Tentangmu

Baru saja kutulis namamu di diary harianku
Belum habis semua rasa bahagia kutuang
Haruskah kini kutuliskan tentang lara,
tentang kesendirian yang tak kutau akhirnya ?

Ku tau kau takkan pernah menjawabnya
Sebab kau pergi saat ku masih ternganga
Terbuai segala pesona rasa jatuh cinta
Haruskah kurobek semua seolah tak pernah ada ?

177 komentar untuk “Tentangmu”

  1. agy says:

    nah nie aq suka………

  2. uman aly says:

    puisi itu adalah suatu perasa’an yng tak dapat di curahkan untuk orang yang tertentu..maka di sinsilah kita akan dapant mencurah kan segala yang ada dalam fikiran kita..

  3. kojek says:

    mengapa kau tk pernh mengerti aku, d saat waktu telah memaksaku untuk tak bsa mendampingimu, kau sllu sja tak pernh megerti aku…

  4. meeya says:

    perhentian….
    di karang terjal…
    di atas lembah hijau…
    di balutan kabut…
    indah meski menyesakkan…
    n i ll be missing u in the rest of my life…

  5. oki black hole says:

    aku menulis sekarang
    karena aku tahu tak lama akan sia-sia
    aku berpikir sekarang
    karena aku mempunyai banyak waktu setelah waktuku

    hanya saja…
    otakku kosong
    tak ada yang berteriak…
    tak ada yang berbisik…
    bahkan tidak ada desahan nafas
    apakah waktuku enggan disisiku?
    pertanyaanku tidak masuk akal
    karena aku tahu waktuku hanya milikku
    tapi, aku tidak tahu bahwa dianya telah berubah
    menekan kunci kekuranganku
    dan membelai lembut tubuhku dengan taring racun
    aku tidak berusaha untuk mencari kehidupan
    karenanya sudah menjadi sesuatu yang berkabut
    tidak ada rasa, tidak merasa
    terbang dengan kelemahan yang dipaparkan
    dan hilang seperti air yang diminum
    inilah waktu setelah waktuku
    waktu yang nyata
    waktu yang sesungguhnya
    dan…

    persiapanku tidaklah berguna
    harapanku tidaklah terduga
    karena aku meninggalkan keinginanku pada akhir waktu permainanku
    membiarkannya tanpa seseorang
    jatuh pada karpet putih dengan suara menyayat hati
    dengan genggaman tangan disekelilingnya,
    dan garis perpisahan yang tak dapat diucapkan
    aku meninggalkannya.

    sekarang…
    aku duduk menatapnya dari jauh
    dan menunggu seseorang sepertiku mengambilnya kembali

  6. linkin_boyz says:

    kau takkan pernah tahu,
    betapa besar rasa cintaku padamu
    karena selama ini
    kau begitu dingin denganku
    cinta, tahukah kamu
    kalau kini aku lagi sendiri
    menanggung lara dalam sepi?
    i need you…..
    where are you now?

  7. tutu says:

    tapi ku tak ingin smuanya berlalu…
    Karena ku begitu mencintaimu

    Izinkanlah bayang dirimu slalu menjadi milikku..
    Kan kubingkai indah di sudut hatiku
    Karena dirimu adalah anugerah terindah untukku

  8. irma ailsa says:

    bagus”

  9. edo says:

    ingin kulupakan smua tentang kita.namun why?I can’t.teringat akan janji manismu untuk takan pernah melupakan aku.tapi kenyataannya sampai hingga kini ku tak tau engkau dimana?dan tak pernah setitik kabarmupun ku dengar.Aku kan slalu menantimu,walau penantian ini tanpa kepastian

  10. lan'z says:

    tidak akan perpisahan
    jikalau ada pertemuan
    jadi,tanpa pertemuan
    adalah awal dari perpisahan

  11. Manda says:

    Inie nui yg lge kku alami…
    pdhal baru saja kku mrasakn k’bahagi’n itu..
    huuftt…

  12. kemby says:

    ehmmm…q binund nui jtuh cinta antar 2 co,,yg atu adlh co iank udh bkn hub q hncur tpi q mlh mlih dy n q glin coku,,tp skg q bru mydari bhwa dy brt bt q,,
    tolong dumb btin puisi yg biar mnyentuhku

  13. mistik says:

    sedi dn pilu sering aku rasakn di setiap malam ku..namu..ku coba bangkit dari jiwa yg kosong…namu,apa yg aku rasakan…kepedian semakin m,endalam…cinta yg ku cari tak perna ad kunjung datang.malam ku haya berteman kan kesuyian…dn hembusan angin malam yg..masuk melalui celah celah jendela…yg sentiasa meyelimiti tubu ku…dn deruan suara….kesuyian malam….ke hampan CINTA

  14. noven says:

    Tuhan jangan biarkan hati ini terus berharap kepadanya
    Kuikhlaskan dia pergi dariku
    Kutak mampu menahan rasa cemburu
    yang datang bertubi-tubi menghampiriku
    Sunggu sulit untuk melupakannya
    Kenangan indah yang kulalui
    Walau hanya sekejap
    Namun memberi sejuta arti C.I.N.T.A.

  15. [...] sebaliknya, kau t’lah mengerti sebabnya Sedetikpun aku tak mencoba untuk menghapus semua tentangmu dan kuterus merajut asa tentang bersamamu pada suatu [...]

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru