Untuk Bunda

Maaf Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan Laptop dan Televisi dikamarku

Tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku

Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku

Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..

Puisi ini sesuai dengan kategorinya, ditulis oleh seseorang bernama Asta. Anda bisa memanggilnya dengan sebutan Mbak, Adik, ato Kakak serta Tante. Silahkan sesuaikan dengan menggunakan rumus: Umur Asta – Umur Anda = Sebutan. He…he… just intermezzo… ;)

59 komentar untuk “Untuk Bunda”

  1. hilman says:

    sungguh menyentuh hati dan air mata bila kita mendengar kata Ibu,bagus banget puisinya,hanya ibu yg punya cinta dan kasih sayang sejati tak ada yg lain I LOVE IBU

  2. bayu says:

    sungguh terlalu

  3. Daun kering says:

    RAYUAN MALAM

    Gemeretak sendi nyanyikan penat raga ringkihku
    Ku rebahkan di pelukan balai bambu
    Beratap langit yang di penuhi bintang
    Menari rembulan di pundak purnama
    Semilir bayu cumbui jiwaku
    Perlahan kau menghampiriku
    Tersenyum manis ulurkan secangkir teh hangat
    Sehangat belai lembutku di rambutmu
    Parasmu ayu dan sayu sinar matamu
    Tak sedetikpun ingin ku lewatkan
    Kau binasakan segala bimbangku dengan rayuanmu
    Berderai derai kalimat cinta kau ucapkan
    Mencoba meyakinkan genggaman keyakinan
    Yang pernah terpuruk dalam jurang pengianatan
    Kau peluk dan kau dekap aku begitu mesra
    Hingga tak ku sadari pagi tlah tiba
    Yang memaksaku melupakan mimpi mimpiku
    Namun rayuan dan hangat pelukmu masih nyata ku rasa
    Dan ku biarkan temaniku dalam meniti hari

    by. Daun kering
    07.02.2010

  4. disini saya juga memiliki 1 bait puisi, puisi ini sudah lama saya buat… puisi ini mencerminkan perasaan saya… ketika saya merasa sedih… karna tak ada yang mau menghiraukan saya lagi…..!!!!!

    “MALANGNYA DIRIKU”

    SETIAP KALI AKU INGIN BAHAGIA
    SELALU SAJA ADA KESEDIHAN
    SETIAP KALI AKU INGIN BERCANDA
    SELALU SAJA ADA TANGISAN…

    PAGI YANG CERAH DENGAN KICAWAN BURUNG-BURUNG
    BAGIKU SEPI DALAM KHAYALAN
    MALAM YANG INDAH DENGAN PANTULAN SINAR REMBULAN
    BAGIKU SEPI DALAM LAMUNAN…

    OH… TUHAN MALANGNYA DIRIKU
    SEPI, SEDIH SETIAP WAKTU
    DETAK-DETAK JIWA YANG MERANA
    SEAKAN MWNJADI TEMAN DISEPANJANG MASA
    KINI HARAPAN,IMPIAN
    HANNYA MENJADI MIMPI SIANG DAN MALAM……….

    KARYA : MUHAMMAD SHOLIHIN

  5. JUDUL PUISI : “MANTAN”

    DULU KU MERASA GAGAH PERKASA
    BAGAIKAN SI GATOT KACA
    DULU KU SEPERTI SINGA
    YANG MEMILIKI TARING YANG PANJANG
    DULU KU MERASA HEBAT BAGAIKAN SAMSON YANG BEROTOT
    DULU KU DITAKUTI…
    DULU KU DIHORMATI…
    DULU KU DIPUJA DAN DIPUJI…

    PASRAH ITU JAWABKU SEKARANG…
    TAK PUNYA HARAPAN HANNYA MENUNGGU KEMATIAN…
    PADAHAL DULU KU SEORANG KESATRIAWAN
    PADAHAL DULU KU SEORANG JAGOAN…
    APALAH ARTINYA SEKARANG…
    MANTAN… MANTAN…
    ITULAH JAWABKU.

    SEKARANG KU SEPERTI JERUK BONYOT
    TAK LAGI DISUKAI ORANG…
    SUDAH TAK MANIS
    TAK ENAK LAGI DIMAKAN
    PAHIT, GETIR, ITULAH RASAKU SEKARANG…
    MANTAN… MANTAN…
    KINI KU SIAP JADI DAUN YANG BERGUGURAN…

    KARYA : MUHAMMAD SHOLIHIN.

  6. bungsu says:

    mu coment dikit ne?? puisinya panjang bangettttt…

  7. wila says:

    bunda maaf kan anak mu ini,,,
    aku ingin menjadi anak yg barbakti pada mu….

