Aku sadar bahwa menangis takkan bisa membuatku seketika ada
Disisimu…
Aku mengerti bahwa memikirkanmu takkan bisa membuatku sekejap mata ada
Didekatmu…
Menghiburmu,
Menenangkanmu,
Mendekapmu,
Mendengarkanmu,
Aku tak bisa menahan rasa seperti ini jauh lebih lama
Menyiksaku…
Meski kini tak jua bisa kutemukan sebuah cara yang bisa
Membawaku…
Di hidupmu,
Di setiap harimu,
Di setiap langkahmu,
Di setiap mimpimu,
Saat lara menyelimuti, saat cobaan menghinggapi
atau saat apapun kamu merasa sendiri, dan sekedar ingin berbagi
Aku… merasa sungguh tak berarti
Sebab cintaku tak mampu jauhkanmu dari duka
Aku… relakan jika kau ingin pergi
Mencari cinta yang mampu dan selalu ada tak terpisah






puisi_nya bagus sekali. . . .
^_^. .
@Gumilar:
Makasih mas buat apresiasinya… Sering-sering berkunjung yah…
SALAHKAH???
Ku akui, kdang ada sesuatu yang menganjal hatiku
kadang takut itu juga mengintaiku
menebal seiring rasa rasang ini, aku berdosa, atau aku harus bersyukur dengan rasa yang Ia ilhami kepadaku?
tolong jawab aku?
apa aku harus berhenti?
atau harus terus menyemai rasa itu
walau dosa-dosa mengantui?
atau aku sama sekali jangan perduli
karna ternyata sayang itu mengalahkan semua situasi
[...] sebuah Puisi yang dibuat oleh Asta, pengunjung setia AnggrekBiru, dalam posting berjudul Tentang Aku.Puisi Asta yang berjudul Salahkah dapat anda baca disini. Pilihlah yang terbaik Jadilah lebih baik [...]
uups ternyata, ketikan puisi gue rada banyak yg salah, disini gue mau ralat tulisan puisi gue yg berjudul SALAHKAH??? Di atas “menebal seiring rasa rasang ini” itu sebenarnya “menebal seiring rasa sayang ini”
“walau dosa-dosa mengantui?” sebenarnya “walau dosa-dosa menghantui?”
thnks
@Asta:
nulisnya yang terlalu terburu-buru ato terlalu bersemangat itu Ta’, kok jadi banyak yang salah…???
janji manis
mencintaimu adalah bahasa kalbuku
memilikimu adalah bahasa tubuhku
dan memanjakanmu adalah bahasa puisiku
aku akan terus mencintaimu
sampai tubuh, kalbu dan puisiku layu bersama jiwa yang bisu
karena kau adalah alasan
mengapa duniaku ada!
gimana kak kentz, mohon di kritik atau di perbaiki kesalahannya
@Eko:
Kalo puisinya sih bagus, tapi sorry, aku kurang sepakat dengan isinya, terutama bagian terakhir:
Soalnya menurutku (subyektif loh ini) sih, ada atau tidaknya ‘Kau’ dalam puisi diatas, tidak seharusnya mempengaruhi keberadaan (ada atau tidak adanya) kamu di dunia.
Dunia menjadi indah ketika ada cinta. Lebih indah lagi saat cinta itu berbalas, namun kamu takkan mati hanya karna cinta.
thanks.. iya juga sih.. hehehehehe
@Eko:
Ayo nulis lagi…..!
bagus bangat puisi2 loe..kenzt..^-^ lam kenal ya…boleh gabung gak?
~~ Sebuah kebenaran ~~
Sebuah kebenaran dari mulutmu
Waktu seperti berhenti berputar dan
aku berpikir apakah ini mimpi ?
Aku mendengar sebuah kebenaran
yang begitu menyakitkan
Hatiku hancur sampai jadi abu
Aku tak bisa berpikir apa-apa
Yang aku tahu selama ini
Aku dikhianati mentah-mentah
Aku seperti orang bego
Yang tak tahu apa-apa
Sebenarnya sudah dari dulu
Ku merasakannya jikalau dia masih
mencintainya dan tidak mencintaiku
Tapi entah kenapa aku tetap saja mempercayainya?
Selama setahun jadian
Harus menelan rasa sakit ini jika bersamanya
Bayang-bayang dirimu dan dirinya
Selalu menyelimutiku
Dan aku harus menerima kenyataan dari
sebuah kebenaran yang kau ucapkan
Sampai akhir hayatku
Ini adalah pilihan hidupku
Yang harus ku jalani
Walau rasa sakit yang harus
kuderita setiap waktu
Seandainya ku tau dari dulu
Mungkin kita tak akan seperti sekarang ini
Apa kamu menyesal bertemu denganku?
Apa kamu menyesal kehilangan
Gadis yang kamu cintai
dan menikah dengan orang lain (aku)?
Aku percaya kau pasti akan tetap
berusaha tuk membahagiakanku dan
akupun juga akan berusaha membahagiakanmu
Walau rasa sakit kuderita
Tapi kebahagianku bersamamu
Perlahan mengobati rasa sakit itu
semoga kalian suka….^^
@AngelDark:
Makasih buat pujiannya…
puisi nya bgus nurut q,, ciptakan lgi karya yg lbih bgus,,untk memotivasi kaula muda Indonesia
thanx yah…