rautan pinsilmu. dan engkau kembali lagi bisa berpuisi, atau engkau menghendaki menjadi pelepah pisang yang hanya bisa bernafas, hambar fikirmu dan hambar rasamu.