Untuk Bunda

June 15, 2008

Maaf Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan Laptop dan Televisi dikamarku

Tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku

Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku

Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..

Puisi ini sesuai dengan kategorinya, ditulis oleh seseorang bernama Asta. Anda bisa memanggilnya dengan sebutan Mbak, Adik, ato Kakak serta Tante. Silahkan sesuaikan dengan menggunakan rumus: Umur Asta - Umur Anda = Sebutan. He…he… just intermezzo… ;)

Sebar tulisan diatas melalui:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • StumbleUpon
  • E-mail this story to a friend!
  • MisterWong
  • Print this article!
  • Technorati
  • TwitThis
Sejak beberapa waktu lalu saya menambahkan sub kategori di bawah kategori utama Puisi Kenzt. Sejak waktu itu hingga kedepannya, seluruh puisi baru akan saya letakkan sesuai dengan sub kategori tersebut. Untuk puisi-puisi lama semuanya tetap menjadi satu dalam kategori Puisi Kenzt. Demikian pemberitahuan dari saya.
Lirik Lagu

Ingin mengungkapkan sesuatu berkait tulisan diatas?





Comments

Ada 5 komentar tuk “Untuk Bunda”

  1. conan on September 6th, 2008 6:41 am

    gila it kren bangettttttttttt,.
    w terharu……..
    w suka banget

  2. amay on October 18th, 2008 4:22 pm

    gile…….buset…..
    gue ampe terharu…..
    ampe nangis

  3. yien on October 27th, 2008 1:03 pm

    aku suka puisi ini…. sangat… semoga aku bukan yang tidak berbakti

  4. untuk bunda « Anisa92’s Blog on November 12th, 2008 1:58 pm

    [...] { Nopember 12, 2008 @ 6:58 am } · { Uncategorized } { } Untuk Bunda [...]

  5. yosse riza on December 9th, 2008 8:12 pm

    yang tak kunjung datang

    detik demi detik
    menit demi menit
    jam demi jam pun
    ku lalui sendiri

    tanpa ada yang menemani ku
    setiap kali aku sedih ku selalu
    menyebut nama mu

    tapi itu belum cukup bagi ku
    rasa nya aku ingin bertemu dengan mu
    walau hanya sedetik saja

    adakah kau dengar
    jeritan hati ini
    yang selalu memanggil
    nama mu