  8. Rusmita says:

    lumayan bagus………..

  9. zee says:

    mom i love you so much

  10. wildan says:

    hikz

    Y_Y

    syukraan puisinya

  11. Mom,I will always miss you wherever you are.

  12. Gantengsimamora says:

    Dia.. wanita yang kucinta berapi api,dan tak pernah padam
    Yang tak pernah lelah menggelarkan senyuman dan kasih sayang sapanjang jalan,walupun terkadang itu dia paksakan,

    Sebelum sang fajar membukakan kerudung pagi hari.
    Dia telah terjaga untuk membenahi keperluan sepanjang hari ini
    Agar kamu ,aku dan dia bisa menikmatinya,

    Lalu kita terbangun, semuanya tersaji dengan indah, kita melahapnya tanpa bertanya atau berterima kasih….kepada si pembuatnya….apakah itu pernah terlintas di hati kita??????

    Seperti anak kambing yang lari berhaburan dangan berjuta kegirangan kita meninggalkan rumah…….
    Siapakah yang tertinggal …?????
    Adakah yang kita tinggalkan…..

    Dia adalah malaikat yang menjelma menjadi seorang wanita.yang lumbung kasih sayangnya tak pernah habis….yang selalu merangkai rangkai doa di saat kita jauh darinya, yang selalu setia mengikuti kita melalui jalan jalan berlubang ,terkadang sempit dan berbau busuk……lalu saat senja mulai memerah…..kita kembali kerumah, dan dia selalu membukakan hatinya yang luas seluas angkasa raya saat menyambut kita.

    Gelap alam semesta mulai berjalan dan kita pulas tertidur tak peduli,

    Di sudut sana ,ruangan yang kecil tak istimewa,
    Dia duduk dengan anggunnya seperti bunga bakung yang beranjak remaja
    Dengan sedikit gelisan akan beban yang berat di pundaknya ,dia mulai merangkai rangkai , puji pujian dan rasa syukur untuk hari ini.
    Dari kuil keinginannya dia mengirimkan doa menuju rumah Tuhan. Dimana hanya itu tempat dia untuk bisa berdamai denga perasaannya.
    Dia gelarkan semuanya, beban ……hasrat dan juga harapan harapan .yang dia tunggu tunggu………dan sebelum dia menutupkan matanya , dia tak pernah lupa menyentuhkan bibirnya yang penuh kasih pada kening kita,….

    Siapakah wanita itu………….apakah kamu sepertiku mencintainya dengan cinta yang berapi api.?????????

    [kalau mau lebih banyak lagi puisi pls send email to : binjohara@yahoo.com]

  13. nia says:

    i love you bunda

  14. anntii says:

    i lupz you mather and father ..

  15. usi says:

    puisinya bgus bgt, aq jdi kngn sm mama maafkn aq mama slma aq sllu m’mbuatmu mnanggis maafkn anakmu ini mama, aq sayang mama

  16. sintia says:

    i love mom aku sayang ma bunda maaf kan semua kesalahan ku selama ini bu aku merasa bersala selama ini ma ibu maafin aku bun.aku sedih bila bunda memara hiaku hatiku sakit sekalih.Ilove u mom aku sayang ma bunda ??????????
    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  17. seLLa says:

    aku suka banget ama puisinya…
    karna aqu sayang banget ma Ibundaku…tercinta…
    I LOVE U BUNDA
    I MISS U FULL

  18. Bee says:

    sedih bgt..ntu puisi sama persis dg yg sayya rasakan..Ibu itu seseorang yg paling berharga dalam hidup, dan setelah dia pergi untuk selamanya, barulah kusadari itu..

  19. ayu says:

    puisix jd mengingatkanq….
    mesQpun gak selalu bs nemenin ibu,..
    tp aq akan tetep berusaha berbuat yg terbaik tuk mu ibu….

  20. bogakbaok says:

    sungguh terharu aku membaca bait bait kata catatan ini. salut hingga aku meneteskan air mata mendengarkan kata ibu……..

  21. raynudin says:

    puisinya bagus banget buat saya terharu!!!

  22. heny gustine says:

    puizinya mengharukan,,,ak suka

  23. obietd broholl says:

    aku sngat ter haru skali aku kita dpt sling mnyayngi sesama mnusia
    dan yng lbih kita syngi hrus BUNDA

    aku ska skali puisi nya

  24. kasih ibu says:

    sngat trharu aq mndngar_a …

    oh ibu engkau nafas q….
    engkau ksh syang q…
    hdp takkan brarti qlau tdk ad qmu…oh IBU..

  25. wanderer says:

    puisi kepada ibu tidak pernah ada habisnya.

Beri komentar

 

Supported By


Tulisan Populer

Tulisan Terbaru