Tidak ada yang salah di dirimu ketika perasaanmu mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang engkau cintai. Sahabatku, tidak pernah salah bagi siapapun untuk mencintai seseorang yang layak untuk dicintai. Tidak juga salah bagimu, ketika akhirnya mencintaiku.
Hari ini engkau menuliskan pesan pendek untukku. Kamu bilang kamu tulus mencintaiku. Sungguh, aku tidak tahu apakah benar ketulusan itu sebagaimana yang kau ucapkan, atau sesungguhnya pesan itu hanyalah sebaris kalimat penuh pengharapan agar aku mau menerima dirimu sebagai pendampingku. Sahabatku, tidak sedikitpun aku ingin memprotesmu atau meragukan tulisan pendek itu. Tiada guna bagiku hidup dengan keraguan atau kecurigaan.
Sahabatku, tiada henti ku ucap terimakasih karena engkau telah menyayangiku, meski engkau belum sepenuhnya mengerti baik burukku. Melihat sikapmu, aku jadi menyimpulkan bahwa cinta ternyata juga penuh resiko.
Sahabatku, semoga engkau tetap bisa menjadi sahabatku. Semoga esok, ketulusan cinta yang kau tuliskan terwujud dalam sebuah kebesaran hati untuk menerima kenyataan hidup bahwasannya seluruh perasaan dan perhatianku untuk seseorang yang telah lama kucintai. Aku pikir kamu sudah lebih dari tahu, pada siapa sesungguhnya seluruh perasaanku bermuara, mengingat awalnya kedekatan kita kupikir hanya sebatas persahabatan biasa dari dua insan beda jenis saja.
Sahabatku, andai aku bukanlah seorang yang tidak menghargai keberadaanmu, mungkin aku sudah memilih untuk marah kepadamu, sebab telah mengkhianati kepercayaanku yang menganggapmu sebagai seorang sahabat. Itu sama seperti kamu memanfaatkan seluruh informasi pribadi seputar diriku untuk meraih simpati dan perasaanku. Bukankah cinta yang tulus harusnya menyadarkan dirimu bahwa seluruh cinta tulusku sudah kucurahkan pada ia yang kucintai sekian tahun terakhir ini?
Sahabatku, tanpa bermaksud mengguruimu, mungkin sedikit pengalaman hidupku bisa sedikit kau ambil pelajaran tentang seperti apa cinta tulus menurut pandanganku. Seperti kamu tahu, tidak sedikitpun aku pernah memaksakan perasaan sayangku kepadanya yang kucintai sepenuh hati. Hanya kubiarkan ia tahu dan terus merasakan bahwa aku memang tulus mencintai dan menyayanginya, tidak pernah aku memaksanya untuk melupakan atau berhenti mencari yang lain. Dan, untuk kau tahu, ia yang kucintai itu juga sungguh-sungguh mengerti tentang seperti apakah ketulusan itu sendiri.






sahabat adalah dia yang menghampiriku,
dikala seisi dunia serasa menjauhi.
Karena sahabatan itu layaknya tangan dan mataku
dikala tangan ini terluka mata menangisi.
Dikala mata menangis tangan menghapusnya.
Wahai kawan mo kah jadi sahabatku
aku takut dalam kesendirian ini…
aditya jogja
085228013331
tidak ada sahabat yang bisa aku percaya saat ini….sahabat itu hanya sa nusuk qt dari belakang z…karna q dah pernah ngalamin gimana rasanya dihianati oleh sahabat yang benar” qt cyank…sahabat itu tak bisa di percaya.q tau tanpa sahabat atau teman qt tak bisa hidup tapi q lebih memilih sendiri tanpa sahabat biarpun hidupku sepi tanpa sahabat tapi aku masih sa merasakan kehangatan dari sodara” aku yang lebih cyank dan sa ngerti aku saat aku lagi da masalah…….mereka lebih sa aku percayai di bandingkan sahabat………………………
salah,kalau kamu bilang sahabat cuma bisa nusuk dari belakang….
benar,kalu kamu bilang tanpa sahabat itu sepi….
mungkin kamu menemukan s’orang yang kamu anggap sahabat,tapi ternyata orang itu bukan sahabat kamu…….
jangan anggap kalau sahabat cuma bisa nusuk dari belakang,tapi tugas kamu…satu! cari s’orang yang emank sahabat sejati kamu….
terlalu munafik kalau kamu mau hidup tanpa sahabat,karna aku yakin sahabat itu salah satu yang terpenting dalam hidup……
saat kita dikhianati sahabat,hanya kecewa yang kita rasakan.kesedihan dan trauma yang selalu menghantui perjalanan kita, yang menjadikan alasan setiap kali kita mencoba mengenal orang lain.kepedihan itu juga yang selalu kita ungkit2 saat kita berusaha mencoba memulai sesuatu yang baru…tapi satu hal yang mesti kita ingat mencari sahabat yang benar2 memahami kita sangatlah tidak mudah, jadi untuk melupakannyapun kita butuh waktu yang tidak singkat.mestinya juga dengan penghianatan itu kita bisa intropeksi diri, mengapa jalinan persahabatan yang begitu membahagiakan bisa berakhir dengan penghiatan.coba kita ingat lagi berapa banyak kenangan suka yang sudah kita ukir bersama, berapa banyak tangis yang kita tumpahkan bersama, tawa dan kebahagiaan lain yang sudah sama2 kita lalui. mestinya kita jangan hanya melihat satu kesalahannya sekarang tapi kita cari juga kesalahan yang kita lakukan hingga dia menghinati kita. salam persahabatan..via bengkulu
memang munafik jika ada yang bilang hidup menyenangkan meskipun tanpa sahabat…karena sahabat lebih dari saudara..via bengkulu 081539392314
Assalamu’alaikum
numpang baca sahabat